Ikatan Berdarah

Ikatan Berdarah
Bab 39 Kebenaran


__ADS_3

Hingga dua jemari lentik menelusup di balik kedua lengan kokohnya. Memeluk erat dirinya dari arah belakang.


"Kakak, maaf!"


Detak jantung keduanya tidak bisa lagi mereka kendalikan. Syafa merasa dirinya bersalah sebab memilih bertunangan dengan Dunka. Dan Fahri masih meredam amarah yang membara sebab Sibu mengorbankan Syafa dalam balas dendamnya.


Fahri tahu dari Andreas siapa musuh Sibu. Teringat akan ucapan Andreas tadi siang.


Flashback


Fahri telah bertanya banyak hal mengenai Dunka. Pria desa yang kemudian hidup lama di kota karena menemukan ayah kandungnya.


"Dia adalah orang tamak akan harta dan jabatan bernama Yusnian ayah kandung Dunka. Seorang Cassanova di masa mudanya sehingga memiliki anak dari Zaenab. Karena sebuah dosa masa lalu.


 


Yusniar adalah manusia biadab tidak segan melenyapkan siapa saja yang berani mengusik hak miliknya ataupun menghalangi jalan yang dia tuju.


Dunka sendiri telah menikah dengan Naxila perempuan yang tidak bisa lagi memiliki keturunan sebab sebuah kecelakaan. Adapun tujuan Dunka menikahi Syafa pastilah hanya karena hak waris tahta yang sah. Dan semua itu bisa tercapai jika Dunka bisa memiliki anak. Jika Naxila tidak bisa mengandung hal yang paling masuk akal adalah mencari ibu pengganti."


"Jadi, Sibu akan gunakan Syafa sebagai ibu pengganti?" Fahri tidak menyangka jika Sibu yang dikenal sangat baik akan melakukan hal memalukan begitu. Mengorbankan anaknya untuk melumpuhkan musuh.


"Saran saya, jangan kau lawan Sibumu secara terang-terangan. Hadapi dia dengan akal dan kepatuhan. Selebihnya, aku akan membantumu sebisaku."


"Mengapa aku harus percaya pada pengkhianat sepertimu? Kau saja berani membongkar rahasia Sibu!" Andreas lagi-lagi hanya tersenyum menanggapi. Memutari Fahri kemudian menepuk pundaknya berkali-kali.


"Karena hanya akulah yang mampu menandingi kekuatan Yusniar. Dan lagi, jaga Syafa sebisamu. Sebab jika Yusniar tahu siapa Syafa sebenarnya, maka bukan tidak mungkin Yusniar akan melenyapkannya juga sebagaimana ayahnya dulu."


"Ayah Syafa?"


"Iya, istri ketiga dari kakekmu Memiliki anak sah namun memiliki cacat mental. Bukan cacat mental sepenuhnya sebab masih bisa bekerja dan mengenal cinta layaknya manusia normal. Dia hanya susah bicara dan sedikit penakut. Meski begitu, seorang gadis jatuh hati padanya. 


Gadis manis yang sebenarnya juga menjadi incaran Yusniar. Tapi gadis itu lebih memilih ayah Syafa yang cacat mental menurut kata orang namun memiliki cinta tulus. Tidak seperti Yusniar yang sering gonta ganti pasangan."


"Lalu?"


"Cinta keduanya di tentang oleh keluarga. Semua mengira jika gadis itu hanya mengincar harta si pria saja. Siapa yang mau bercinta dengan orang tak normal? Itu sudah cukup bukti untuk memfitnah bukan?"


"Apakah itu juga ulah dari Yusniar?"

__ADS_1


Andreas menarik nafas panjang kemudian mengangguk.


"Lalu?"


"Mereka diusir dari rumah besar. Hidup sederhana di pinggiran desa. Tapi Yusniar keparat itu merasa tidak terima sebab ibunya lebih memihak Yahran(ayah Syafa) dengan mengirimkannya uang secara diam-diam. Yusniar pun menjebak Yahran dengan seorang perempuan suruhannya. Dan terjadilah malapetaka itu. Dimana keluarga kecil Yahran akhirnya berantakan."


Flashback off.


Fahri memejamkan mata, dia masih belum terima jika dengan keadaan ini. Kenapa keluarganya begitu rumit?


Fahri juga marah pada Syafa yang tidak memikirkan dirinya sendiri. Mengapa gadis itu lebih memilih menuruti kehendak Sibu? Apa yang dia dapatkan denga memilih membantu Sibu?


"Lepaskan!"


"Tidak akan!" Nafas Syafa menyapu punggung Fahri yang terbuka. Sensasinya sungguh luar biasa membuat akal pikiran Fahri tak karuan.


"Tubuhku lengket, Fa!"


"Pantesan saja aku ingin selalu menempel kek gini! Ada lemnya ya, lengkeeet?" Lebih mengeratkan pelukannya.


Fahri mendengus kesal.


"Hemmm!"


"Aku berkeringat!"


"Ya! Aku tahu itu."


"Fa! Aku kegerahan."


"Aku sudah mengusapnya, lihatlah! Keringatmu sudah hilang." Sapuan tangan mungil Syafa membuat Fahri semakin tergamam. Dada bidang yang semula basah kini mengering oleh kain kaos yang menutupi lengan Syafa.


"Fa, bisakah kau menyingkirkan tanganmu dari tubuhku?"


Pasalnya, jika tangan satu mengusap, maka yang satunya lagi membelit pinggang kokoh Fahri, meski bisa saja Fahri mengerahkan sedikit kekuatannya untuk melepaskan diri. Tapi batin dan tubuh Fahri memilih diam menikmati.


"Fa, itu sudah lebih dari cukup! Oke! Sekarang aku mau pakai baju. Dingin!" Alasan lain yang mungkin saja membuat Syafa mau melepaskan dirinya.


"Nikmati saja pelukanku ini. Tutup matamu dan bawa perasaanmu ke dalamnya akan semakin hangat terasa." Lebih mengeratkan pelukannya lagi. Mencium punggung Fahri hingga pemiliknya berontak. Bagaimana tak berontak coba. Ada yang sedang mengusik tak terkendali di bagian pusarnya sebab tingkah Syafa ini.

__ADS_1


"Fa! Lepaskan!" Intonasi suara Fahri meninggi. Gadis itu seketika melepaskan dirinya dari Fahri.


"Hai...mau kemana?"


Fahri Hanya melewatinya tanpa sepatah kata.


Di rumah Bejo di waktu yang sama.


Seseorang pun mengenang masa lalunya yang kelam. Dia ditemani oleh istrinya yaitu Dena.


"Dua puluh tujuh tahun lalu.Fahri dilahirkan oleh seorang wanita sahabat sekaligus ipar dari Sibu yang bernama Husnanti, sahabat yang menikah dengan kakak seayah Sibu. Namun perbuatan keji seseorang membuat keluarga mereka berantakan. Suami serta Anak pertama Husna dibunuh. Waktu itu Husna dalam keadaan hamil besar. Dia lari bersama anak keduanya yaitu aku yang berusia delapan tahun. Anak angkat yang dia besarkan dengan kasih sayang.


"Aku adalah anak kandung Sibu dan Andreas. Anak yang lahir dari kesalahan keduanya. Sebab Sibu masih harus mengenyam pendidikan setingkat SMA ketika dia melahirkan, anak itupun diberikan pada kakaknya.


"Aku masih ingat benar ucapan Mama Husna."


'Kamu ingin jadi pemenang kan, Nak! Kamu ingin jadi atlet seperti cita-citamu itu kan? Bawa lari adikmu ini dan jangan sampai berhenti meski itu hanya menoleh kebelakang. Ingat! Bawa dia sampai ke tempat Kakek Buyut. Andre ingat kan jalan menuju rumah kakek?"


Bejo menjeda ceritanya, menggenggam jemari Dena dengan erat. Mengerti akan keinginan suaminya yang hanya butuh tempat curhat, Dena pun menggenggam balik menguatkan tanpa sepatah kata.


Dialah Andre Dovizioso (Bejo) Husna menyuruh pergi membawa bayi merah yang hanya dibalut kerudung. Menembus malam melewati semak belukar.


Andre anak yang sangat cerdas dan pemberani. Membawa lari seorang bayi melawan musuh-musuhnya.


Malam semakin larut. Andre menangis ketika mendengar teriakan ibunya terdengar pilu. Tapi, demi baktinya kepada Husna, dia tidak menoleh sedikitpun.


"Aku pun sampai ke tempat kakek Buyut dengan susah payah. Namun di luar dugaan ku, orang-orang jahat itu telah berada di sana juga. Aku pun memutuskan pergi ke tempat lain."


Sekuat apapun Bejo, jika mengingat peristiwa tragis itu dirinya tidak mampu lagi membendung air mata.


"Aku berjalan tanpa alas kaki, menyusuri jalan sepi. Hingga cahaya silau mengaburkan pandanganku."


Punggung Bejo semakin bergetar. Tak kuasa lagi menahan diri, Dena merengkuh Bejo dalam pelukannya.


To be continued


Nb yang harus diketahui.


Penyelamat Bejo adalah ayah Dena (Dena istri Bejo) Seorang supir truk yang memiliki istri dan anak satu yang cantik. Sibu menemukan Bejo setelah dua tahun pencarian.  Tiga tahun setelahnya, ibu Dena meninggal dunia.

__ADS_1


Ibu Dena meminta Sibu untuk mengasuh anak dari adiknya(yaitu Syafa)  ibu Dena juga meminta Sibu agar bersedia menikahi suaminya ketika dia tiada agar Dena tetap memiliki orang tua yang utuh meski ibu kandungnya tiada. Selain itu, Dena yang menginginkan agar memiliki seorang kakak dan juga adik bisa terpenuhi.


__ADS_2