I'M TIRED 2

I'M TIRED 2
Rencana


__ADS_3

Jack menggaruk kepalanya sambil sesekali melirik Kayrah yang sedari tadi melamun setelah menangis tanpa sebab. Jujur saja, Jack tidak pandai menghibur orang yang sedih apalagi menangis seperti Kayrah tadi.


"Hei" Jack melambaikan tangannya di depan mata Kayrah membuat sang empu tersentak kaget.


Kayrah memegang dadanya sambil menatap Jack dengan mata melebar. "Kakak Jack? Kenapa? Ada apa?"


"Em... Maaf, kamu kaget ya?"


"Hah, nggak apa kok" Kayrah menghela nafas panjang lalu tersenyum.


"Apa... Kamu udah merasa baikan?"


Kayrah mengangguk pelan dengan wajah sendunya. Sebenarnya Kayrah sudah tidak mempunyai rasa lagi pada Jack mengingat saat di samping Jack dia tidak merasakan debaran seperti dulu lagi.


Tapi tetap saja emosi yang selama ini Kayrah pendam dengan begitu rapi langsung meluap saat bersama dengan Jack. Sekarang Kayrah merasa jauh lebih lega dari sebelumnya.


Saat ini juga Kayrah ingin sekali bertemu dengan Aldebaran dan memeluknya dengan erat. Kayrah yakin sekarang hatinya hanya milik Aldebaran seorang.


"Kakak Jack sungguh tidak mengingatku?" Tanya Kayrah penasaran.


Jack menggaruk kepalanya sambil tersenyum canggung, "Memang ada sesuatu yang spesial di kisah kita dulu?"


"Tentu saja" Kayrah mengangguk. "Tapi itukan dulu jadi tidak masalah jika kakak Jack tidak mengingatnya saat ini."


Jack mengangguk sambil tersenyum lembut. Tiba-tiba saja tangan Jack mendarat di kepala Kayrah lalu mengacak-acak rambut pirang Kayrah dengan gemas. "Kenapa rambutmu berwarna pirang?"


Deg!


Mata Kayrah melebar saat merasakan de Javu ketika Jack mengatakan hal itu. Kayrah menarik nafas dalam-dalam. "Ini turunan kak."


"Hahaha," Jack tertawa saat mendengar jawaban Kayrah dari pertanyaannya yang konyol.


"Oh iya kak," Kayrah mengingat sesuatu.


"Hm? Ada apa?" Jack meminum air yang dia beli tadi.


"Aku punya anak. Apa kakak mau--"


Belum sempat Kayrah menuntaskan perkataannya saat melihat Jack menyemburkan air yang dia minum.


Uhuk uhuk!


"Eh, minum yang bener dulu kak!" Kayrah membantu Jack meminum airnya lagi.


Jack meminum air itu dengan cepat lalu mengelap mulutnya sambil menatap Kayrah dengan tidak percaya. "Apa kamu bilang?"


"Apa?"

__ADS_1


"Kamu tadi bilang punya... Anak bukan?"


Kayrah mengangguk, "Hem, itu benar."


"Apa kamu sudah menikah?"


"Eh? Aku belum menikah." Jawab Kayrah jujur.


"Brengsek!!" Jack menggeram marah. "Siapa bapaknya?" Tanya Jack pada Kayrah dengan mata yang penuh amarah.


"Apa? Bapaknya? Mana aku tau" Kayrah menjawab dengan santai membuat Jack langsung menjadi linglung.


"Kayrah kamu... Nggak tau siapa bapak dari anakmu?" Tanya Jack tidak percaya.


Saat Kayrah sadar apa maksud perkataan Jack, sebuah senyum kaku tersinggung di wajah cantik Kayrah. "Bu..bukan begitu kak.." Kayrah mencoba menjelaskan.


"Lalu?"


"Itu... Anak angkat, bukan anak kandung"


Jack menghela nafas lega setelah mendengar ucapan Kayrah. "Bilang dong dari tadi"


"Gimana mau bilang kalo tiba-tiba kakak tersedak kayak tadi waktu mau aku jelasin." Celetuk Kayrah kesal.


Jack tersenyum canggung, dirinya meminta maaf pada Kayrah berkali-kali. Kayrah pun tidak mempersalahkannya.


"Ya. Aku mau"


Kayrah mengerutkan keningnya. "Memang kakak mau apa?"


"Mau apapun yang kamu minta" Jack tersenyum lebar, menunjukkan deretan giginya yang putih. "Secara ini kan permintaan pertama adik perempuanku."


Kayrah tertawa pelan, tidak buruk juga menjadi adik dari Jack Nathan Moses, pikir Kayrah bangga.


Sekarang Kayrah sungguh tidak ada perasaan apa-apa lagi pada Jack, hati Kayrah menjadi hangat saat Jack memanggilnya adik jadi Kayrah bersyukur tidak ada rasa canggung diantara mereka karena kisah mereka dulu.


"Akan ku kenalkan kakak pada anak-anakku." Kayrah tersenyum lebar.


Tanpa Kayrah dan Jack sadari, ada sosok laki-laki yang menatap mereka sedari tadi. Terlihat raut kecewa di wajah laki-laki itu saat menatap Kayrah.


Sebenarnya laki-laki itu mengunjungi taman ini untuk melepas penatnya dari pekerjaan yang tidak ada ujungnya. Tapi siapa sangka dia akan melihat Kayrah di sini bersama lelaki lain.


"Jadi... Alasanmu sering mengunjungi taman ini akhir-akhir ini adalah untuk bertemu lelaki itu?" Gumam laki-laki itu dengan tatapan kecewa.


Laki-laki itu menghela nafas, sebenarnya dia tidak mau berprasangka buruk tapi alasan apa yang masuk akal untuk menepis pikiran negatifnya saat ini.


Lelaki yang bersama Kayrah adalah adiknya? Kakaknya? Atau sepupunya? Laki-laki itu tau Kayrah hanya mempunyai Kayron sebagai adik dan untuk kakak, Kayrah tidak pernah bercerita kalau dia mempunyai kakak.

__ADS_1


Laki-laki itu pernah mendengar dari Kayron kalau Kayrah dan Kayron mempunyai dua sepupu.


"Mungkin itu sepupunya?" Gumam laki-laki itu sambil mencoba untuk percaya pada pikirannya.


Laki-laki itu memejamkan matanya sejenak sebelum berdiri sambil menggempalkan tangannya. Tumpukan dokumen juga jadwal meeting yang padat sudah menunggunya. Tidak ada waktu lagi baginya untuk bersantai.


"Kayrah..." Laki-laki itu memandang Kayrah sekali lagi sebelum pergi dari taman.


.


***


.


"BOS! BOS!"


Teriakan keras menggema di dalam sebuah rumah besar. Semua orang yang mendengar teriakan itu mengerutkan kening mereka termasuk sang bos yang heran dengan bawahannya ini.


"Geng black rose! Geng black rose sudah mulai menunjukkan sayap mereka!"


Sang bos menjadi terkejut, "Apakah ketua besar geng berkunjung ke Amerika?"


"Ya! Rumornya ketua besar geng black rose akan ke Amerika maka dari itu geng black rose mulai menunjukkan kekuatan mereka!"


"Hahaha! Bagus! Kita harus menyambut ketua besar geng black rose dengan sebaik mungkin karena bagaimanapun juga kita adalah bawahan geng black rose" sang bos tertawa, dia harus pintar-pintar menjilat ketua besar itu agar derajatnya naik di geng black rose.


"Lalu bos, apa rencana kita selanjutnya?" Tanya seorang wanita yang sedari tadi berada di sisi sang bos.


"Masih sama. Bukankah kamu mempunyai anak yang sangat dekat dengan Kayrah Edward?" Sang bos mengetuk meja dengan jarinya.


Wanita itu mengerutkan keningnya, mencoba mengingat siapa yang dimaksud. "Ah, apakah Ariadna dan Karsein bos?"


"Benar, bukankah mereka anak-anakmu sebelum panti asuhan yang kau dirikan itu dihancurkan oleh Kayrah Edward?"


Wanita itu mengangguk, "Baiklah saya akan melaksanakan misi ini dengan baik."


"Bagus."


Wanita itu meninggalkan sang bos dengan seringai di wajahnya, "Ibu datang Ariadna, Karsein." Gumamnya.


Sang bos tertawa dengan mengerikan setelah wanita itu keluar dari ruangan, meninggalkannya seorang diri.


"Kayrah Edward... Sebentar lagi kau akan hancur dan mati dengan perlahan-lahan.." sang bos mengamati foto wajah tampan seorang laki-laki berambut pirang yang dia letakkan di mejanya. "Setelah Kayrah mati, kamu akan menjadi milikku seutuhnya, Kayron Edward..."


.


like.

__ADS_1


Setelah saya pikirkan berulangkali, akhirnya saya putuskan kalau ending dari cerita ini akan saya ubah...


__ADS_2