
Didalam ruangan, ia membantu teman-temannya menyelesaikan tugas universitas. Setelah itu, ia meninggalkan tempat itu pergi ke suatu tempat, ini sudah hampir dua bulan memasuki bulan ketiga ia berada di bumi.
Kehidupan universitas yang ia inginkan terbentuk secara bertahap, mulai dari mempunyai teman-teman, pacar universitas dan selingkuhan.
Walaupun suram, ia menikmatinya dengan penuh riang dan mengisi kehampaan.
"Apa yang ingin kau bicarakan? Apa pada akhirnya kau akan mengatakan kalau kau adalah Qin Chen, orang yang sama di masa lalu enam tahun yang lalu?"
"Aku tidak menyangkalnya sekarang, karena beberapa bulan dari sekarang aku akan mendapatkan sertifikat kelulusan." Balasnya dengan tenang seolah-olah tidak pernah terjadi apapun padanya.
"Jelaskan padaku, bagaimana bisa! Bagaimana bisa kau kembali ke tanah ini, dengan mataku sendiri melihat kau mati dalam kebakaran kontrak itu, setelah pemadam mengevakuasi korban aku dengan cermat melihat kau sudah mati dalam insiden tersebut."
"Aku memang mati, namun sekarang tidak. Apa kau pernah mendengar tentang reinkarnasi? Mungkin sulit mendengar omong kosong ini, namun itulah yang aku rasakan sekarang." Balas Qin Chen.
Cang Luli mencoba mencernanya, namun ia tidak dapat melakukannya. Mendapatkan kesempatan untuk hidup di dunia lain, lalu kembali ke bumi, siapa yang percaya!
Saat keraguan itu memenuhi benaknya, Qin Chen mengeluarkan handphonenya.
"Handphone itu ... "
"Benar, ini adalah handphone yang aku gunakan di masa lalu sebagai media penghubung. Aku mendapatkannya di reruntuhan kontrakan, lalu mencoba membalikan keadaan semula mengandalkan kekuatan."
"Sulit untuk percaya, apa kau seorang manusia?"
"Seharusnya ... "
"Seharusnya?" Cang Luli sedikit kesal mendengar jawaban yang acuh.
Qin Chen lalu kembali serius melihatnya. "Cang Luli teman lama, kenapa kau begitu penasaran tentangku? Aku tahu di masa lalu kita tidak mempunyai hubungan satu sama lain, sekalipun kita satu kelas tapi nyatanya aku seorang penyendiri."
"Aku penasaran! Penasaran dengan kemunculanmu secara tiba-tiba dengan nama yang sama. Meski sifatmu berbeda dari sebelumnya, tapi itu tidak menutup kemungkinan kau adalah Qin Chen di masa lalu."
"Hanya itu? Aku mempunyai seribu satu perbedaan yang berbeda dari sebelumnya. Pertama penampilan, kedua sikap, ketiga cara bicara, keempat kepintaran dan masih banyak lagi yang berbeda, bagaimana kau bisa mencurigaiku? Aku sudah menekan sesuatu yang mencurigakan dariku."
"Mungkin instingku yang kuat, karena aku sendiri yang melihatmu sudah tidak berbentuk di kontrakan itu. Sekaligus, akulah orang yang mengurus kematianmu sebelumnya, karena aku adalah ketua kelas."
__ADS_1
Qin Chen tidak tahu akan hal ini, ia hanya mengetahui bahwa ia sudah mati dan meninggalkan semuanya pada dunia mau itu dimakamkan dengan layak atau di buang ke lautan ia tidak tahu.
Mendapatkan sesuatu seperti ini, ia tersenyum senang karena tubuhnya dimakamkan dengan benar.
"Terimakasih, karena kau mau mengurus semuanya."
Ia sedikit menundukkan kepalanya memberikan ucapan terimakasih banyak untuk Cang Luli bersedia mengurus tubuhnya dimakamkan, karena itu tidak mudah membutuhkan uang dan tenaga.
"Aku akan membalasnya, apapun yang kamu katakan aku akan mengabulkannya." Katanya benar-benar berterimakasih untuk pemakaman tubuhnya, karena ia tidak mempunyai siapapun di bumi dan tidak mungkin dimakamkan tanpa membayar tempat dan lain sebagainya.
Kemungkinan besar akan di lepaskan ke lautan untuk menjadi makanan ikan, Cang Luli mengurus pemakaman dirinya dan tentunya Qin Chen akan membalasnya.
"Lupakanlah, karena itu adalah tugasku sebagai ketua kelas dan membantu orang yang kesusahan adalah bentuk peduli."
Qin Chen hanya tersenyum menanggapinya, walaupun ini sudah lama tetapi ia masih sama seperti dulu menyembunyikan semuanya dalam-dalam.
"Ngomong-ngomong, dimana kau memakamkan tubuhku?"
"Aku akan mengantarnya, kalau kau mau melihatnya. Walaupun aku sangat bingung sekarang, aku akan mencoba menerimanya secara pelan-pelan."
***
Pemakaman,
Setelah beberapa saat perjalanan, ia berada pemakaman di depan makamnya sendiri. Tubuhnya dikremasi dengan baik, bahkan ada bekas dupa satu bulan yang lalu di tempatnya dan itu mengandung aroma sama seperti Cang Luli.
"Aku tidak menyangka akan melihat pemakamanku sendiri, aku berterimakasih padamu karena sudah melakukan tugas dengan baik."
Ia tidak dapat mengontrol pembicaraan, sangking gugupnya melihat pemakaman dirinya sendiri di depan matanya.
"Aku tidak melakukan apapun, aku hanya merasa itu adalah tugasku."
"Sekarang aku sudah melihatnya, aku akan membalasnya. Kehidupanku sebelumnya begitu suram tanpa teman ataupun keluarga, bahkan saat kematianku aku meninggalkan banyak beban pada orang yang tidak aku kenal dekat."
"Bukan masalah." Balasnya.
__ADS_1
"Setelah hidup kembali di dunia lain, aku mencapai puncak kekuatan untuk kembali ke bumi menyelesaikan penyesalan hati. Selama penyesalan hati belum di selesaikan, aku tidak akan dapat mencapai puncak keabadian." Jelasnya.
Cang Luli membisu, ia tidak tahu mau mengatakan apa kepada Qin Chen.
"Penyesalan pertama, janjiku pada keluargaku tentang mendapatkan surat kelulusan universitas. Setelah kembali ke bumi, aku mendaftar masuk ke universitas menyelesaikan penyesalan hati. Penyesalan kedua adalah kehidupan yang aku mimpikan, hidup sebagai manusia menikmati masa-masa di universitas."
"Penyesalan ketiga dan terakhir itu adalah kau Cang Luli. Setelah beberapa hari tidak masuk kedalam universitas, aku merasakan kehampaan yang mulai menyebar. Setelah memastikan kenapa, aku menyadari kalau itu karenamu."
"Kenapa aku?"
"Setelah kematianku, hanya kau yang peduli dengan pecundang sepertiku, kau bahkan menggunakan uangmu sendiri untuk memakamkanku dengan baik. Tidak meminta apapun, karena kau peduli padaku."
Setelah sekian lama ia mencari kenapa, ia menyadari kalau penyesalan ketiganya adalah karenanya.
Jika ia tidak membalasnya ataupun menyelesaikan penyesalan itu, ia tidak akan mencapai puncak kekuatan dunia untuk mengatur kembali dunia.
"Qin Chen ... Walaupun aku tidak tahu apa yang kamu tuju sekarang, selama kau dapat menyelesaikan penyesalan itu, aku akan membantumu sekali lagi." Balasnya.
Qin Chen menoleh kearahnya dan memberikannya sesuatu. "Untuk sekarang aku belum memastikan penyesalan tentang apa yang aku dapatkan, karena aku tidak dapat membaca isi hati seseorang."
"Begitu? Kalau begitu, aku akan menunggunya sampai kau menemukannya."
Setelah mengatakan itu, ia meninggalkan Qin Chen sendirian di pemakaman karena ia mempunyai urusan yang harus di lakukan sekarang.
"Dua penyesalan berada di depan mata, namun satunya begitu misterius? Saat memastikannya langsung kedalam hatinya, aku merasakan sesuatu yang misterius menyelimuti hatinya hingga aku tidak dapat membacanya."
Qin Chen terduduk diam di depan pemakamannya. "Kalau itu kau, apa yang kau lakukan sekarang? Aku tidak tahu, seharusnya aku mencoba mencari tahunya sampai aku mendapatkan jawaban yang ingin aku ketahui sekarang."
"Kalau dia adalah abadi, aku dapat mempercayainya menyembunyikan hantinya dalam-dalam. Tetapi kalau dia manusia, kenapa dia bisa menyembunyikannya sampai aku sendiri tidak bisa membacanya."
Satu misteri terbuka untuk membuka Transcend Ascension!
...
*Bersambung ...
__ADS_1