Ikatan Berdarah

Ikatan Berdarah
Bab 35 timbal balik


__ADS_3

"Apa kamu sudah berani melawan Sibu?"


"Tidak Sibu, maaf!"


Deg


Deg


"Apa kamu sudah melupakan kesepakatan kita?"


"Tidak Sibu, maaf!"


Syafa ingat betul perkataan Sibu tadi malam setelah Fahri keluar dari kamarnya.


Flashback


"Aku juga mencintai Kakak." Lirih suara dari mulut Syafa yang masih anteng di balik selimut.


Matanya berair kembali. Sedangkan sebuah bayangan hitam perlahan mendekati dirinya berada. Mendengar kata-kata yang Syafa ucapkan sebab heningnya suasana malam. Dialah Sibu. Tujuannya hanyalah memisahkan rajutan cinta yang mulai tumbuh diantara hati kedua anaknya.


"Tidak bisa!" Sebuah suara berada tepat di samping tempat tidurnya. Entah sejak kapan Sibu berada di sana.


"Sibu? Sibu ada di sini? Sejak kapan?"


"Baru saja ketika kamu mengatakan  kalimat barusan."


Deghhhh


"Bangunlah! Sibu harus bicara padamu," ucapnya sambil duduk berada di dekat kaki Syafa. Gadis itupun bangun kemudian hendak menyalakan lampu.


"Biarkan saja begini. Ini rahasia hanya boleh tahu antara aku dan dirimu saja." Suara Sibu lirih sekali bahkan beberapa kata nyaris tak terdengar. Syafa meletakkan kepala di pangkuan Sibu. Reflek Sibu mengelus puncak kepala Syafa.


"Ada apa Sibu?" Tanpa beralih sedikitpun dari posisi ternyaman. Dimana lagi jika bukan di pangkuan bunda.


"Syafa...apa kamu benci Sibu?" Yang ditanya menggeleng. "Apa kamu percaya Sibu?" Kali ini mendongaklah Syafa, duduk sejajar dengan Sibu.


"Kenapa tiba-tiba Sibu bertanya demikian?"


Hening.


Suara hembusan nafas Sibu terdengar berat.

__ADS_1


"Keputusan Sibu menikahkan mu dengan Dunka." lirih Sibu hampir tak terdengar.


Ya, sebuah pernikahan yang semuanya diurus oleh pihak mempelai pria. Syafa sendiri tidak mengerti kenapa ibunya begitu percaya pada keluarga itu. Padahal sejauh dia tumbuh dewasa tidak begitu akrab dengan keluarga Dunka.


"Sibu melakukan semuanya hanya untuk kebaikan kamu. Sibu tidak bermaksud melukai hatimu. Pernikahan yang kamu jalani terdapat unsur timbal balik."


Bagaimana seorang ibu membiarkan anaknya menikah tanpa landasan cinta. Pria yang memiliki hubungan dengan wanita lain dijodohkan dengan anak perempuannya. Tidak takut kah jika anaknya terluka. Timbal balik? Apaan itu?


"Sebelumnya, Sibu akan bercerita. Dahulu ada seorang pria kaya yang menjalin kisah cinta dengan anak dari pengasuhnya. Katakanlah pria ningrat yang mencintai gadis kasta rendah. Tapi keduanya tidak bisa menunjukkan hubungan itu dihadapan keluarga besar karena hal itu adalah sebuah pelanggaran tradisi keluarga dan hukumannya keluar dari silsilah keluarga jika memilih bertahan dengan cinta yang mereka miliki."


Sebenarnya, orang yang mengasuh pria itu bukanlah orang lain. Dalam artian mereka masih kerabat. Hanya saja masalah ékonomi yang menimpa keluarga si pihak wanita sehingga membuatnya menjadi pembantu di rumah kerabat yang kaya agar bisa menyambung hidup."


"Jalinan kasih asmara keduanya bertambah di setiap hari. Rindu yang menggebu membuat mereka sering diam-diam bertemu. Hingga suatu saat rahasia besar itu diketahui oleh ibu dari si pria."


Hening.syafa menunggu kelanjutan cerita Sibu. Sedangkan Sibu kembali menyibakkan tirai, sang dewi malam menyapa lewat rambatan cahaya terang.


"Apakah mereka dipisahkan?" Syafa tidak sabar menunggu kelanjutannya.


"Ya!"


"Apakah mereka tetap memperjuangkan cinta mereka?"


"Iya! Keduanya memilih pergi dan hidup sederhana." Senyum sinis terbit di bibir Sibu. "Si wanita polos itu begitu bahagia menjalani hari-hari bersama orang dicintainya. Tapi Si pria, Semakin dia jauh dari keluarga dia semakin merasa tersiksa. Tidak ada lagi manis cinta yang membuatnya nyaman.


Semua yang dia dapatkan terasa hukuman. Bahkan ketika istrinya hamil. Si pria menganggap semuanya sebagai musibah. Si pria mulai terlihat watak aslinya. Pria itu berselingkuh dengan seorang janda kaya raya. Pertengkaran pun terjadi, si pria tak segan melakukan kekerasan terhadap istrinya.


Si wanita masih bersabar bahkan rela bekerja demi nafkah keluarga mengorbankan diri agar suaminya bertahan hidup bersamanya. Tetap saja Si pria keras kepala dan ingin kembali merasakan hidup seperti sebelumya. Meninggalkan si wanita dalam keadaan hamil."


"Bekerja dalam keadaan hamil membuat tubuh gadis itu semakin lemah. Dia jauh dari sanak keluarga sebab memilih cinta. Hingga suatu saat ketika hendak melahirkan, susah payah dia mencari bantuan. Kesakitan tidak dia hiraukan hanya agar anaknya bisa selamat."


"Apa gadis itu selamat, Sibu?"


"Awalnya selamat dan baik-baik saja. Dia juga bisa mengasuh anaknya dengan sangat baik."


"Kenapa Sibu bilang awalnya?"


"Sebab wanita selingkuhan si pria. Dia membuat perangkap seolah gadis itu juga berselingkuh. Skenario jahat membuat gadis yang baru saja melahirkan itupun meninggal dunia."


"Dibunuh wanita selingkuhan itukah?"


"Ya! Bahkan si pria pun menyaksikannya." 

__ADS_1


"Gadis malang itu hanya bisa pasrah  ketika segerombolan orang datang untuk melenyapkan nyawanya. Mendekap bayinya erat hingga menjemput ajal."


Dalam hati Syafa merasa miris. Bagaimana seorang pria tega memperlakukan istrinya begitu? Bagaimana jika nanti Dunka melakukan hal yang sama?


"Bagaimana jika Dunka juga begitu? Terlebih dia memiliki kekasih, Sibu?"


Sibu mendekat dan mengguncang bahu Syafa.


"Maka jangan sampai kamu mencintai Dunka. Jaga hatimu baik-baik. Sibu menikahkan dirimu dengan Dunka karena sebuah misi


"Misi?"


"Tentu saja! Misi balas dendam."


"Sibu...!"


Gadis itu berjingkat kaget. Bukankah selama ini dia selalu diajarkan kebaikan? Darimana datangnya rencana jahat Sibu?


"Syafa, gadis yang aku ceritakan tadi adalah ibumu. Dia meregang nyawa hanya karena keserakahan wanita biadab itu. Selama ini aku sudah berupaya menuntut balas. Namun rupanya dia masih kokoh berdiri. Satu-satunya cara untuk menuntut balas adalah memasuki kehidupan mereka."


"Apakah Zaenab yang ibu maksud sebagai pelakor di keluarga ibuku? Apakah dia juga yang membunuh ibuku?" Tanya Syafa berderai air mata.


"Bukan Zaenab. Tapi seseorang yang akan kau temui ketika pernikahanmu dengan Dunka sudah terlaksana. Sibu akan selalu melindungi dirimu. Tapi sesuai permintaan terakhir ibumu, lakukanlah apa yang dia inginkan."


Sibu memasukkan tangan kedalam baju. Dari sana keluar sebuah amplop hijau.


"Kau akan tahu setelah membukanya. Di dalamnya ada foto ibumu, ayahmu dan juga wanita itu juga surat terakhir ibumu ketika dia belum benar-benar meninggal. Kenali dia dan jalankan misi setelahnya." Sibu hendak berlalu. Wajahnya datar namun menatap sendu ke arah Syafa.


"Tunggu, berarti selama ini Sibu...!"


"Ya! Aku bukan ibu kandungmu. Tapi aku sangat mengenal siapa ibumu. Dia teman dekatku. Sayangnya, aku terlambat menyelamatkan nyawanya."


Flashback off


"Sibu, aku siap menjalankan misi. Aku akan menjalankan pesan terakhir ibuku sebagai bentuk baktiku kepada orang tua."


Sibu memeluk erat putrinya. Tidak sia-sia dia membesarkan Syafa menjadi gadis yang patuh dan penurut.


"Terima kasih, Nak!"


'Kak Fahri, setelah misi ini selesai aku akan memilih hidup berdampingan denganmu. Aku akan nyatakan cinta padamu.'

__ADS_1


To be continued


__ADS_2