
"Persiapan! Luncurkan!"
Nyala api rudal membakar bahan bakar membuat satu-persatu rudal balistik mulai terbang ke langit dengan kecepatan luar biasa menyerang target yang sudah ditentukan oleh sistem.
Qin Chen menoleh ke arah delapan rudal balistik diluncurkan.
"Tindakan yang tanggap, namun membutuhkan banyak usaha."
Rudal balistik dengan kecepatan tinggi melesat menyerang Titan dibelakang Qin Chen dengan hulu ledak luar biasa menghancurkan daratan yang disinggahi, serangan itu membuat pergerakan para Titan berhenti.
Qin Chen mengayunkan pedangnya membantu membereskan serangan.
Slash!
Titan lain melemparkan gunung ke arah pasukan militer membuat mereka membeku tidak dapat merespon dengan baik. Kekuatan musuh di luar perkiraan, melempar gunung seperti melempar batu kecil di tepi danau.
"Lawanmu adalah aku!"
Qin Chen menghentikan serangannya sebelum mengenai pasukan militer dan mengembalikan serangan tersebut kearah para Titan terkubur kedalam gunung.
Duarr!
"Seribu pedang abadi, mengamuklah!"
Satu-persatu ribuan pedang melayang di langit menghujani monster dibawahnya, menembus lapisan pertahanan tubuh hingga tidak menyisahkan satupun Titan di sekitarnya.
Balistik menghujani gunung dengan ledakan-ledakan besar menghilang bentuk tubuhnya.
Qin Chen menari dibawah langit menghenuskan pedangnya secara horizontal diatas lima ribu kaki dari bumi menghentikan retakan dimensi dengan memotongnya langsung di seluruh dunia.
Mata masyarakat di berbagai negara membeku melihat siluet bulan sabit melesat di langit menghancurkan retakan dimensi, pemandangan ini hanya terjadi sekali dalam hidup mereka.
Setelah itu, langit biru membentang luas di seluruh bumi tidak ada awan di langit!
Qin Chen melesat meninggalkan tempat tersebut karena akan merepotkan saat ia bertemu orang-orang mencari masalah dikehidupannya.
Ia kembali ke tempat asmara laki-laki untuk beristirahat dan besoknya kembali belajar seperti biasanya.
***
Paginya,
Mahasiswa dari jurusan teknologi sudah berkumpul dan beberapa orang dibawa ke kantor polisi mendapatkan hukuman mereka melakukan tindakan pelecahan terhadap mahasiswi di universitas.
Qin Chen terbangun dengan mata penuh kesialan, karena ia merasakan bahwa hari ini ia akan mendapatkan kesialan bukan keberuntungan.
__ADS_1
Melihat ke arah lain, ia menemukan Profesor Cang tengah tergesa-gesa ke kelas.
"Kenapa dengan Profesor Cang? Sepertinya dia punya masalah sampai tergesa-gesa untuk ke kelasnya!"
Qin Chen meninggalkan asramanya dan begegas untuk masuk kedalam kelas karena Profesor Bai sudah datang lebih dulu dari perkiraan waktu biasanya.
Didalam ruangan kelas, Qin Chen duduk dengan bingung penuh misteri ditatap banyak murid-murid didalam sana.
Profesor Bai dengan tanda tanya reaksi bingung bertanya-tanya melihatnya.
Pemandangan didepannya mengejutkan dirinya sendiri yang tidak tahu apapun, karena ia hanya melakukan hal-hal seperti biasanya tidak mencolok ataupun di colok.
"Ada apa dengan tatapan mata kalian semua hari ini? Aku memang tampan dari lahir, tapi menatapku dengan mata seperti orang me*um membuatku tidak nyaman. Kalau wanita cantik tidak masalah, tapi kalau laki-laki akan aku tampar mereka."
"Mahasiswa Qin, bisa kau datang keruangan saya setelah pelajaran selesai?"
"Tentu."
Qin Chen duduk dengan bingung, saudaranya melihat dengan bingung semuanya bingung.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" Gumamnya.
Selama pelajaran berlangsung di depan kelas, Qin Chen mengikuti pelajaran sampai waktunya selesai karena ia mempunyai panggilan untuk keruangan Profesor Cang.
***
Qin Chen duduk dengan tenang, ia tidak memberikan reaksi apapun selain ketenangannya. Matanya menoleh ke arah bingkai foto enam tahun yang lalu, tepat dimana foto resepsi kelas teknologi di Universitas.
Disudut foto itu adalah dirinya tengah terduduk sendiri memandang arah lain, karena ia tidak mempunyai teman dekat melainkan teman hampir dekat dengannya.
Sementara itu di atasnya ada Cang Luli tengah berdiri diantara murid-murid.
Profesor Cang kembali ketempatnya, ia duduk dengan reaksi melihat Qin Chen seperti mengenalinya.
"Kenapa Profesor Cang memangilku ke ruangan? Apa ada sesuatu yang ingin dibahas atau pertanyaan yang ingin saya jawab?" Tanyanya dengan penasaran.
"Qin Chen, apa kau orang yang sama 6 tahun yang lalu?"
Qin Chen membeku memberikan reaksi yang mengejutkan Cang Luli, ia tidak langsung menanyakannya dan memilih untuk diam menunggu balasan Qin Chen.
Sementara itu, Qin Chen benar-benar tidak menyangka bahwa Cang Luli mempunyai insting yang kuat hingga menebaknya adalah Qin Chen di 6 tahun yang lalu.
"Apa maksudmu profesor? Qin Chen? Siapa, aku tidak mengerti apa yang profesor katakan?!"
"Jawab aku, apa kau Qin Chen orang yang sama seperti 6 tahun yang lalu!"
__ADS_1
"Tidak, kau mungkin salah orang, aku hanya seorang bocah pedesaan yang bersekolah di universitas ini, apa profesor kebanyakan minum?"
"Jangan bercanda!"
Ia menurunkan laporan-laporan tentang Qin Chen tidak ada namanya Qin Chen di kota ini selain satu orang yang mati 6 tahun yang lalu dalam insiden ledakan.
"Aku mencari tahu informasimu dimana-mana, tidak ada identitasmu dari pedesaan ataupun kota lain, siapa kau sebenarnya?!"
"Profesor, aku Qin Chen orang pedesaan yang belum mendaftar sebagai warga negara. Aku hanya seorang pemuda tanpa keluarga, aku mencari uang untuk makan dan beristirahat sampai mendapatkan cukup uang untuk mendaftar ke universitas."
Cang Luli mengeluarkan handphonenya, ia mencoba memanggil nomor Qin Chen.
Menyadari tindakannya, ia langsung menggunakan tangannya untuk memindahkan handphone sebelumnya ke ruang hampa selama beberapa menit.
"Kenapa tidak bisa! Sebelumnya bisa di hubungi!"
Ia melihat akun social media-nya kembali nonaktif mengejutkannya, bagaimana Qin Chen bisa menggunakan hal tersebut dalam waktu yang singkat.
Karena sekarang, ia berada didepannya dan tidak mungkin baginya untuk menonaktifkan akunya sendiri.
"Apa sudah selesai profesor? Aku tidak tahu apa yang kamu maksud, tapi sepertinya namaku sudah banyak yang kenal, apa dia teman lamamu?"
"Tidak, dia hanya seorang mahasiswa universitas ini dengan jurusan yang sama denganku. Kau dapat kembali, tapi aku akan tetap mencurigaimu."
"Lakukanlah, karena aku bukanlah dia orang yang kamu maksud Profesor."
Qin Chen keluar dari ruangan, meninggalkan tempat tersebut ke tempat yang sepi karena ia penasaran kenapa bisa Cang Luli mengetahuinya.
Hutan belakang universitas, ia kembali mengambil handphone miliknya dan mengecek grub universitas.
"Jadi begitu, mereka membicarakan tentangku karena secara tiba-tiba aktif kembali dan bahkan percakapan mereka hingga ribuan pesan dari kemarin."
Qin Chen tidak menyadarinya, secara mengejutkan panggilan suara dari Cang Luli mengejutkannya.
"Sepertinya merepotkan kalau menghidupkan handphone ini selamanya. Lebih baik aku simpan dan matikan, lalu beberapa hari seminggu aku aktifkan untuk tidak dicurigai oleh mereka."
Menolak panggilannya, ia kembali mematikan handphonenya.
"Cang Luli tidak akan melepaskanku dengan mudahnya, selama dia menargetkanku sebagai orang itu, aku pasti akan di perhatikan mulai sekarang. Mengerikan, sepertinya aku mempunyai stalker."
"Tapi lupakan saja, selama aku tidak melakukan tindakan ceroboh mengekspos identitas, seharusnya aku akan baik-baik saja sampai kelulusan."
...
*Bersambung ...
__ADS_1