I'M TIRED 2

I'M TIRED 2
Berkumpul


__ADS_3

"Nyonya besar? Siapa nyonya besar?" Tanya Thalita.


"Anda adalah ketua besar geng black rose bukan?" Tanya pemimpin itu sedikit ragu-ragu.


Thalita mengangguk. "Ya."


"Berarti benar! Anda adalah nyonya besar!" Sekelompok geng black rose itu menjadi antusias karena sangatlah langka bisa bertemu dengan ketua besar yang memimpin seluruh geng black rose di dunia.


Thalita mencoba mengabaikan panggilan itu lalu bertanya kembali. "Kalian ngapain di sini?"


"Ah, kita kemari karena diperintahkan untuk melindungi kak Keynan."


Thalita mengangguk puas. "Di dalam ruangan paling ujung ada seorang wanita yang pingsan. Bawa ke markas geng black rose. Kurung dia di ruang interogasi setelah itu aku yang akan mengurusnya."


"Baik!"


.


***


.


Seorang pria berambut putih dengan gambar teratai di sebagian wajahnya sedang memejamkan mata sembari tersenyum saat Thalita beserta rombongannya membawa Kayrah dan Karsein menuju rumah sakit.


"Dia pasti bisa mengurus pelaku di balik layar yang menyebabkan semua ini bukan?" Tanya pria itu sembari melirik sesosok arwah di sampingnya.


Keysha tersenyum tipis. Dia sudah melihat bagaimana usaha yang dilakukan oleh pria itu untuk membantu menemukan pelaku dibalik kejadian ini yang menargetkan keluarga Keynan.


Thalita bisa diculik dan tidak melawan saat dibawa oleh si penculik pun juga karena campur tangan pria ini.


"Kak Thalita pasti bisa mengungkap kasus ini. Tapi... Untuk apa kau yang seorang Dewa kutukan melakukan semua ini?"


"Bukankah alasannya sudah jelas?"


"Aku tidak mengerti." Keysha menggelengkan kepalanya.


Pria itu berdecak kesal. "Anak dari saudara kembarmu adalah targetku. Siapapun yang berani menyentuhnya akan ku buat hidupnya sengsara. Saat sudah matipun aku tidak akan melepaskannya."


Keysha menggeleng pelan. Pria itu tidak main-main dengan ucapannya. Keysha masih ingat bagaimana nasib pemuda yang dulu mencoba memperkosa Kayrah saat di kota Tangerang.


Kasihan sekali nasib pemuda itu. Ketika masih hidup, disiksa oleh orang-orang. Saat sudah mati karena tidak kuat dan akhirnya bunuh diri pun, pemuda itu juga mendapatkan siksaan dari Dewa kutukan yang berada di samping Keysha saat ini.


"Lalu apa rencanamu setelah ini?"


Pria itu tersenyum miring. "Tentu saja kita harus berada di sekitar target kita bukan?"


.


***


.


Disebuah rumah yang besar terdapat seorang wanita sedang mengambil minum sembari membawa sebuah koper. Setelah minum, wanita itu mengamati sekitarnya sambil mengerutkan kening heran. Mengapa rumah ini sepi sekali? Pikirnya.


Wanita itu adalah istri Keynan, ibu dari si kembar Kayrah dan Kayron. Karena kontrak kerjanya sudah habis, Dahlia langsung terbang ke Amerika untuk berkumpul kembali dengan keluarga kecilnya.


Dahlia memang sengaja tidak memberi kabar kalau dia akan kemari. Tidak terpikirkan oleh Dahlia kalau saat dirinya sampai, suami dan kedua anaknya tidak ada di rumah. Dahlia menggeleng pelan.


Pasti sedang jalan-jalan. Pikirnya sambil tersenyum.


Dahlia membuka handphonenya lalu menelfon Keynan.


Tut...

__ADS_1


"....."


"Kalian dimana?"


"....."


"Hehehe, iya. Aku udah sampai di Amerika nih bahkan aku udah ada di rumah. Dimana anak-anak? Aku rindu sekali."


"....."


"Apa?" Dahlia terlihat terkejut.


"....."


"Aku kesana sekarang!"


.


***


.


Sekarang koridor rumah sakit di depan ruang ICU dipenuhi oleh rombongan Thalita, kecuali Kayron, yang sedang menunggu hasil dari keadaan Kayrah di dalam.


Thalita tidak henti-hentinya cemas begitupun dengan Keynan yang tidak kalah cemasnya. Mereka berdua mondar-mandir di depan pintu sedangkan Jack dan Stevano duduk di kursi terdekat dengan Jack memangku Ariadna yang sedang tertidur.


Kayron datang tidak lama kemudian. Wajah Kayron terlihat begitu sedih ketika melihat wajah damai Ariadna saat tidur di pangkuan Jack.


"Bagaimana Ron?" Keynan langsung bertanya.


Kayron tersenyum miris. "Karsein... Sudah dipastikan dia meninggal."


Keynan memejamkan matanya. Cucu angkat yang belum pernah dia temui, sekali mereka bertemu cucunya pergi meninggalkan dunia ini. Terlihat bagaimana sedihnya Keynan saat ini.


"Biar aku yang urus yah..."


Keynan mengangguk. "Kita makamkan hari ini saja."


Kayron juga ikut mengangguk lalu dirinya bersama dengan Stevano keluar untuk mengurus pemakaman keponakan angkatnya itu.


"Aku tidak tau kalau kedua anak itu adalah anak angkat Kayrah..." Thalita juga merasa bersalah.


Tadi Keynan menceritakan semuanya pada Thalita tanpa ada yang ditutupi. Thalita terlihat begitu terkejut saat mengetahui semuanya, dirinya terlihat menyesal karena tidak bertindak.


Jika saja saat itu Thalita bertindak lebih cepat maka mungkin Karsein masih bisa mempertahankan nyawanya meskipun nantinya Karsein tidak akan bisa menggerakkan tubuhnya.


"Sudahlah. Tidak usah dipikirkan kak..." Jawab Keynan lirih.


Thalita memilih untuk menutup mulutnya setelah itu.


Drap. Drap. Drap.


Suara langkah kaki terdengar dan menarik perhatian semua orang.


"Sayang!" Sammy langsung menangkap tubuh Thalita lalu memeriksanya dari atas sampai bawah.


Di perlakukan seperti itu oleh Sammy, Thalita langsung menyembunyikan kedua tangannya yang terluka di balik punggung.


"Kamu nggak apa-apa kan?" Suara Sammy terdengar khawatir.


Thalita tersenyum tipis lalu berkata. "Aku nggak apa-apa. Aku pikir kalian nggak akan percaya kalau aku diculik."


"Aku percaya kok." Sammy langsung menjawab. "Dia yang nggak percaya. Anak nggak tau diuntung memang." Sammy menunjuk Benua sembari mengutuknya.

__ADS_1


Benua terlihat kikuk. "Mami beneran diculik?"


"Iya dong. Mami diculik!" Thalita terlihat begitu bangga.


Benua menepuk jidatnya. Apa yang perlu dibanggakan karena pernah diculik? Pikir Benua. Aduh, orang tuanya ini memang nggak ada yang bener.


Sammy menangkap kedua pipi Thalita agar menatapnya. Lalu diciumnya semua wajah Thalita tanpa cela.


Saat akan mencium bibir, Thalita menutup bibir Sammy dengan tangannya. "Banyak anak-anak." ucap Thalita datar.


"Jadi kalau nggak ada anak-anak nggak apa-apa?" Tanya Sammy menggoda. "Kita buat adik untuk Benua yuk."


Benua yang sebelumnya berbincang dengan Jack langsung membatu tubuhnya. Benua memang sudah tau kalau Jack kehilangan ingatannya dan Benua pun sudah berkenalan kembali dengan Jack.


"Kenapa baru sekarang?! Kenapa baru diumur Benua yang udah tua begini?!" Thalita berkata dengan penuh amarah.


Benua menggaruk kepalanya. Bukannya yang sudah tua itu kalian ya?


Sammy membuang pandangannya ke segala arah, yang penting tidak melihat wajah Thalita untuk saat ini. Setelah beberapa saat, Sammy seperti mengingat sesuatu.


"Oh iya. Aku tadi ketemu sama seseorang." Sammy berani menatap Thalita lagi.


"Siapa?" Tanya Thalita ketus.


Sammy tersenyum canggung lalu berbalik. Wajah Sammy menjadi cerah saat melihat seseorang yang berjalan dari jauh. "Tuh."


Semua orang secara serentak mengalihkan pandangan mereka pada yang ditunjuk oleh Sammy.


"Papa?" Jack terkejut dengan kehadiran papanya di sini.


"Ricard?" Thalita dan Keynan juga sama terkejutnya.


"Hai." Saat sudah dekat, Ricard menyapa semuanya. "Gimana keadaan Kayrah?"


Keynan menggeleng pelan. Tepat saat Keynan selesai menggeleng, dokter yang menangani Kayrah keluar.


"Bagaimana dok?"


Semua orang menjadi gugup saat dokter itu mulai menjelaskan.


Dokter itu berkata bahwa Kayrah berhasil melewati masa kritisnya. Kayrah sudah sadar dan baru boleh dijenguk saat sudah dipindahkan ke ruang inap.


Semuanya mengucapkan syukur secara serentak.


Dokter itu pamit pergi setelah menjelaskan semuanya. Saat dokter itu sudah tidak terlihat, Sammy tiba-tiba berkata.


"Hei Keynan, apa kau tidak akan menelfon Rangga? Aku sudah menelfon Diva nih." Sammy menunjukkan layar handphonenya yang sedang memanggil nomer Diva.


Keynan terlihat terkejut. "Anu.. kak Sam... Tolong dong telfon bang Rangga juga... Ya...?"


"Ogah." Sammy langsung menolak tanpa basa-basi. "Kau saja. Aku--Oh halo?"


Sammy pergi meninggalkan Keynan yang sedang panik ketika Diva sudah mengangkat panggilannya.


"Udah telfon aja." Thalita terkekeh.


Keynan dengan sangat terpaksa akhirnya menelfon Rangga.


Sesuai dengan yang ditakutkan oleh Keynan, setelah mengabari Rangga soal kondisi Kayrah, Rangga mengamuk dan mengomelinya.


Tapi di dalam omelan Rangga yang panjang itu terdapat kekhawatiran yang mendalam. Pada akhirnya Rangga mengakhiri omelannya dengan mengatakan bahwa dia akan ke Amerika dengan Riana secepatnya.


.

__ADS_1


Like.


__ADS_2