Immortal Soul

Immortal Soul
Chapter 38 : Kehancuran Markas Mutasi


__ADS_3

Boom! Boom! Boom!


Mereka terlempar menghantam dinding bangunan, Xiao Yueyin menebas musuh dan Qin Chen menerjang musuh. Mereka berdua membuat keributan di markas musuh, dengan Domain Dunia Bawah bergetar-getar sepanjang waktu.


"Serangan mereka bersama-sama, prajurit lain kunci pegerakan pria disana! Dia berbahaya, segera lenyapkan dari hadapanku!"


"Haaaa!"


Mereka seperti monster tanpa otak, bergerak secepat singa mengunci pegerakan Qin Chen dan prajurit lainnya menyerang dengan kekuatan penuh untuk membunuhnya.


"Serangan Fenomena Demon!"


Wushh!


Serangan mereka begitu besar menerangi ruangan tersebut, begitu kuat hingga mengangkat seluruh material bumi ke langit membuat Xiao Yueyin khawatir dengan keadaan Qin Chen sekarang.


Sesaat kemudian, sarangan itu di tepis Qin Chen seperti menepuk nyamuk.


Duarr!


Ledakan besar menghantam ruang bawah tanah menciptakan lubang besar hingga cahaya matahari masuk kedalam memberikan kehangatan di dalamnya.


"Merepotkan, kalian benar-benar lawan yang kuat bagi yang lemah, dimataku sama saja. Kalian semua lemah meski bergabung menyerang!"


"Sialan! Siapa kau sebenarnya, mengetahui kekuatanku dan mempunyai kekuatan monster didalam dirimu! Apa kau orang-orang dari Domain Atas!"


"Domain Atas? Aku bahkan belum kesana, apa hubungannya denganku, benar juga aku tidak peduli untuk sekarang matilah!"


"Jangan bercanda!"


Ia menyeringai kecil dan mengejutkan mereka saat berada di hadapan orang itu. "Benar-benar bercanda!"


Duarr!


Menghantamnya langsung ke bawah, dan seketika seribu pedang abadi di atasnya bermunculan menumpuk menjadi delapan ribu pedang abadi yang menghujani sekumpulan mutasi.


Energi Poin Qin Chen terkuras cukup deras karena menggunakan casting berlebihan seperti sekarang.


Ledakan-ledakan di sekitarnya menghancurkan markas bagian dalam, Xiao Yueyin mulai bergerak mengikuti serangan Qin Chen yang masal. Ia menggunakan ketrampilan yang diberikan Qin Chen menebas secara horizontal membuat sekumpulan mutasi kehilangan kepala mereka.


Sementara itu, orang yang Qin Chen serang sebelumnya mulai membusuk karena Qin Chen memaksakan energi besar kedalam tubuh musuh hingga tidak sanggup menampungnya.


Getaran didalam ruangan terjadi begitu besar. "Yueyin ayo cepat keluar sebelum tempat ini runtuh!"

__ADS_1


"Baik Little Chen!"


Mereka berlari bersama keluar dari ruangan tersebut dimana masih ada beberapa ras mutasi mencoba kabur, namun sayangnya mereka mati tertimbun bebatuan besar dari langit-langit ruangan.


Boom! Boom! Boom!


"Arghkkkk!" Jeritan mereka menggema di sepanjang lorong.


Sesaat kemudian, mereka berdua berhasil keluar dan melihat lorong itu mengeluarkan debu-debu besar ke langit dan tertimbun oleh tanah yang longsor kebawah membentuk danau.


"Huft! Tadi itu luar biasa, namun tidak menarik seperti di Paus Primordial! Apa karena aku terlalu kuat sehingga membuat semuanya ambyar?"


"Hmmm ... "


"Begitu? Kalau begitu aku akan menahan diri nantinya, sekarang markas sudah aku selesaikan di tempat ini. Ditempat lain jauh dari Sekte, dan kediaman keluarga. Seharusnya itu bisa membuatmu kuat dalam waktu 10 tahun lagi."


"Apa tempat lainnya tidak ada?"


Qin Chen menggelengkan kepalanya. "Sayangnya tidak ada, markas lainnya berada di tempat yang jauh dari tempat ini. Jika ada di sekitar sini, sepuluh tahun yang lalu aku sudah bereskan mereka semua."


"Ah! Kamu benar, seharusnya kamu sudah membersihkan mereka kalau ada di sekitar keluargamu."


"Kamu benar, sekarang kita kembali dan berlatih lagi sampai kamu benar-benar kuat dan bisa melampauiku salam 7 hari ini!"


Qin Chen tertawa lalu melesat kembali ke Sekte Pedang Giok bersama Xiao Yueyin.


***


Aula Pertandingan,


Semenjak kemarin digunakan oleh Qin Chen bertanding melatih Xiao Yueyin, tempat ini semakin ramai orang-orang berlatih tanding meningkatkan pengalaman masing-masing setengah melihat pertandingan kemarin.


Saat mereka berlatih disana, Qin Chen dan Xiao Yueyin tiba-tiba bermunculan di langit turun kebawah karena langit-langit Aula Pertandingan belum diperbaiki.


"Senior Chen!"


"Huh? Kalian berlatih disini? Mencurigakan, sejak kapan gender kalian berubah menjadi murid yang mempunyai otak."


Mereka mengaruk kepala bagian belakang sambil tertawa kecil kebingungan menjawab perkataan Qin Chen yang benar-benar menusuk di kepala mereka.


"Sudahlah, kalian dapat melanjutkannya lagi." Mengibaskan tangannya, lalu menurunkan kembali ranah kekuatan ke Martial King menyamakan Xiao Yueyin.


Mereka berdua bertanding lagi di atas Aula Pertandingan saling beradu kekuatan satu sama lainnya. Kekuatan mereka membakar tempat, dan merusak panggung yang sudah disiapkan.

__ADS_1


Qin Chen mengangguk kecil melihat perkembangan Xiao Yueyin sudah mencapai kekuatan yang luar biasa menyaingi Martial King (8) karena Qin Chen meningkatkan satu level sehingga bisa mencoba kekuatan diatasnya.


Tanpa ampun menyayat tubuhnya, karena dimata Qin Chen wanita ataupun pria sama saja. Saat latihan, mereka harus mendapatkan rasa pertarungan hidup dan mati di dunia luar nantinya.


Pertarungan terus berlanjut sampai Xiao Yueyin tidak dapat bergerak lagi dengan luka dimana-mana.


"Apa sudah selesai, Xiao Yueyin?"


"Begitu, minumlah Pil ini untuk menyembuhkan luka-lukamu, dan beristirahatlah di kediamanmu setelah ini."


Qin Chen melempar satu botol berisi Pil Penyembuhan kelas atas, dimana termasuk Pil yang ia murnikan sebelumnya. Xiao Yueyin mengangguk dan meminum Pil tersebut lalu menyerap energi langit dan bumi mengembalikan energi untuk bergerak.


Murid-murid disana melihat pertarungan mereka berdua, Qin Chen tanpa ampun menyayat Dewi Sekte dan sekaligus melukai Putri Penguasa Sekte.


Bahkan para Tetua ataupun orang lain tidak mungkin berani melakukannya, namun Qin Chen berbeda dari mereka, siapa yang berani menentang kekuatan absolute miliknya disaat ialah Penguasa Benua Yongheng!


"Siapa yang mau bertarung denganku? Syaratnya cukup mudah, kalian akan merasakan kematian didepan mata kalian berdua! Namun, kalian akan mendapatkan pengalaman bertarung yang tidak terduga!"


Hickk!


"Kami menyerah, kami sayang nyawa kami sendiri." Kata mereka yang langsung menyerah dengan terduduk lemas ditempat.


"Aku akan mencobanya!"


"Bagus! Naiklah ke panggung, dan selamat datang di neraka!"


Dengan suara yang terdengar berat membuat mereka ketakutan, namun tidak dengan pria botak dengan badan kekar seperti berlatih selama sepuluh tahun lamanya di tempat seperti neraka.


"Saya Pang Huo, Senior Chen mohon pencerahannya."


"Tentu saja, kemarilah dan bertarung sekuat yang kau bisa!"


Dengan beberapa ancang-ancang, ia melesat menyerang Qin Chen dengan kekuatan penuhnya dari berbagai tempat menyebabkan getaran di tempat tersebut.


"Banyak celah, rapatkan lagi. Pukulanmu sangat lemah, tambahkan lagi energi di kepalan tanganmu."


Ia mengikuti instruksi Qin Chen dan kembali mundur untuk menyerang kembali dengan serangan yang dikatakan Qin Chen, kekuatan serangan meningkat pesat karena Pang Huo memfokuskan energi internal ke pukulan dan kakinya sebagai fondasi.


Sarangan tersebut baru terasa, ia merasakan sesuatu yang baru saat bertarung dengan Qin Chen.


Latihan tanding mereka berdua terus berlanjut sampai beberapa waktu, dan banyak dari mereka ikut mencari pencerahan dari Qin Chen yang memberikannya dengan senang hati karena kekuatan mereka bisa menjadi fondasi Benua Yongheng kedepannya.


...

__ADS_1


*Bersambung ...


__ADS_2