Immortal Soul

Immortal Soul
Chapter 73 : Kemunculan Dewa Kuno


__ADS_3

Kota Monster.


Ada ribuan bangunan besar dan ratusan bangunan sedang di kota. Jutaan manusia mempunyai tanda budak di dada mereka untuk membedakan mana yang budak dan manusia biasa.


Sesaat mereka masuk kedalam kota, keberadaan Qin Chen langsung membuat segerombolan monster besar berdatangan di atas bangunan kota, mereka mengeluarkan aura membunuh dengan tawa lantang bak Dewa.


"Tidak membutuhkan usaha untuk menemukan Immortal Soul! Karena sekarang dia datang ke kota secara pribadi, sebagai tuan rumah aku akan menyambutnya dengan baik." Katanya sembari menyerang Qin Chen dengan tangannya.


Bang!


Monster lain menutup mata mereka, dimana kabut menyelimuti seluruh tubuhnya menghilang di antara kerumunan orang-orang berkumpul sebagai tameng menghadapai Qin Chen.


Beberapa saat kemudian kabut itu menghilang, monster sebelumnya merasakan serangannya tidak dapat melukainya dan bahkan hanya dengan satu jarinya berhasil menahan serangan.


Mencoba untuk menariknya, usahanya tidak dapat bergerak satu inci dari tempatnya.


Diantara kabut yang menghilang, ia menahan serangan dengan menambahkan tekanan kekuatan besar menekannya agar tidak bergerak dari sana.


"Kau adalah monster ketiga yang mencoba membunuhku. Sayangnya, monster-monster sebelumnya berakhir dengan kematian, bodohnya kalian."


Huh!


Pusaran energi di tangannya mengalami peningkatan besar, setiap detiknya fluktuasi energi semakin besar dan besar seolah-olah tengah membentuk lubang hitam besar menelan siapapun.


Tangan monster hancur, perasaan intens diserang energi besar memasuki tubuhnya bergejolak kesana-kesini.


Meledak-ledakkan bagian dalam tubuhnya dengan energi kekacauan, raungan keras monster itu membuat gempa bumi, tsunami di lautan menenggelamkan pesisir daratan.


Qin Chen menyeringai menatapnya dengan penuh keangkuhan.


"Be- Berhenti! Berhenti aku bilang, sialan!"


Dalam hitungan detik, monster itu menghilang ke langit dan meledak begitu besar menghempaskan apapun di langit. Hempasan angin di atas sana dapat merasakan rasakan dibawah.


Tubuhnya tidak sanggup menampung kekuatan besar yang tersimpan di tubuh Qin Chen, energi besar itu meledak-ledak seperti bom waktu yang kapapun bisa meledakan segalanya.


Dibawah langit cerah, ia berdiri dengan tatapan penuh membunuh.


"Sisanya, kalian dapat mati dengan tangan sendiri atau tanganku?"


Boom!

__ADS_1


Mereka melompat ke langit melesat meningkatkan kota, ia yang hendak kabur terhenti dengan serangan besar membentuk sorotan cahaya menembus langit melenyapkan apapun.


Selepas itu, monster-monster lainnya ketakutan berlarian merusak fasilitas kota untuk meninggalkan tempat yang tidak aman lagi baginya.


Aromanya dapat menarik banyak monster kuat untuk mendapatkan kekuatan tak terbatas, sayangnya mereka harus mati menghadapi monster.


Qin Chen menghela napasnya, ia melangkah melanjutkan perjalanan menuju tempat beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan ketempat gedung utama di kota.


Tempat para monster itu berada, dan Demon yang mengikat manusia sebagai budak.


***


Gunung besar merupakan kediaman bagi para monster, terdapat pohon besar yang mempunyai pintu masuk kedalamnya. Pintu itu masih misteri baginya, karena itu ia belum memasukkan tempat tersebut dan masih mencari-cari sesuatu yang penting.


Fang Yu membantunya, ia mengambil apapun yang di butuhkan.


Tidak lama setelah itu, suara gemuruh pecah didalam ruangan itu membuat keduanya menoleh ke langit.


"Apa kau mendengarnya?"


"Benar tuan, gemuruh itu pecah di langit membuat retakan besar sepanjang mata, kemungkinan besar Dewa Kuno menyadari kematian monster di kota ini."


"Bagaimana sekarang tuan? Apa kita harus melawannya segera sebelum memasuki kota, ini akan membahayakan orang-orang di kota nantinya sebelum mereka terlepas dari perbudakan."


"Kau tetap berada disini dan cari apa yang penting. Sekaligus mencari tentang perbudakan bagaimana melepaskannya."


"Baik."


Qin Chen meninggalkan ruangan itu dan muncul di atas gunung dengan tatapan dingin memperhatikan sosok di dalam retakan besar diatas sana. Sosok itu mengenakan pakaian merah dengan mata biru mengamatinya, ia memberikan permusuhan.


Ribuan naga meraung keras membuat gempa dimana-mana, sesaat kemudian serangan menyerupai sorotan cahaya jatuh ke bawah tepat diatas kepalanya.


Boom! Boom! Boom!


Guncangan hebat membuat bebatuan di langit-langit mulai berjatuhan ke bawah, Fang Yu melompat-lompat menghindari bebatuan yang berjatuhan, ia membaca banyak informasi sembari memastikan pintu besar di pohon tersebut.


Didalam gunung itu terdapat pohon besar yang menghubungkan satu tempat ketempat lainnya.


Qin Chen menahan serangan naga dengan tangannya, ia menarik energi di sekitar gunung keatas telapak tangannya lalu kemudian ia melepaskan serangan besar.


"Dominasi Tangan Surga!"

__ADS_1


Manifestasi tangan besar berwarna keemasan menampar sekumpulan monster di langit hingga tidak berbentuk lagi. Ratusan monster meledak membuat hujan darah di daratan besar.


Menyapu langit-langit dengan tangannya, ia membuat orang-orang di kota mengaguminya sebagai perwujudan kekuatan tak terbatas di dunia.


Secara mengejutkan retakan itu di perbaiki dengan cepat menghilangkan keberadaan Dewa Kuno.


Kekuatan Dewa kuno berada di Ranah Transcend Ascension (Setengah Dewa) sementara kekuatan Qin Chen di ranah Transcend Ascension (Dewa/Immortal Soul) kekuatan tak terbatas.


Mengamati keberadaannya menghilang dari dunia seperti bersembunyi. "Kekuatan Dewa Kuno berada di ranah Transcend Ascension (Setengah Dewa)."


Qin Chen khawatir kalau Kaisar Surga Long Aotian adalah kekuatan tertinggi di dunia dengan ranah yang sama seperti Penguasa Primordial Langit. Walaupun begitu, mereka tidak mempunyai konflik besar untuk di selesaikan dengan perang.


Meskipun begitu ada banyak Dewa keluar dari Heaven Domain menghasut para monster melakukan tugasnya.


Setelah membersihkan naga yang ada di langit, ia kembali ke tempat sebelumnya menemukan Fang Yu membawa gulungan misterius di tangannya.


"Tuan, aku mendapatkan gulungan ini dan tidak dapat membukanya. Jika itu tuan seharusnya bisa membukanya dan menemukan sesuatu yang penting didalamnya. Sebelum aku sudah memastikan sesuatu, pintu dibawah pohon ini terhubung dengan pulau lain yang berdekatan dengan tempat Penguasa Primordial Langit."


"Kerja bagus Fang Yu."


"Sama-sama tuan."


Qin Chen membuka segel di gulungan dan informasi penting ia dapat, itu adalah rencana penyerangan Heaven Domain sewaktu Penguasa Primordial Langit melawan Immortal Soul nantinya.


"Mereka merencanakan penyerangan terhadap Heaven Domain selama Penguasa Primordial Langit melawanku nantinya. Dengan rencana ini, mereka dapat memberikan alasan penyerangan untuk bertahan hidup mengambil sebagian besar Heaven Domain."


"Apa! Bukankah itu sama saja dengan membuat tuan menjadi domba hitam?"


"Tidak apa-apa, karena mereka tidak sempat untuk memberikan informasi, dan lagi Dewa Kuno sebelumnya melarikan diri entah kemana."


"Tunggu tuan, ada banyak pulau mengambang di langit dan dari sekian pulau-pulau itu adalah sembilan pulau besar sebagai penopang pulau lainnya. Sekarang, kita berada di pulau kedua dari sembilan pulau seharusnya dengan melewati pintu disana kita akan sampai di pulau kedelapan. Tempat monster berada berdampingan dengan manusia."


"Aku hanya tahu tentang ini, untuk kehidupan manusia disana aku belum mengetahuinya karena aku belum pernah ke pulau delapan sampai sekarang." Jelasnya dengan semua informasi di benaknya.


"Kita akan melewati pintu ini, melompat beberapa pulau seharusnya tidak masalah, dengan kematian Penguasa Primordial Langit akan membuat para monster tidak berani bergerak."


Fang Yu mengangguk setuju, namun mereka tidak tahu kalau di daratan kedelapan nantinya adalah tempat neraka!


...


*Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2