Immortal Soul

Immortal Soul
Chapter 67 : Pertandingan Olahraga


__ADS_3

Universitas Yang Xi.


Setelah berada di pemakaman selama beberapa waktu, ia kembali ke universitas untuk memastikan sesuatu. Memperhatikan seluruh universitas dibawah kelopak matanya, mencoba mengingat apapun yang ia ingat sekarang.


Bahkan menggunakan kemampuan waktu memundurkan adegan-adegan di universitas karena ia penasaran.


Selama ia mencari tidak dapat menemukan apapun!


"Seperti yang aku duga, Cang Luli adalah kunci bagiku untuk menembus Transcend Ascension!"


Sekalipun ia mengulangi adegan universitas selama seribu putaran, ia tidak dapat menemukan apapun yang mencurigakan baginya. Penampilannya begitu murni dan bahkan tidak mempunyai pemikiran tentangnya.


"Seribu putaran adegan di universitas tidak memberikan satupun kepastian! Penampilannya begitu murni sampai-sampai aku tidak dapat membaca isi hatinya, kenapa dia seperti sekarang ini."


Tanpa ia sadari kalau ia meninggalkan satu kesalahan, ia tidak melihat masa depan dan hanya mengulang di masa lalu saat ia masih hidup di bumi.


Bahkan ia yang di akui dunia sebagai Saint Dunia tidak dapat menyadari tindakan sekecil ini.


Qin Chen kembali melihat dunia nyata, matanya penuh penasaran.


"Sebagai manifestasi kausal, aku membuat banyak kesalahan hingga menyebabkan sebab dan akibat tidak dapat membantuku. Takdir menolak dan langit menentang, seribu tahun perjalanan berakhir."


Matanya meredup seperti bola lampu, ia mengibaskan tangannya. Seketika sebuah gelombang membentang luas di langit menyapu awan.


"Aku akan memikirkannya selama berada di universitas, untuk sekarang menghilangkan kecurigaan dari teman-temanku di kelas, karena ini adalah kehidupan yang aku inginkan selama ini."


Qin Chen kembali ke universitas untuk beristirahat menunggu hari esoknya.


***


Semalam, ia mendapat kabar kalau ia mendapatkan tugas untuk membantu teman-temannya di bidang olahraga memenangkan pertandingan melawan kelas hukum di universitas.


Qin Chen datang ke lapangan olahraga, wanita-wanita disana berteriak histeris melihat penampilan Qin Chen benar-benar mengagumkan tidak dapat menahan teriakannya.


"Kenapa kau menghubungiku malam-malam? Aku akan mendapatkan kematian kalau semuanya hanya untuk mengurus keroco seperti mereka."


"Qin Chen, kami membutuhkan bantuanmu untuk melawan mereka, mereka mencoba merendahkan kelas teknologi!"


Qin Chen menoleh kesampingnya, ada rombongan besar dari bidang hukum mencoba memandang rendah bidang teknologi. Tatapan mata yang tidak senang, sikap angkuhnya seperti langit dan gayanya begitu besar.

__ADS_1


"Karena mereka minta untuk di pukul, aku akan melayani mereka dengan baik."


Dengan mengerakkan tangannya, ia melepaskan pakaiannya memperlihatkan tubuhnya sixpack sempurna! Teriakkan para wanita di lapangan semakin histeris mengambil gambar Qin Chen.


Teman-temannya menutup matanya, karena sangat menyilaukan bagi mereka yang tidak populer.


"Kemarilah, kalau bisa sekaligus karena aku tidak mempunyai waktu menghadapi sekumpulan orang bodoh seperti kalian." Katanya sembari memprovokasikan kelompok mereka.


Sedangkan di antara mereka terdapat guru yang mengajar, ia mengangkat tangannya mencoba melihat kemampuan Qin Chen. Saat tangannya turun kebawah, Qin Chen bergerak sangat cepat kedepan.


"Sau tumbang!"


Bugh!


Satu hempasan keras menghantam lantai, ia menendang satunya kesamping dan mengayunkan tangannya secara vertikal meruntuhkan tubuh besar untuk berlutut dihadapannya.


Dalam waktu singkat, selusin orang di runtuhkan!


"Pemenangnya adalah kelas teknologi!"


"Hiyaaaa ... "


Setelah beberapa menit, ia kembali turun kebawah.


"Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, seperti kelas teknologi mendapatkan wewenang lapangan ini."


"Sebenarnya, kami bertemu dengan mereka yang mencoba menguasai lapangan ini sepenuhnya. Karena itu, kami membuat pertandingan ini dan tidak menyangka kami kewalahan."


"Benar, untungnya kami mempunyai kau Qin Chen."


"Ternyata begitu, aku kira apa ternyata pertandingan perebutan wewenang lapangan di universitas Yang Xi." Gumamnya, ia kembali duduk di tempatnya melihat teman-temannya tengah melakukan olahraga pemanasan sebelum masuk kedalam materi pengajaran.


Karena dunia membutuhkan kekuatan, materi pengajaran hari ini adalah martial art.


Profesor di hadapannya memberikan berbagai contoh martial art. Seperti menghancurkan bongkahan batu, menjatuhkan musuh dari kejauhan dan lain sebagainya.


Qin Chen mengamatinya, karena ia merasakan kekuatan samar-samar abadi di dalamnya. Seperti ia mempunyai ketrampilan abadi yang tidak sempurna ia pelajari hingga sekarang menjadi seorang Profesor.


"Bagaimana pendapatmu, Mahasiswa Qin?"

__ADS_1


Qin Chen langsung sadar kembali. "Tidak buruk, karena melatih kemampuan martial art dapat melindungi diri sendiri ataupun orang lain, tergantung pada penggunaan. Karena ada banyak orang di luar sana salah mengunakan martial art sebagai kejahatan mencari keuntungan ataupun mengisi has*at mereka masing-masing."


"Benar!" Balas Profesor itu. "Karena itu, martial art dibutuhkan untuk kalian sehingga tidak akan ada hal seperti sebelumnya terulang kembali selama kalian kuat, bagaimana?"


"Profesor tolong berikan kami pelatihan martial art!"


Profesor itu tersenyum puas karena mendapatkan murid-murid yang antusias mempelajari martial art. Qin Chen mengikutinya untuk menyembunyikan dirinya, karena itu melakukan sebisa mungkin tidak menarik perhatian.


Qin Chen terduduk santai setelah berlatih selama berjam-jam di lapangan, sementara teman-temannya tengah terkapar meminum banyak air dikarenakan hidrasi.


"Apa kita harus menghadapi neraka selama melakukan pelatihan martial art? Kalau benar, aku ingin menyerah lebih awal sebelum aku benar-benar di bawa ke neraka."


"Kalian! Kalian sudah memutuskan untuk melakukannya, kenapa kalian menyerah setelah mencobanya! Dasar laki-laki tidak berguna seperti kalian mending kembali ke rumah dan peluk guling kalian!"


"Kau tidak tahu apapun, kami mendapatkan doubel pelatihan dan kau hanya satu kali!"


"Apa masalahnya? Kalian ada laki-laki, tulang punggung keluarga seharusnya kalian tidak boleh mengeluh hanya karena berlatih dua kali dari kami."


Seluruh mahasiswa laki-laki muntah darah, karena perkataannya ada benarnya. Seharusnya mereka harus bertahan dan menghadapi neraka untuk menghidupkan anak bini di rumah nantinya.


Mata api membara membakar daging dan darah, mereka kembali berlatih menunjukkan pada para wanita kalau mereka adalah laki-laki sejati yang dapat berguna dimasa depan.


Sementara mereka yang bangkit kembali melatih martial art, Qin Chen duduk menonton semangat membara dari tempatnya.


"Bukannya kau harus bergabung dengan mereka? Kau satu-satunya yang tidak kesana, apa mungkin kau sudah merasa kuat untuk sekarang."


"Mungkin, karena sudah sangat kuat aku hanya mengikuti pemanasan sebelumnya. Selebihnya merekalah yang harus berjuang, karena aku hanya akan melihat mereka."


"Ha! Lupakanlah, mau di Pulau Kyushu hingga ke universitas, aku melihatmu begitu santai seolah-olah semuanya tidak menantang." Balasnya, Qian Jingyin.


"Kau benar, semuanya tidak menantang bagiku."


Qian Jingyin memberikan minuman bersoda untuknya menemani hari yang panas, mendapatkan minuman gratis ia mengambilnya.


Setelah kelas olahraga berakhir, Qian Jingyin mengajaknya untuk makan bersama di restoran malam ini. Qin Chen awalnya menolaknya karena mempunyai urusan, namun Qian Jingyin memaksanya untuk makan bersama.


Ia memberikan alasan yang cukup kuat, ucapan terimakasih karena membantunya keluar dari Pulau Kyushu.


...

__ADS_1


*Bersambung ...


__ADS_2