Immortal Soul

Immortal Soul
Chapter 58 : Kota


__ADS_3

Paginya,


Mereka semua meninggalkan tempat tersebut dengan kapal sebelumnya, kecepatan kapal mengikuti hembusan angin menuju kota, hari dimana yang ditunggu-tunggu karena berhasil meloloskan diri dari pulau terkuat penuh dengan hewan buas dan misteri aneh.


Ditengah-tengah lautan, ia berdiri menatap langit mengamatinya dengan serius.


"Apa yang kau lihat Qin Chen?"


"Tidak ada, hanya cakrawala langit yang berubah setiap waktunya."


"Apa kau merindukanku keluargamu?"


"Keluargaku telah lama mati."


Qian Jingyin menutup mulutnya langsung karena mengatakan hal yang tidak sepantasnya, ia benar-benar melakukan kesalahan yang fatal.


"Maafkan aku."


"Tidak apa-apa, sebentar lagi akan sampai ke kota dan kembali belajar untuk semester terakhir. Setelah itu bisa melihat dunia yang luas ini dengan mata sendiri."


"Aku tidak tahu, mungkin aku akan mendirikan perusahaan sendiri setelah mengumpulkan uangnya."


"Itu bagus."


"Lalu kau, bagaimana? Dengan keahlianmu, kau bisa masuk kemampuan, masuk militer, perusahaan, atlet dan lainnya seharusnya mudah bagimu."


"Aku hanya ingin kembali ke tempat asal, dimana garis waktu bertemu."


Dunia abadi, tempat dimana ia ingin kembali kesana karena Penguasa Primordial Langit tengah membuat bencana di langit mengirimkan monster-monster untuk menghancurkan dunia.


Saint dunia atas mempertahankan kekuasaan mereka selama Qin Chen meninggalkan tempat tersebut menyelesaikan penyesalan yang tertinggal di bumi.


Qian Jingyin tidak mengerti apapun dengan perkataannya, namun memberikan kesan bahwa ia akan pergi meninggalkan dunia selamanya.


Garis waktu tempat pertemuan takdir!


Selama beberapa waktu berlalu, mereka sampai di dermaga kota dengan pasukan militer menyambutnya karena berhasil meloloskan diri dari pulau kyushu terpencil di selatan.


"Selamat atas pencapaian yang kalian dapatkan."


Qin Chen membiarkan mereka berbicara dengan pelatih dan ia meninggalkan tempat tersebut dikarenakan itu bukanlah urusannya, karena ia mempunyai sesuatu yang penting harus dilakukan sebelum bencana itu benar-benar terjadi.

__ADS_1


"Tunggu kau yang disana!"


Seorang jendral memberhentikannya, penampilan wanita cantik dan sexy menjadi perhatian di kamp militer, Qin Chen melihatnya sekilas dan mengabaikannya karena tidak mempunyai waktu lagi.


Jika ia menggunakan kemampuan ruang, ia akan ketahuan bahwa ia seorang master bela diri yang tersembunyi.


"Aku tidak mempunyai urusan lagi dengan kalian, pelatihan bertahan hidup di pulau sudah selesai dilakukan. Beginikah cara kalian memberikan selamat? Seharusnya kalian memberikan makanan, selimut, dan minum karena menghadapi hewan buas selama tiga puluh hari sama dengan mencari kematian."


"Jaga bicaramu, bocah!"


Satu orang bertubuh besar bersuara keras disamping wanita itu, Qin Chen menoleh kearahnya yang bersikap angkuh di samping wanita tersebut.


Qin Chen melangkah melewati mereka dihadapannya, karena retakan dimensi di belakang gunung akan membahayakan keselamatan warga di kota dan universitasnya sehingga ia tidak bisa lulus nantinya.


Namun ia tetap dihadapan oleh pria itu karena bertindak tidak sopan di hadapan seorang Jendral Devinisi Pertama di negara.


"Perilakumu susah melewati batasnya, bocah! Ada batasan untuk sombong dihadapan orang lain!"


Menghela nafasnya dengan lembut, ia sudah kehabisan waktu untuk menghadapi orang-orang ini kalau tidak melakukan tindakan perlawanan keras.


"Menghindar!"


Qin Chen langsung menghantam kepala pria itu ketanah dengan keras menghancurkan tempat tersebut berkeping-keping. Darahnya berceceran dan mati dalam satu hantaman keras dikepalanya.


Mengibaskan tangannya penuh darah, ia melangkah mendekati wanita itu menyentuh wajahnya dengan tangan berlumuran darah membuat semua prajurit bersiap-siap untuk menyerang.


"Berhentilah menghalangi jalanku, atau kau mau seluruh kota hancur karena kau menundaku mengatasi dimensi monster? Apa kau dan pasukanmu mampu melawan monster-monster liar itu! Bermimpilah bocah, kau hanya wanita kecil di ujung kuku!"


Setelah memberikan peringatan kepadanya, Qin Chen meninggalkan tempat tersebut dengan berlari karena menghindari jarak pandang mereka.


***


Sesaat ia sampai di tempat tersebut, retakan dimensi bermunculan dengan monster-monster dengan ancaman kekuatan Martial Dominator bermunculan disana. Melihat dari bentuknya, mereka merupakan keturunan dari Penguasa Primordial Langit.


"Tempat ini seharusnya cukup jauh, tapi kenapa monster-monster ini bisa ketempat ini!"


Sambil menghancurkan gelombang Monster dihadapannya, ia berkomunikasi dengan para Saint di Domain Atas mencari tahu situasi disana kurang baik.


Pasukan monster berdatangan menghancurkan banyak Wilayah, para Saint dan pasukannya bertahan menyerang invasi monster ke Domain Atas.


"Seharusnya Paus Primordial bergerak setelah mengetahui kehancuran dunia dari Monster Primordial lainnya! Namun kenapa dia belum bergerak sama sekali, apa ini ada hubungannya denganku yang merupakan Hukum kausal sehingga mereka tidak ada yang bergerak!"

__ADS_1


"Apa mungkin, mereka bertiga tidak bergerak untuk memberikanku kesempatan menjadi Monster Primordial terbaru menggantikan Primordial Langit. Mengingat aku seorang pelintas yang mengandung hukum kausal."


"Jika benar, maka panggung ini sudah disiapkan oleh mereka untukku membuktikan kelayakannya menjadi salah satu dari Monster Primordial di dunia!"


Qin Chen menghabiskan monster-monster disana dengan beberapa serangan dan menyegel langit.


"Bencana pertama dapat diatasi dengan mudahnya, namun monster itu tidak akan berhenti menciptakan teror karena dia mengetahui kelemahanku adalah penyesalan. Jika bumi hancur, maka sudah dipastikan aku tidak akan dapat menerobos ke ranah Transcend Ascension!"


"Satu-satunya cara mengatasi dunia hancur adalah kembali ke masa lalu, menyelesaikan penyesalan dan naik ranah tertinggi untuk mencapai keabadian teratas."


Ada sembilan retakan besar di bumi, salah satunya sudah Qin Chen atasi di gunung dimana pemerintah sudah memberikan perintah kepada pasukan divisi pertama menyelesaikan tugasnya.


Sementara delapan lainnya berada di belahan dunia lain yang tengah di hadapi oleh pasukan militer setiap negara.


"Seharusnya sudah cukup, untuk retakan lainnya adalah urusan mereka aku tidak akan ikut campur lebih dalam, terpenting tempat ini tidak hancur karena ini adalah kampung halamanku."


Qin Chen meninggalkan tempat tersebut untuk kembali ke universitas, karena ia sudah selesai melakukan pelatihan militer selama tiga puluh hari di pulau terpencil di bagian selatan negaranya.


Sementara itu, pasukan yang berada di dermaga mengangkat tubuh pria yang mati karena membuat Qin Chen kesal dengan luka mengerikan.


Tulang kepalanya hancur berkeping-keping tidak ada yang tersisa seolah-olah tertimpa dengan tank berlapis baja.


Sedangkan untuk kehancuran ditempat tersebut seperti hasil ledakan sebuah granat. Semuanya memberikan tanda tanya tentang kekuatan Qin Chen sangat besar, bahkan pelatih sendiri belum tentu bisa mengerahkan kekuatan sebesar itu.


Paling mengejutkannya lagi adalah Jendral dihadapannya, ia tidak bergerak setelah menerima beberapa kalimat dari Qin Chen dengan wajah berlumuran darah.


Selama ia menjabat sebagai Jendral tidak ada satupun orang yang berani memperlakukannya seperti sekarang ini, namun Qin Chen berbeda dari kebanyakan orang.


Ia melakukan apa yang ia inginkan dan bahkan mengancamnya dengan beberapa kalimat.


"Jendral, Caocao."


Pria itu memberikan kain untuk membersihkan darah di wajahnya.


"Siapa mahasiswa sebelumnya?"


"Mahasiswa sebelumnya bernama Qin Chen, mahasiswa baru yang masuk kedalam jurusan teknologi."


"Mahasiswa baru?"


...

__ADS_1


*Bersambung ...


__ADS_2