Immortal Soul

Immortal Soul
Chapter 82 : Perang (4)


__ADS_3

Negeri Legenda!


Sekumpulan monster berderet di belakang mengepungnya, di hadapannya kekacauan menghancurkan dunia dan masuk kedalam proses pemulihan. Qin Chen dan Qin Chen tengah berdampingan melihat sekumpulan monster di sana mulai menggerang keras menciptakan kekuatan mengerikan.


Satu monster melesat ke hadapannya dan Qin Chen melesat membalasnya. Mereka berdua beradu kekuatan fisik terkuat mengandalkan basis fondasi.


"Immortal Soul Keparat! Jangan berharap kau bisa menyentuh Penguasa!"


Dengan serangan besar terbentuknya angin topan besar tersebar di sekitarnya menyebabkan debu-debu beterbangan dimana-mana.


Bang!


Wushh! Wushh!


Gelombang energi besar membentang luas menghantam apapun yang ada. Jendral itu mengepakkan sayapnya menghilangkan debu-debu di sekitarnya, Qin Chen menyeringai tipis dengan tenang menatapnya, ia mengerahkan pukulan.


Duarr!


"Kau memang kua mempunyai kekuatan fisik terbaik belum pernah aku hadapi. Pantas menjadi Jendral Monster, namun belum cukup kuat untuk membuatku mundur!"


"Dasar bocah! Membedakan kekuatan lawan dengan serangan murahan, kau membuatku tertawa!" Saat bersuara, kekuatan Jendral Monster meningkat pesat, momentum kekuatan membalikan keadaan langit menjadi kehancuran.


Qin Chen lainnya menghadang serangan Monster susulan, ia menghadap Jendral Monster lainnya dengan melawan keempatnya bersama-sama. Dengan kekuatannya, ia mendominasi kekuatan Demon Tiran!


"Keparat sialan, menghilanglah dari hadapanku!"


Boom!


Qin Chen menghancurkan kepalanya berkeping-keping, ia membawa bangkainya ke langit menghantam dinding pertahanan Penguasa Primordial Langit. Begitu mengerikan sampai-sampai bentuknya tidak dapat di lihat dengan mata telanjang.


Kemarahannya mencapai puncak dan membuat energi meledak-ledak, menyerang Qin Chen dengan kekuatan penuh, pasukannya hancur berkeping-keping membuat kloning Qin Chen mendapatkan serangan fatality.


Kerusakan bagian tangannya tidak dapat disembuhkan, tubuhnya bercahaya, hukum dunia mulai semakin kuat menekan kekuatannya.


"Keparat! Hukum dunia menghakimiku!" Gumamnya, ia tidak dapat bertahan lama selama hukum dunia menekan kekuatannya sekarang.


Qin Chen membuat Qin Chen kebingungan karena hukum dunia semakin kuat saat amarahnya membulat-bulat. Menyerang di bawah, ia mendapat sesuatu seperti darah menyerupai tentakel bergerak bebas menyerangnya.


Bammm!


Pukulannya terhenti, Qin Chen menghentikan serangannya.


"Keparat! Ternyata kau sudah menguasai kekuatan ruang! Dengan kekuatan itu, apa kau berpikir aku akan kalah denganmu? Jangan bermimpi Immortal Soul!"

__ADS_1


"Berhenti omong kosong, dan lanjutkan pertarungan ini. Diriku yang lain melawan monster-monster dan pertarungan ini akan sebanding!"


"Kahahaha! Dasar bodoh! Kau kira pasukanku hanya segini? Ini hanyalah segelintir pasukan monster yang sebenarnya!"


Ribuan portal terbuka di langit, Qin Chen menggelengkan kepalanya karena banyak monster-monster yang berdatangan memenuhinya.


"Qin Chen, pasukan sebesar ini akan membutuhkan banyak energi untuk melawannya. Aku tertekan hukum dunia karena keberadaanku bukan berasal dari tempat ini, untuk menghancurkan hukum dunia aku membutuhkan energi dalam bentuk besar." Jelasnya.


"Tidak apa-apa, pada awalnya aku memang akan melawannya sendirian menghadapi monster-monster ini dengan kekuatanku. Aku berterimakasih karena sudah membantu. Jika bisa, tolong bantu aku sedikit lagi sampai aku benar-benar mencapai puncak kekuatan!"


"Lakukanlah, aku akan menahan monster-monster dan kau selesaikan urusanmu segera."


"Baik."


Belum selesai mengobrol, suara ruangan monster menggema—


Roarrr!


Raungan monster itu begitu keras hingga menggetarkan langit dan bumi, mereka berdua langsung menoleh ke samping melihat Penguasa Primordial Langit benar-benar serius menghadapinya tanpa main-main lagi, karena akan membuktikan siapa yang terkuat.


Suara monster sebelumnya membatah suara langit dan menghentikan keheningan dunia.


Miliaran serangan bermunculan di langit menghentikan mata mereka, serangan itu melesat ke langit dan turun seperti meteor. Getaran yang besar mengguncang permukaan tanah luas. Secara perlahan wujudnya diperlihatkan begitu agung di langit bak Dewa menguasai segalanya.


Penguasa Primordial Langit memerintahkan pasukannya bergerak, Qin Chen dari dunia lain menghentikan mereka bertarung ditempat lainnya menghindar serangan-serangan susulan yang menghentikannya.


Roarrr!


Dengan suaranya terdengar, ia memutarkan tombaknya di langit membentuk badai spiral besar menarik material langit kedalam badai seluruh bintang-bintang mendekat dan hancur berantakan secara bertahap.


Seluruh kehidupan di alam semesta ketakutan merasakan kekuatan mendominasi-nya. Bersujud ketakutan, mereka semua mempertahankan dunia dan para Dewa begegas menguatkan pertahanan Heaven Domain.


Boom!


Pada saat suaranya selesai terdengar, serangan sebelumnya berhenti. Daratan dibawahnya terbelah menjadi dua bagian besar memisahkan dua daratan luas.


Negeri Legenda dibuat hancur, monster-monster banyak yang mati dalam serangannya.


Qin Chen menoleh kesamping dimana tanah dibawahnya sudah terbelah menjadi dua bagian. Kekuatan itu setidaknya bisa meruntuhkan hukum dunia dan dirinya yang tidak serius dalam bertarung, namun sekarang berbeda!


Monster itu bergerak mengayunkan tombaknya kesamping matanya, secara mengejutkan pertahanan absolute-nya muncul menghentikan serangan tombaknya.


Ledakan besar membuat material langit terhempas keluar jangkauan mereka berdua, para monster meringkuk ketakutan dan Qin Chen mengambil alih mendominasi monster-monster membunuhnya dengan satu tangannya.

__ADS_1


Tangan lainnya telah hancur akibat munculnya hukum dunia yang membatasi mahkluk luar masuk kedalam.


Kabut tebal yang mengelilingi mereka menghilang dan sosok Qin Chen sepenuhnya diperlihatkan tengah berdiri dengan tenang menahan serangan sebelumnya menggunakan pertahanan Transparan lima inci sebelum menyentuhnya.


Menyeringai tipis, ia melihat ke arah Penguasa Primordial Langit. "Kau cukup hebat, namun belum cukup untuk menghadapi abadi abadi Immortal Soul!"


Secara mengejutkan, matanya memancarkan cahaya kemerahan dengan rambut panjangnya berwarna putih terangkat naik ke langit seperti hembusan energi dibawah kakinya berhembus keatas.


Gertakan giginya membuat serangan suara dengan frekuensi tinggi, monster-monster ketakutan setengah mati dengan tersungkur kebawah.


Sedangkan Qin Chen lainnya menambhakan dampak serangan, ia menggunakan kemampuan surgawi meningkatkan gelombang suara menjadi semakin besar menyangkut kehidupan dan kematian mereka.


Jantungnya berdetak berulang-ulang dengan kecepatan tinggi, suaranya menghancurkan monster-monster di sekitarnya. Matanya bercahaya kemerahan dan balutan aura merah darah seperti nyala api.


Sesaat kemudian, Qin Chen di atas sana mendapatkan diri di serang dari belakang. Serangan kuat bertubi-tubi menghantam pertahanan belakang.


Terdorong kedepan membuat ia mendekati Penguasa Primordial Langit. Dengan cepat ia mengayunkan pedangnya berpindah-pindah tempat menyerang Penguasa Primordial Langit.


Swoosh!


Duarr! Duarr! Duarr!


Ledakan-ledakan besar membuat retakan dimana-mana, sarangan Qin Chen mengerikan membuat siapapun yang melihatnya akan ketakutan.


"Huh! Aku tidak mengira kau mempunyai kekuatan yang besar seperti ini. Namun semuanya masih dapat di seimbangkan, dari pada musuh yang aku hadapi sebelumnya angkuh bak Dewa."


"Immortal Soul, kau mempunyai kekuatan tak terbatas, namun pengalamanmu hanya segelintir di ujung jariku."


"Bacot!"


Tampar!


Qin Chen mengibaskan tangannya menamparnya.


Roarrr!


Ruangan rasa sakit menyemburkan napas panas, darah segar keluar mengalir dari mulutnya. Tamparan Qin Chen sebelumnya menghancurkan pertahanan dan melukainya hingga sampai mengeluarkan darah.


Qin Chen menyeringai membuatnya murka besar, Penguasa Primordial Langit menyerangnya secara brutal tak terkendali membuat pasukannya hancur dalam serangan-serangannya.


Memanfaatkan kesempatan, Qin Chen lain menghempaskan mereka menjadi tameng Qin Chen.


...

__ADS_1


*Bersambung ..


Otak author mumet, kalau kurang bagus maklumi, nanti kalau ada waktu langsung di revisi kembali.


__ADS_2