
Puncak Tebing,
Qin Chen tiarap dan merangkak di antara rerumputan yang tinggi, ia melihat kebawah ada orang yang mencurigakan tengah menyerap esensi bumi.
"Sungguh bahaya, kalau dia benar-benar orang Domain Atas, kenapa menyerap esensi bumi? Tunggu, apa dia tengah menyempurnakan elemen bumi dengan menyerap esensi dunia ini?"
Ia memikirkan bagaimana cara menyerap esensi bumi di Domain Atas, kemungkinan besar akan ditangkap karena akan menyebabkan banyak bencana besar yang membuat seluruh kehidupan akan musnah.
Qin Chen mengambil batu kecil di sampingnya, mengarahkan serangannya ke kepalanya.
Swoosh!
Duarr!
Saat batu itu menghantam kepalanya, ia tersungkur kebawah membuat kepalanya tersangkut ke tanah. Dengan penuh amarah karena diganggu oleh orang lain, ia menghancurkan batu tersebut dan menyabut kepalanya.
"Keparat! Siapa yang menyerangku keluar kau sekarang!"
Tidak ada yang menjawabnya, Qin Chen hanya diam disana menghilangkan keberadaannya. Ia mencoba mencari orang yang menyerangnya, namun tidak ada satupun keberadaan di sekitarnya selain hewan kecil seperti kelinci disekitarnya.
"Sial! Siapa yang menyerangku secara diam-diam! Aku tidak menemukan keberadaannya dengan Indra surgawiku."
Qin Chen langsung menyerangnya lagi hingga tersungkur kebawah, saat ia hendak mengangkat kepalanya serangan lain membuatnya tersungkur lagi dan lagi terus mengulang.
Setelah beberapa waktu berlalu, ia kehilangan banyak darah dan energi dalam dirinya tidak stabil karena diganggu dalam proses menyerap esensi bumi. Qin Chen menyadari seberapa berbahayanya menyerap esensi bumi saat diganggu.
Ia keluar dari persembunyiannya dan melihat pria itu terkapar dengan darah di mulutnya, ia melihat Qin Chen yang keluar sambil tersenyum menghinanya karena terlalu bodoh dan bodoh tidak menyadari dirinya.
"Aku kira orang dari Domain Atas sangat hebat, hanya di ranah Martial Dominator (5) berlagak seperti langit di Benua Yongheng. Benar-benar orang yang tidak mempunyai etika saat bertamu di rumah orang."
Ia mengikatnya dengan formasi, lalu menyerap esensi bumi yang berhasil ia serap sebelumnya.
"Esensi ini tidak boleh diambil oleh orang-orang Domain atas, karena ini punya Benua Yongheng. Karena itu, aku akan mengambilnya sedikit sebagai kompensasi, lalu membawa orang ini kembali dan misi selesai."
Mulutnya tidak bisa berbicara karena Qin Chen berikan solatib biar tidak bisa bicara, ia mengangkat kakinya dan melesat meninggalkan tempat tersebut karena tugasnya benar-benar mudah.
***
__ADS_1
Sekte Pedang Giok,
Begitu ramai orang-orang mencari misi setelah kedatangan Qin Chen disana. Bahkan misi di board mulai mengering tidak cukup banyak permintaan dari klien, ini disebabkan oleh Qin Chen yang tengah mencari Poin Kontribusi.
Saat Qin Chen tiba, semua orang melihatnya dengan kagum karena diusianya yang muda sudah mencapai ranah Martial Ancestor, sungguh membuat iri semua orang termasuk para tetua.
"Senior misi, dimana kau?"
Qin Chen melempar orang itu kelantai hingga terguling-guling.
"Senior Chen!"
"Ternyata kau di sana, dia adalah orang dari Domain Atas. Misi selesai, menyelediki sangat sulit bagi tuan muda ini, karena itu tuan muda ini langsung menangkapnya dan menyeret orang ini ke tempat ini untuk di interograsi. Hati-hati, dia seorang Master di ranah Martial Dominator (5)."
Orang itu menelan ludahnya karena monster apa yang Qin Chen bawa ke Sekte! Seorang master ranah Martial Dominator (5) di seret dan wajahnya penuh luka pukul dimana-mana.
Sekarang yang monster dan yang tidak monster dapat terlihat jelas, Qin Chen adalah monster alami dan orang Domain Atas adalah monster buatan.
"Te- Terimakasih Senior Chen, ini adalah 100.000 Poin kontribusi." Katanya menyerahkan plat emas yang berisikan 100.000 Poin Kontribusi.
"Mantap! Dengan 100.000 Poin Kontribusi ini bisa sewa wanita cantik semalaman, benar bukan senior?" Tanya Qin Chen dengan membisikkan sesuatu tentang menyewa wanita cantik.
"Fumu~ aku menyukai orang yang tidak munafik, kau akan menjadi saudaraku di masa depan." Balasnya.
Saat hendak keluar, ia merasakan hawa membunuh dibelakangnya membuat tulang-tulang dan sumsum Qin Chen bergetar hebat seakan ada bencana kedua setelah perang rumah tangga pertama.
Ia langsung melihat kebelakang sudah ada Xiao Yueyin yang tengah melihatnya dengan mata sipit, Qin Chen menelan ludahnya dan langsung melesat mendekatinya.
"Cantik Yueyin, apa kamu sudah disini sedari tadi? Kenapa tidak bilang padaku, ada sesuatu yang ingin aku berikan padamu."
"Ya, sedari tadi hingga mendengar bisnis menyewa wanita cantik dengan Poin Kontribusi yang Little Chen dapatkan dari misi menyelidiki orang Domain Atas."
"Ah! Aku ketahuan, baiklah aku sudah ketahuan. Ini untukmu saja, karena aku tidak membutuhkan Poin Kontribusi apapun, ketrampilan dan lainnya sudah aku punya di penyimpanan."
"Huh? Apa artinya ini?"
"Tidak-tidak kamu jangan salah sangka, aku tidak bermaksud lain aku menyelesaikan misi hanya untuk memberikan Poin Kontribusi untuk bekalmu kedepannya. Karena, kamu akan berjuang di Benua Yongheng ini."
__ADS_1
"Apa maksudmu?"
"Kamu akan tahu ketika waktunya, untuk sekarang ikut aku ke aula pertandingan dan berlatih denganku."
Qin Chen membawanya ke aula pertandingan karena akan berlatih melawannya. Dengan begitu, kemampuan bertarungnya akan meningkat pesat dan membawa pengalaman luar biasa.
Xiao Yueyin ikut dibelakangnya membawa Poin Kontribusi yang Qin Chen berikan sebelumnya sebagai bentuk lain.
***
Aula Pertandingan,
Qin Chen berdiri di depan Xiao Yueyin yang menggunakan pedang ditangannya, orang-orang berdatangan melihat pertandingan mereka berdua. Tidak ada yang tidak datang, karena ini Pertandingan persahabatan untuk saling mencari ilmu dan melatih kemampuan masing-masing.
"Xiao Yueyin kedepannya kamu akan melangkah sendiri, karena aku ada disini aku akan memberikanmu beberapa arahan selama pelatihan khusus dariku. Sekaligus, aku akan memberikan beberapa ketrampilanku yang unik."
"Apa aku akan bertanding denganmu?"
"Tentunya, aku akan menurunkan kekuatanku hingga menyamaimu kamu dapat menyerangku dari segala tempat. Aku hanya akan bertahan dan menyerang memberikan beberapa arahan padamu."
"Baik Little Chen, mohon pencerahannya."
Ia menarik pedangnya dari sarungnya, Qin Chen menyelimuti tubuhnya dengan aura menekan kekuatan hingga mencapai Martial King (7). Bahkan saat kekuatannya tertekan, ia mengeluarkan nafas yang panas.
Qin Chen mengeluarkan pedangnya menariknya dari celah langit membuka mata semua orang, karena celah langit itu seperti penyimpanan sistem Qin Chen.
Iron Sword berada ditangannya, pedang yang sering ia gunakan dan bahkan sekarang masih ia gunakan meski sudah banyak kerusakan dipedangnya.
"Little Chen, bukankah itu yang kamu gunakan sepuluh tahun yang lalu? Sampai sekarang, kamu masih menggunakan Pedang Besi itu dan bahkan sudah mendapatkan banyak kerusakan di seluruh sisinya."
"Pedang ini penuh dengan kenangan, aku menggunakannya untuk membunuh monster dan lain sebagainya. Pedang Utamaku tidak pernah aku gunakan, karena cukup berbahaya untuk sekarang."
"Begitu? Apa sudah mulai?"
"Mulailah."
...
__ADS_1
*Bersambung...