Immortal Soul

Immortal Soul
Chapter 57 : Menyelesaikan 30 Hari


__ADS_3

Bagh! Bugh! Bagh!


Puluhan hantaman bongkahan kayu membuat mereka babak telur, Qian Jingyin mengikatnya dengan tanaman merambat dan menyumbat mulutnya dengan bongkahan kayu diselimuti kain dimulutnya.


Matanya tidak dapat berkedip melihat Qian Jingyin, walaupun sudah punya satu di dunia abadi. Hang Lu menelan ludahnya, walaupun cantik tapi Qian Jingyin sangat ganas dan agresif tidak mungkin baginya bisa bertahan lima menit melawannya.


Kalau itu Qin Chen, mungkin bisa bertahan seharian!


"Apa yang mereka lakukan pada kalian? Katakan padaku, aku akan memberikan mereka hukuman yang setimpal dengan apa yang mereka perbuat kepada kalian."


"Jingyin, ikut aku sebentar." Kata Qin Chen.


Qian Jingyin mengikuti Qin Chen ketempat yang tidak dapat didengar oleh mereka semua, ia dengan bingung bertanya. "Qin Chen, apa ada sesuatu yang ingin kau katakan?"


"Begini, ini hanya prediksiku tentang mereka berdua yang sudah ... "


Mendengarnya langsung dari Qin Chen membuatnya menutup mulutnya. "Ti- Tidak mungkin, kalau seperti ini mereka bisa saja–."


"Benar, mereka bisa saja mendapatkan hal yang tidak diinginkan di usianya yang muda, semalam adalah kesempatan yang bagus karena pengintai militer tidak berfungsi dengan baik dibawa badai. Jika tidak cepat di berikan obat itu, maka sudah dipastikan."


"Sekarang bagaimana? Mereka bertiga manusia brengsek!"


"Aku memahami sedikit obat-obatan, kalau menemukan bahan-bahan yang aku butuhkan, aku bisa menyuling sebuah ramuan yang bisa mencegahnya."


"Baguslah, selama perjalanan aku akan memimpin pencarian bahan-bahan tersebut, kamu dan Hang Lu bisa memimpin seperti biasanya. Sementara ketiga orang itu, aku akan mengantung mereka di pohon untuk menerima hukumannya."


"Begitu? Bagaimanapun aku seorang laki-laki, apa kau tidak khawatir dengan apa yang akan terjadi kedepannya? Semalaman adalah momen yang bagus untuk menghangatkan seseorang, bahkan mental-ku di hantam dengan dua godaan disampingku."


"Sayang sekali, kesempatan ini hanya sekali datang dan tidak bisa aku dapatkan lagi di masa depan. Kalau ini di kota, aku sudah melahapnya tanpa sisa."


"Humph! Semua laki-laki sama saja, menyebalkan!"


Qian Jingyin meninggalkan tempat tersebut dengan kesal karena Qin Chen secara terang-terangan mengatakan hal yang tidak senonoh, ini ia lakukan agar Qian Jingyin lebih memperhatikan dirinya dan tidak membuat kesalahan.


Jika semalam bukan Qin Chen, sudah dipastikan ia akan sama seperti dua wanita dihadapannya.


Qin Chen mendekati mereka bertiga bersama Hang Lu sambil tertawa terbahak-bahak bersifat kejahatan.


"Hang Lu bagaimana sekarang? Gantung atau dikebiri sampai tidak bisa merasakan kenikmatan surga."

__ADS_1


"Apa saja, selama mereka bahagia kita lakukan!"


Mata penuh kebencian bermunculan memberontak dengan suara aneh, Qin Chen dan Hang Lu mengikat mereka dengan erat mengantungnya ke atas pohon untuk menjadi ornamen peninggalan di masa depan sebagai patung kuno.


"Lanjutkan perjalanan, mereka bertiga tidak akan berguna dengan sifat buruknya. Lebih baik tinggal ditempat ini dan dimakan hewan buas lebih berguna dibandingkan menyusahkan orang lain."


Mereka berdua sudah diberikan daging bakar sebelumnya, dan melanjutkan perjalanan mencari kelompok lainnya karena membutuhkan tenaga kerja tambahan yang dapat berkerja sama.


Satu hari berlalu dengan mereka menemukan sudah menemukan bahan-bahan yang dibutuhkan Qin Chen menyuling sebuah ramuan untuk menyangkal kehamilan dimasa subur.


Dengan begitu, mereka tidak dipermalukan oleh orang-orang atau dikeluarkan dari akademi melakukan tindakan seperti ini.


Dimata yang beruang, mereka bisa melakukan segalanya dengan uang.


Menutup mata dan mulut agar tidak membicarakan tentang kejadian ini di masa depan.


"Bagaimana kondisi kalian? Apa mulai membaik?"


"Sepertinya, terimakasih banyak Qin Chen."


"Sudahlah, lupakan saja karena aku hanya membantu kalian terhindar dari hal-hal yang merepotkan di masa depan."


"Benar, tingkat bahaya hutan ini sangat sulit ditentukan, ada banyak hewan buas berkeliaran dimana-mana. Jika terus seperti ini, antara kita mati dimakan hewan buas ataupun kehilangan waktu yang sia-sia."


"Bagaimana menurutmu Hang Lu?"


"Kembali ke rumah pohon, karena disana lebih aman dibandingkan hutan liar ini."


Menyentuh keningnya, mencoba melihat tempat-tempat dimana mereka berada di malam seperti ini.


Sesaat kemudian, ada banyak orang-orang berkumpul dan bahkan menyekap beberapa wanita didalam tenda entah apa yang mereka rencanakan malam ini, tapi kemungkinan besar adalah cocok tanam bersama.


Pengintai yang berada di langit tidak akan bisa mengalahkan na*su dengan upaya dilakukan untuk menyembunyikan keanehan dimata para pengawas.


Sementara hewan buas terdapat banyak dimana-mana tengah berkeliaran mencari mangsa dan salah satunya adalah serigala yang tengah mendekati mereka.


Qin Chen langsung berdiri mengejutkan mereka, karena reaksinya sigap menghadapi sesuatu yang datang.


Menutup bibirnya meminta mereka agar tidak berbicara dan mematikan api unggun.

__ADS_1


Memberikan kode tangan untuk bergerak secara perlahan-lahan kembali ketempat semula karena Qin Chen memutuskan untuk menggunakan tujuh orang saja karena sudah cukup walaupun kebanyakan beban.


"Ada apa Qin Chen?"


"Ada beberapa serigala di sekitar kita, untuk sekarang kita kembali dan mengubah rencana untuk mencari kelompok lain karena bahaya yang dihadapi lebih tinggi."


"Hang Lu berwaspadalah bagian belakang, kalian berlima menjaga kanan dan kiri, aku akan didepan."


"Baik."


***


Selama semalaman mereka tidak tidur dan terus melangkah menghindari pengejaran serigala buas. Mereka yang tiba di tempat asal langsung terduduk lemas karena kelelahan tidak beristirahat sedikit semalam.


Melihat masih ada daging untuk di bakar mereka memulai membakarnya dan menikmati daging tersebut, Qin Chen melihat lautan kembali tenang dengan pengintai kembali beroperasi.


Sedangkan orang-orang semalam gagal melakukan cocok taman, karena Qin Chen memberikan ilusi mata yang membuat mereka satu sama lain melakukan hal yang mengerikan.


Hari keempat mereka membangun mulai membangun kapal untuk membebaskan diri dari tempat tersebut.


Qin Chen sudah membuat banyak paku dari biji besi yang bisa digunakannya.


Hang Lu membantu menebang pepohonan disekitarnya sebagai bahan merakit kapal meloloskan diri, sedangkan para wanita mencari makanan dan lain sebagainya yang berguna.


Selama berhari-hari membangun kapal di tepi pantai untuk meloloskan diri dari pulau.


Peningkatan kekuatan Qin Chen dapat dirasakannya, karena tidak sengaja menemukan buah kekuatan yang bisa meningkatkan status serangan +1.


Hingga dua puluh enam hari berlalu dengan banyak bencana yang mereka alami di pulau seperti bencana alam dan hewan buas mencoba memangsa mereka.


Selama itu mereka selamat karena Qin Chen selama tiga puluh hari tidak tidur dengan matanya bergadang memperkuat Jiwa Abadi-nya.


"Seharusnya menyelesaikan universitas ini dan membuat satu perusahaan besar dan kaya sudah menghilangkan penyesalan abadi sekaligus menepati janjiku."


Malam terakhir sebelum mereka pergi meninggalkan pulau Kyushu.


Qin Chen menghitung bintang berkurang dari sebelumnya ini menandakan bahwa bencana langit masih tersebar di atas sana. Penguasa Primordial Langit, monster itu membuat banyak kekacauan.


...

__ADS_1


*Bersambung ...


__ADS_2