Immortal Soul

Immortal Soul
Chapter 50 : Universitas Yang Xi


__ADS_3

Universitas Yang Xi,


Universitas terbaik berada di kota, tempat Qin Chen sebelum ia mati dalam ledakan besar kesalahan tetangga. Ditambah, matanya sedari tadi memeriksa kota untuk mencari keberadaan sosok yang memberitahukannya bahwa ia akan mati dalam ledakan.


Ia tengah berdiri diam didepan gerbang universitas dari samping ada seseorang yang menabraknya hingga membuyarkan buku-buku yang dibawa oleh orang itu.


"Aduh ... Ma- Maafkan saya, saya tidak melihat saat berjalan." Katanya dengan suara kecil mencoba mengambil satu-persatu buku yang berserakan di lantai.


Qin Chen menoleh kesamping melihat penampilannya wanita, cantik dengan rambut pendek berkacamata hitam. Sedikit menghela nafasnya, ia membantu mengambil buku-buku yang berserakan.


"Tidak apa-apa, apa kau seorang profesor di universitas ini?"


"Be- Benar, saya profesor di bidang teknologi, apa ada yang bisa saya bantu?" Balasnya.


Setelah mengumpulkan buku-buku tersebut, ia melihat Qin Chen yang tengah berdiri didepannya dengan pakaian modern kuno berwarna hitam menyerupai jas namun nyatanya itu masih tergolong pakaian kuno.


"Maafkan sebelumnya, saya Qin Chen mahasiswa yang hendak mendaftar di universitas ini, apa anda bisa meluangkan waktu untuk mengantarkan saya ke ruangan pendaftaran?"


"Qi- Qin Chen?" Dengan gugupnya ia melihat Qin Chen dihadapannya, wajahnya memang tidak sama namun namanya sama. "A- Apa ka– Tidak, dia sudah lama meninggalkan dunia ini." Ia bergumam sendiri.


Qin Chen kebingungan, karena sudah lama tidak bertemu dengan teman-temannya yang mungkin sudah berubah dibandingkan terakhir kalinya melihat.


"Mahasiswa Qin, aku akan mengantarmu ke ruangan pendaftaran, tolong ikuti aku." Katanya yang melupakan satu hal, itu adalah perkenalan awalnya.


Ia membawa Qin Chen masuk kedalam universitas untuk pendaftaran, satu tahun mendalami pendidikan dan mendapatkan surat kelulusan menghilangkan penyesalan duniawi dengan begitu ia bisa menembus ranah Transcend Ascension.


Setibanya didalam ruangan pendaftaran, Qin Chen mendaftarkan diri untuk masuk ke dalam bidang teknologi. Karena mencari uang dari sana lebih mudah.


Ia seorang alkemis surgawi bisa menyembuhkan segala penyakit, ia seorang master formasi surgawi yang bisa menciptakan berbagai macam formasi, ia seorang True Saint diakui dunia sebagai perwujudan kekuatan tertinggi di dunia.


Tidak ada lagi yang bisa ia capai, hanya mencari uang untuk kaya dan menempa Jiwa Abadi menghindari penyesalan abadi yang akan membuatnya gagal dalam penyesalan mendalam.


"Mahasiswa Qin, mulai sekarang kau dapat memulai pelajaran di kelas. Profesor Cang, Mahasiswa Qin akan menjadi murid barumu dikelas."

__ADS_1


Ia mengangguk kecil, "Mahasiswa Qin, ikut saya kedalam kelas untuk memulai pelajaran pertama."


Qin Chen masuk dengan membayar biaya pendaftaran, karena ia tidak mempunyai dokumen kelulusan di sekolah sebelumnya, karena semuanya hangus kebakar di malam itu.


Dengan alasan yang sama ia dapat masuk dengan membayar daftar masuk yang besar mengikuti pelajaran di kelas.


"Profesor apa anda dari keluarga Cang?"


"Benar, apa mahasiswa Qin mengenal salah satu dari keluarga Cang saya?"


"Panggil aku Qin Chen atau Little Chen, karena panggilan itu sudah biasa digunakan. Tentang pertanyaan sebelumnya, aku mempunyai teman bernama Cang Yue, apa anda mengenalinya?"


"Cang Yue?" Ia menunjukkan kartu namanya yang berada di pakaiannya.


Saat Qin Chen melihatnya, ia membeku sesaat mencoba mengingat kembali wajahnya yang masih seorang mahasiswa. Mencoba menyamakan dengan ingatannya benar-benar berbeda jauh dari apa yang ia bayangkan sekarang.


Mengetahui bahwa orang itu adalah Cang Yue, Qin Chen langsung mengganti topiknya karena identitasnya mungkin akan ketahuan kembali seperti sebelumnya saat berada di dunia abadi.


"Begitu, aku tidak tahu bahwa kau adalah Cang Yue benar-benar perubahan besar, ngomong-ngomong tentang pelajaran awal, apa yang bisa aku lakukan? Memperkenalkan diri didepan kelas atau memulai langsung pelajaran."


"Baiklah."


Sepanjang perjalanan mereka mengobrol hingga masuk kedalam kelas, dimana mahasiswa dan mahasiswi lain melihat murid baru yang masuk kedalam kelas mereka dengan penampilan yang sempurna!


Rambutnya masih panjang karena tidak dapat di gunting, entah itu sebuah kutukan atau tidak Qin Chen sendiri kebingungan saat menata penampilannya.


"Semuanya duduk, kita kedatangan mahasiswa baru." Kata Profesor Cang kepada murid-muridnya di kelas.


"Aku Qin Chen, mahasiswa baru di universitas Yang Xi di bidang teknologi, usia 20 tahun, mungkin. Salam kenal semuanya." Kata Qin Chen dengan biasa-biasa saja tidak ada yang dilebih-lebihkan.


"Yo Qin Chen, wanita seperti apa yang kau sukai!" Kata pria dengan pakaian kuning di belakang sana dengan keras.


Qin Chen menyadari karakteristik pria itu benar-benar unik, bagus untuk menjadi temannya. "Uhukk ... Tentunya berdada besar dengan kecantikan alami seperti bulan, sebagai contohnya seperti Profesor Cang."

__ADS_1


"Mantap! Mulai sekarang, kita adalah saudara sehidup dan semati!"


Ia tertawa kecil dimana matanya melihat Profesor Cang tengah marah dengan ekspresi tidak biasa kerahnya. "Mahasiswa Qin, jaga sikapmu atau nilaimu aku turunkan , cepat duduk dibarisan belakang."


"Baik Profesor."


Qin Chen hanya tertawa kecil dan duduk di samping pria sebelumnya. "Perkenalkan, aku Hang Lu, mahasiswa di bidang teknologi dan orang paling tampan di universitas."


Dengan angkuhnya memperkenalkan dirinya sebagai seorang paling tampan di dunia, Qin Chen hanya bisa tertawa lalu bersalaman memperkenalkan dirinya.


Pelajaran pertama di universitas membuatnya Dejavu, bahkan di hatinya merasa sesuatu yang menghilang mulai kembali secara perlahan-lahan.


'Demon Heart sepertinya berhasil di tundukkan, dengan begini aku tidak akan mempunyai penyesalan hidup. Setelah lulus, aku akan kembali ke dunia abadi melawan langit menghancurkan musuh-musuh dan meninggalkan legenda abadi.'


Penguasa Primordial Langit adalah musuh terakhirnya, karena ia adalah ancaman dengan eksistensi mengerikan. Keberadaannya seolah-olah dapat meremukkan langit dan bumi dibawah raungan suaranya.


Setelah pelajaran pertama diselesaikan, Qin Chen yang berada di bangkunya dihampiri banyak wanita-wanita di kelasnya karena langsung menjadi populer.


Untungnya Hang Lu membantunya melewati hari-hari yang menyebalkan dan duduk di atas gedung universitas secara diam-diam melihat seluruh universitas dibawah sana.


"Apa tidak masalah duduk di tempat seperti ini?"


"Tidak masalah, karena kita datang secara diam-diam dan tidak ketahuan oleh penjaga universitas. Ngomong-ngomong Qin Chen, dimana kau tinggal sekarang? Bagaimana tinggal bersamaku di gedung pria nomor 303."


"Tentu, aku tidak mempunyai tempat tinggal sekarang, mendapatkan tempat untuk tinggal aku tidak akan menyia-nyiakannya. Bagaimana kalau kita makan sebagai ucapan terimakasih karena menawarkan tempat tinggal."


"Yosh! Itu bagus, aku mengetahui tempat yang enak dekat dengan universitas."


"Baiklah, pimpin jalannya."


Hang Lu membawa Qin Chen ke restoran dekat dengan universitas dimana katanya tempat makanan terenak berada dan tempat yang paling murah disana.


...

__ADS_1


*Bersambung ...


__ADS_2