
"Setelah ini kakak mau kemana?" Tanya Stevano saat mereka berempat berjalan menuju ke taman kampus.
"Em... Mungkin nunggu kalian di taman ini?" Ucap Kayrah ragu-ragu.
"Nggak! Kakak pulang aja, istirahat di rumah" bantah Kayron tegas.
Kayrah berdecak kesal. "Bosen tau di rumah"
"Kan ada handphone" balas Kayron santai.
"Nggak mau! Nanti mataku sakit" seru Kayrah tidak mau kalah.
"Ada banyak novel juga di rumah" jawab Kayron.
"Novelnya udah selesai ku baca semua!" Celetuk Kayrah sambil tersenyum kemenangan.
"Jalan-jalan aja di taman lain. Pokoknya jangan disini!" Ucap Kayron yang mulai kesal.
"Terus apa bedanya jalan-jalan di taman sini sama--"
"Yaudah tidur aja di rumah, kan enak!" Sela Kayron kesal.
"Ish!" Kayrah cemberut kesal sambil bersedekap dada saat dia tidak punya kata-kata lagi untuk membalas.
Melihat itu membuat Kayron merasa bersalah. Kayron menghela nafas lelah lalu berkata, "Kak, aku ada kelas sampai sore. Nggak mungkin kan kakak nunggu aku sampai sore?"
Kayrah diam.
Hal itu membuat Stevano yang melihat kejadian ini jadi tertawa karena baru pertama kali ini dia melihat seorang Kayron di abaikan oleh seorang gadis.
Sedangkan Aldebaran masih diam sambil sesekali menatap wajah Kayrah.
"Udah ya, sekarang kakak pulang ya?" Bujuk Kayron sambil memasang muka melasnya.
Kayrah menatap Kayron lekat-lekat dengan mata yang berkaca-kaca sebelum berkata dengan keras. "Mau aku pulang atau nggak pulang itu keputusanku! Kalaupun aku memilih untuk pulang, aku bisa pulang sendiri!"
Setelah mengucapkan itu Kayrah langsung berjalan cepat, pergi meninggalkan Kayron dan lainnya.
Tapi di tengah-tengah jalannya yang super cepat seperti sedang berlari, Kayrah berhenti lalu mengangkat tangannya.
"Vano! Al! Sampai jumpa lagi!"
Setelah itu Kayrah melanjutkan perjalanannya lagi. Tidak butuh waktu lama sampai punggung Kayrah sudah tidak terlihat oleh tiga lelaki itu.
Taman yang tidak ada penghuninya kecuali mereka bertiga terasa begitu mencengkram dan sepi sampai suara angin bisa terdengar di telinga ketiga manusia itu. Tidak ada yang berniat membuka percakapan karena mereka bertiga sedang mempunyai pikiran mereka masing-masing.
"Kakak tau jalan keluarnya kan?" Tanya Stevano memecahkan keheningan yang terjadi.
__ADS_1
"Aku tidak begitu yakin" jawab Kayron yang masih memandangi dengan sendu jalan yang dilewati oleh Kayrah.
Begitu juga dengan Stevano yang bahkan hampir menangis saat melihat jalan yang dilewati oleh Kayrah. Stevano sangat merasa bersalah dengan gadis berambut pirang tersebut.
"Ron, kau mengusir kakakmu bukan?" Tanya Aldebaran dengan datar tanpa menatap lawan bicaranya.
Kayron tersenyum miris, "Seperti biasanya. Kau selalu peka dengan sekelilingmu, Al"
Aldebaran yang sebelumnya tidak peduli dengan Kayron langsung menatap wajah Kayron yang sendu. Aldebaran membuka mulutnya tetapi tidak ada kata-kata yang keluar dari mulutnya.
"Seharusnya hari ini kau menghabiskan waktu dengan bahagia bersama kakakmu... Bila 'kejadian itu' tidak pernah terjadi" ucap Stevano dengan pandangan kosong. "Maafkan aku" lanjut Stevano yang merasa bersalah.
"Tidak" dengan cepat Kayron membantah ucapan Stevano. Kayron dengan senyum lebarnya merangkul pundak Stevano. "Itu adalah keputusanku jadi kau tidak perlu meminta maaf"
Aldebaran menggelengkan kepalanya saat melihat kelakuan Kayron. Entah karena apa dirinya bisa berteman dengan si brengs*k di sampingnya.
"Hei brengs*k, kau sadar tidak tadi kau mengorbankan kakakmu?" Tanya Aldebaran sambil menatap Kayron dengan tajam.
"Ya aku sadar aku lebih memilihnya daripada kakakku sendiri" ucap Kayron yang sedikit bingung dengan pertanyaan Aldebaran itu.
"Bukan itu bodoh. Coba kau pikirkan lagi dampak dari dirimu yang membawa kakakmu ke kampus ini" Aldebaran kembali membuang pandangannya dari Kayron, seakan dia tidak peduli dengan temannya ini.
"Oh?" Kayron baru menyadari hal itu.
Tentu sebelumnya karena terlalu senang, Kayron tidak memikirkan sampai seluas ini. Dirinya hanya memikirkan bagaimana waktu yang akan dia habiskan dengan kakaknya yang sudah berpisah darinya sejak lima tahun yang lalu.
"Bagaimana ini?!" Stevano mulai panik saat sadar dampak dari kejadian ini.
Dia sudah merasa bersalah karena membuat Kayrah berpisah secara halus dengan Kayron, sekarang dia tidak mau Kayrah berada dalam bahaya.
Sejak Kayrah datang ke tempat ini, Stevano sudah menganggap Kayrah sebagai kakaknya. Bahkan sebelum itu Stevano sudah terlebih dulu menganggap Kayron sebagai saudara sejak Kayron menolong dirinya.
"Aku tidak akan membiarkan siapapun melukai kakakku" ucap Kayron dingin dengan mata yang menajam.
Mendengar itu membuat Aldebaran tersenyum miring. Senyum yang lebih banyak dia tunjukan pada publik daripada senyum yang lain. "Kau pikir siapa yang menjadi musuh kakakmu setelah ini?"
"Benar! Musuh kakak di masa depan adalah pemilik kampus ini Ron!" Ucap Stevano panik.
Jelas Aldebaran dan Stevano tau tentang geng black rose yang adalah pemilik asli universitas yang dia tempati. Bagaimanapun juga Aldebaran dan Stevano adalah anak keluarga terpandang.
Lebih tepatnya sebagian besar mahasiswa disini sudah tau tentang fakta ini karena sebagian besar dari mereka adalah anak dari keluarga terpandang.
Universitas ini adalah kampus terbaik di Amerika. Karena biayanya yang mahal juga menjamin fasilitasnya yang lebih modern.
Karena itulah kebanyakan mahasiswa disini adalah anak orang mampu. Hanya sedikit mahasiswa yang memakai jalur beasiswa.
Dengan beasiswa pun banyak yang tidak lulus tes karena hanya anak yang benar-benar jenius yang diterima disini.
__ADS_1
Tidak heran jika kampus ini adalah universitas terbaik. Fasilitas dan reputasi yang tinggi membuat siapapun ingin memasuki kampus ini.
Keluarga orang kaya kebanyakan sudah tau mengenai geng black rose. Maka dari itu para orang tua mengingatkan pada anak-anak mereka yang menjadi mahasiswa di kampus ini agar tidak mencari masalah pada pemilik aslinya.
"Hahaha" Kayron menutup sebelah matanya dengan salah satu tangan sebelum tertawa mengerikan.
Mendengar Stevano yang menyinggung soal geng black rose akan menjadi musuh kakaknya membuat Kayron ingat aksi yang Kayrah lakukan belum lama ini.
Saat pertama kali Kayrah menginjakkan kakinya di Amerika pun, Kayrah degan beraninya memusnahkan salah satu musuh geng black rose seorang diri.
"Karena musuh kakak adalah geng black rose maka aku tidak perlu khawatir" gumam Kayron setelah selesai tertawa.
Hal itu membuat Stevano maupun Aldebaran bergidik ngeri karena melihat betapa seramnya Kayron saat ini.
"Tenang saja" Kayron menatap kedua temannya itu sambil tersenyum. "Kakakku tidak selemah yang terlihat"
Karena ini Amerika dan geng black rose yang ada disini sudah mengenal Kayrah dan Kayron sebagai target yang kudu, harus, wajib mereka jaga maka Kayron tidak khawatir dengan kejadian yang lalu.
Kejadian dimana Kayrah babak belur karena bertarung dengan geng black rose yang ada di Indonesia. Kejadian itu adalah awal dari tragedi dimana Kayrah dan Kayron yang harus berpisah lima tahun lamanya.
***
Hari sudah mulai petang tetapi kampus yang Kayron pijak masih ramai seperti biasanya.
Karena kebanyakan mahasiswa beasiswa di kampus ini mengambil kuliah malam sebab mereka harus bekerja dulu pagi harinya.
Jadi di malam hari pun kampus ini tidak seram karena masih banyak mahasiswa yang berkeliaran.
Saat ini Kayron berjalan dengan lengan yang dipeluk oleh seorang gadis yang berpakaian sedikit terbuka. Terdapat kata 'sedikit' karena Kayron merelakan jaketnya untuk dipakai dipundak gadis itu.
Pemandangan itu tidak membuat heran mahasiswa yang berpapasan dengan Kayron karena mereka semua tau bahwa mereka berdua adalah sepasang kekasih.
"Kita mau kemana?" Tanya gadis itu dengan manja.
"Kamu mau kemana sayang?" Tanya Kayron balik.
"Linlin pengen makan bersama Kayron" jawab gadis itu cepat.
Kayron tersenyum. "Apapun yang kamu mau"
Mereka berdua masih berjalan menuju tempat parkir sambil sesekali bercanda. Tapi perjalanan mereka terhenti setelah terdapat seorang gadis berambut pirang berdiri di hadapan mereka.
Kayrah menatap gadis di samping Kayron dengan pandangan tidak percaya lalu Kayrah bertanya dengan suara kecil. "Siapa...?"
Sebelum Kayron bisa berkata, gadis di sampingnya sudah terlebih dulu menyela.
"Halo, aku Caroline. Kekasih Kayron" ucap Caroline bangga.
__ADS_1
like