Immortal Soul

Immortal Soul
Chapter 26 : Aula Pertemuan


__ADS_3

"Tch! Tidak tahu cara berterimakasih padaku, benar-benar anak muda zaman sekarang tidak mempunyai etika yang bagus. Sebagai kakek kalian, aku akan memberikan pelajaran khusus untuk kalian, kemarilah kahahaha!"


Hickk!


Qin Chen melompat ke langit menarik pemukul baseball miliknya memberikan pendidikan kepada anak-anak zaman sekarang dihadapan Tetua Sekte. Mata mereka tidak bergerak karena Qin Chen begitu berani membuat keributan didepan mereka.


Xiao Yueyin menariknya dengan bayangan tangan besar di langit.


"Yueyin apa kamu mengkhianatiku? Dasar tidak memiliki perasaan sedikitpun, aku sedang memberikan anak-anak ini pendidikan etika yang baik untuk masa depan."


"Ikut aku setelah kau menerima hadiah pemenang tantangan pulau kematian." Balasnya diatas sana melihat Qin Chen dengan tajam.


"Baiklah, oi orang tua, mana hadiah pemenang peringkat pertama. Jangan-jangan kalian semua bersekongkol menyembunyikannya dariku. Benar-benar tidak mempunyai etika yang bagus, anak-anak zaman sekarang benar-benar haru di pukuli."


"Makan ini, bocah!"


Sekantong penyimpanan dan 1 buah senjata dilempar kearah Qin Chen, Qin Chen mengambilnya dan melihat senjata kelas menengah (bumi).


"Sebagai Sekte besar, hadiah kalian benar-benar dibawah standar, aku sangat kecewa dengan pencapaianku. Ha! Mending aku bawa lari cantik Yueyin, hadiahnya tidak hanya manis tapi juga ... "


"Dasar mes*m!" Ia melempar Qin Chen ke langit yang tinggi membuatnya tidak tahu akan turun dimana sekarang.


***


Puncak gunung,


Xiao Yueyin datang menghampiri Qin Chen yang terduduk diam di atas pohon besar, ia merasa bersalah karena melemparnya ke langit walaupun ia tahu Qin Chen bisa terbang sekarang ini.


Ia melompat keatas mendekati Qin Chen yang melihat matahari terbenam di balik lautan yang tak berujung didepannya.


"Yueyin, apa kamu lihat matahari terbenam ini? Bagaimana menurutmu tentang dunia ini sekarang? Apa dunia ini sebagus matahari, atau seindah bulan?" Tanya Qin Chen yang memikirkan tentang dunia mimpi sebelumnya.


"Aku tidak tahu, bahkan belum pernah melihat seluruh dunia dengan mataku sendiri. Namun aku sedikit memahami, kalau dunia ini benar-benar dunia yang menarik dengan misteri yang tak terhitung jumlahnya."


Xiao Yueyin membalasnya dengan perlahan turun duduk disamping Qin Chen yang hanya diam melihat matahari terbenam. Qin Chen lalu tersenyum kecil, ia menemukan sesuatu yang tidak ia ketahui sebelumnya.


Keinginannya!


Dibawah mimpinya terdapat keinginan yang tidak ia lupakan sampai sekarang, hidup abadi dan bahagia dengan uang yang banyak. Karena ia begitu miskin di bumi sampai-sampai harus tinggal ditempat kontrakan kecil di sudut kota besar.

__ADS_1


Mendapatkan kembali keinginannya, ia lalu menunjuk ke arah matahari.


"Seribu misteri dunia, salah satunya adalah aku, bukan? Jika benar, aku akan mengatakannya padamu sekarang tentang kenapa aku bisa sekuat ini, dan saat aku masih kecil bisa mengalahkan Martial Ancestor."


"Jawabannya hanya satu, keinginan menjadi kuat sebelum mencapai usia 18 tahun. Aku menetapkan satu keinginan itu hingga mencapai level sekarang, dan sekarang keinginanku hanya satu, menjadi terkuat di dunia dan hidup abadi selamanya."


Ia menoleh kearah Qin Chen, dan merasakan ada sesuatu yang bangkit dalam dirinya, itu adalah keinginannya!


"Begitu, aku merasa tercerahkan sekarang, terimakasih Little Chen."


"Tidak perlu berterimakasih, aku hanya datang ketempat ini karena keinginan ayahku dan mendiang ibuku untuk menjadi seorang abadi yang hebat di masa depan. Keinginan mereka, akan aku kabulkan agar mereka bisa bahagia mempunyai anak sepertiku."


"Semuanya pasti akan tercapai, ngomong-ngomong Little Chen. Master Sekte dan para Tetua dalam akan mengadakan pertemuan tentang ras mutasi, karena Little Chen berkontribusi sangat banyak, mereka ingin bertemu dengan Little Chen dan menyelesaikan masalah ini."


"Huh? Aku harus ikut datang, aku hanyalah murid luar bagaimana bisa masuk kedalam pertemuan orang besar. Apa kamu bercanda padaku Yueyin, aku ini masih di ranah Body Tempering (10) aku bisa mati nantinya."


Xiao Yueyin mengandeng tangannya secara langsung. "Bagaimana? Apa kamu mau ikut sekarang?"


Qin Chen mengangguk beberapa kali karena bantalan lembut di lengannya benar-benar besar!


***


Aula pertemuan begitu ramai orang-orang berkumpul, termasuk murid inti yang merupakan murid besar di Sekte. Kekuatan mereka berada di ranah Martial King, sama halnya dengan Xiao Yueyin yang merupakan master ranah Martial King.


Semua Tetua berada di langit dengan kursi besar duduk ditahta mereka seperti abadi.


Qin Chen melangkah masuk kedalam digandeng oleh Xiao Yueyin pagi-pagi buta membuat semua orang menoleh kearahnya yang berani merebut Dewi Sekte!


"Tch! Siapa bocah sialan ini, dia berani-beraninya merebut Dewi Sekte secara terang-terangan dihadapanku!"


Para Tetua Sekte dan Master Sekte melihat orang yang dikatakan oleh Xiao Yueyin sebelumnya.


Orang itu tampak seperti anak muda berusia 18 tahun kurang lebih, penampilannya tidak ada yang mencurigakan karena memang Qin Chen menyembunyikan penampilannya yang sebenarnya karena terlalu tampan.


Ia melihat keseluruhan aula dimana murid-murid dibawah melihatnya, dan para Tetua Sekte menanggapi keberadaannya.


"Tidak buruk, tatapan mata yang iri denganku bisa mengandeng tangan Dewi Sekte, lalu tatapan Tetua Sekte penuh kecurigaan benar-benar suasana yang sudah biasa bagi mereka yang iri."


Ia langsung mengatakannya tanpa sedikitpun khawatir dengan ucapannya, dan tiba-tiba seseorang dibawah sana menghentakkan kakinya.

__ADS_1


Bang!


"Bocah! Jangan bicaramu dihadapan Master Sekte dan Tetua Sekte, kau hanya murid baru yang kebetulan berkontribusi banyak. Jika tidak, apa kau pantas berdiri dihadapan yang tertinggi diatas sana?!"


"Bocah ini cari mati, dia membuat senior Fu bergerak, sudah dipastikan dia akan mati setelah keluar dari aula ini."


"Tidak melihat seberapa tinggi langit, mencoba sombong dihadapan petinggi, benar-benar bocah sombong yang mencari kematiannya."


Mereka membicarakan Qin Chen seperti mengutuknya dan menyanjung orang sebelumnya. Melihat caranya mencari muka benar-benar memuakkan bagi Qin Chen, karena ia sudah banyak bertemu orang-orang yang mempunyai sifat sepertinya.


Ia menghela nafasnya, dan kembali berbicara didalam aula. "Mengecewakan, hanya seorang murid inti di ranah Martial King (7) mencoba meninggikan diri sendiri, memalukan. Bahkan anak muda di luar sana mempunyai sopan satun pada orang yang lebih tua."


"Apa! Bocah apa yang kau apa yang baru saja kau katakan?!"


Qin Chen meliriknya dan sedikit menyeringai memprovokasikannya. "Kau lemah!"


Semua mata terbuka mendengarnya, saat yang bersamaan orang itu melesat mengarahkan cakarnya kearah Qin Chen berteriak keras tentang kematian.


"Mati kau bocah!"


Mendengarnya membuat Qin Chen menyeringai meladeninya, ia dengan kecepatan luar biasa mencengkram wajahnya dihadapan semua orang di aula.


Termasuk Xiao Yueyin disampingnya sedikit gemteran merasakan niat membunuh Qin Chen. Bagaimanapun, ia sudah mengetahui Qin Chen adalah orang kuat di usianya yang muda, mengalahkan Martial Ancestor seperti menampar semut.


Mengalahkan Martial King, apa gunanya!


"Oioi bocah! Jika Yueyin tidak disampingku, aku pasti sudah merobek-robek tubuhmu, berterimakasihlah padanya karena niatku terhalang."


"Tapi ... Itu tidak menutup kemungkinan aku membiarkanmu begitu saja, sebagai permintaan maaf dan kesombonganmu sebelumnya, aku akan mengambil bagian yang penting bagimu."


Ia melemparnya sedikit keatas, mengarahkan tendangan dalam kearah kehidupan bocah dihadapannya hingga terdengar suara pecah dua kali dan teriakan menggema di seluruh aula.


Semua murid memalingkan matanya dan menutup rapat-rapat saudara kecilnya agar tidak seperti dihadapannya.


"Puft~ Berbahagialah, hidup di dunia yang tidak adil ini."


Qin Chen membuka tangannya memprovokasikan dirinya dihadapannya langsung.


...

__ADS_1


*Bersambung ...


__ADS_2