Immortal Soul

Immortal Soul
Chapter 55 : Badai ditengah malam


__ADS_3

Hari Ke-2.


Dimalamnya, badai angin dan guntur-guntur bergemuruh di langit membuat pepohonan berjatuhan hembusan angin menerpa apapun yang berada dihadapannya.


Ombak di lautan mengikis bebatuan di pantai memberikan kengerian laut di malam harinya disaat petir menyambar sesuatu di tengah-tengah lautan.


Malam itu, kelima orang terduduk di rumah pohon dengan posisi mendapatkan keuntungan.


"Hang Lu bantu mereka turun kebawah, berada di rumah pohon akan membahayakan kita semua."


"Apa tidak apa-apa? Dibawah sana akan terjadi banjir bandang ataupun terpaan ombak menyapu pesisir pantai."


"Aku menemukan sebuah gua kosong yang bisa digunakan untuk beristirahat dari badai besar. Seharusnya akan aman disana tanpa khawatir dengan hewan buas, setelah badai reda kita bisa kembali ke rumah pohon untuk berlindung dari hewan buas."


"Baiklah, aku akan mengikuti rencanamu, kalian apa sudah dengar? Kita akan pindah tempat untuk sementara waktu menghindar dari badai angin ini, setelah semuanya redah kita akan kembali ketempat ini."


"Kami mendengarnya."


Dengan suara keras saling berbicara dibawah gemuruh langit dan badai angin menyapu segalanya. Pulau tropis dengan iklim tidak menentu seperti berada di tengah-tengah segitiga bermuda dengan segala misteri.


Ditengah-tengah badai mereka bergerak masuk kedalam gua yang cukup jauh dari rumah pohon. Didalam sana hawa dingin mengigit kulit mereka dan menggetarkan bibir masing-masing.


Tanpa penghangat mereka bisa mati kedinginan malam ini dengan pakaian basah kuyup dikarenakan hujan.


Napas tersengal-sengal membuatnya mengalami hipotermia!


"Bertahanlah!"


Kayu bakar basah dan tidak dapat digunakan untuk menyalakan api, menggunakan kekuatannya sekarang akan membongkar siapa Qin Chen sebenarnya dan membuatnya seperti orang aneh dengan kekuatan karena mereka tidak tahu dunia ini sudah banyak master bersembunyi dimana-mana.


Tubuhnya mengigil dan detak jantungnya mulai terasa cepat, Qin Chen meminta Hang Lu untuk mengambil kayu apapun di luar sana untuk membakar sesuatu didalam gua menghangatkan tubuh.


"Qi- Qin Chen, bantu aku disini sangat dingin."


Bertahan didalam godaan duniawi, dimana telinganya di gigit Qian Jingyin dengan meraba-rabanya di segala tempat dari belakangnya.

__ADS_1


Sementara dari depan Yu Yuan sama halnya sudah tidak dapat menahan diri karena kedinginan membutuhkan kehangatan, napas mereka berdengung di kedua telinganya yang sudah tahu apa yang akan terjadi jika ia tidak menahan diri.


Godaan duniawi, percobaan iblis hati!


Membangun Jiwa Abadi bukanlah hal yang mudah, namanya terdengar biasa saja namun kenyataannya membutuhkan tekad sekuat baja yang tidak rapuh dihantam apapun termasuk godaan duniawi.


Namun di lewatkan akan sayang dan meninggalkan penyesalan, di lanjutkan akan membuat iblis hati yang meruntuhkan Jiwa Abadi-nya.


Hang Lu kembali dengan membawa dua kayu kering yang hanya bisa bertahan sebentar, saat ia berada didalam ia melihat Qin Chen tengah terduduk tenang menahan godaan wanita cantik disekelilingnya.


Pria Sejati!


Tidak mengambil keuntungan dalam kesempatan ditengah-tengah hutan dan badai angin ini, Hang Lu banyak belajar dari sikap Qin Chen benar-benar mencerminkan kepribadian Pria Sejati.


Nyatanya tidak, kalau Qin Chen mau ia bisa melakukannya sekarang tanpa sepengetahuan Hang Lu ataupun pemindai dimana-mana memperlihatkan siaran langsung selama tiga puluh hari.


Menyalakan api dengan bantuan dua rating pohon yang saling bergesekan, api unggun pertama dinyalakan. Berangsur-angsur kehangatan bermunculan di dalam gua yang sunyi, kedua wanita itu mulai terkendali dengan na*su berlebihan.


Melepaskan pakaiannya, ia menjemurnya di samping api unggun memperlihatkan seberapa sexy tubuhnya membentuk sembilan kotak tahu di perut dan otot-otot lain terlihat sempurna mengiurkan.


"Tidak, aku sudah terbiasa menghadapi badai angin seperti ini. Untuk sekarang, kalian bisa kembali beristirahat sampai badai reda tidak tahu kapan itu yang jelas kalian harus bersiap-siap menghadapi yang terburuknya."


"Sementara Qian Jingyin dan Yu Yuan, bukankah kalian berhutang permintaan maaf padaku? Jika kau sempat terlepas dan tergoda dengan tindakan kalian, sudah dipastikan kalian akan kehilangan kesucian."


"Itu ... Maaf Qin Chen."


Mereka berdua menundukkan kepalanya sembari mengatakan permintaan maaf karena menggoda Qin Chen disaat suhu tubuh mereka menurun secara dratis.


Tidak luput dengan Qin Chen, dimana tubuhnya mengeluarkan hawa hangat membuat mereka terangs*ng dan mendekati Qin Chen mencari kehangatan.


Secara tidak langsung, ialah yang menyebabkan mereka berdua seperti sebelumnya.


'Tubuh abadi secara otomatis akan mengatur suhu tubuh kembali normal, di cuaca dingin suhu tubuhku akan memancarkan kehangatan seperti nyala matahari. Sementara saat panas, suhu tubuh akan memancarkan dingin seperti es abadi tidak cair meski dihantam suhu tinggi.'


"Beristirahatlah disini, aku akan mengecek kedalam gua mencari sesuatu yang bisa dimakan."

__ADS_1


Qin Chen begegas meninggalkan tempat ini dengan cara merayap di dinding gua mencari tahu apa yang ada di ujung gua tersebut karena penasaran dimalam hari.


Sementara diujung gua terdapat buah-buahan yang tidak tahu beracun atau tidaknya, Qin Chen mencobanya dan merasakan tidak ada beracun dan bisa dimakan karena buah-buahan ini mengandung esensi matahari selama puluhan tahun sehingga bisa menghangatkan tubuh.


"Tidak ada yang aneh di gua ini, hanya beberapa buah-buahan dengan esensi matahari. Seharusnya sebelum tiga puluh hari di pulau ini, aku sudah membangun kapal besar dengan batuan ingatanku."


Qin Chen menggelengkan kepalanya, mengambil beberapa buah untuk ia bawa ketempat kelompoknya.


Setibanya disana, mereka melihat Qin Chen kembali dan tidak ada luka-luka sama sekali membuat mereka tenang, sementara ditangannya terdapat beberapa buah-buahan yang mengejutkan mereka.


"Makanlah buah-buahan ini, aku sudah mencobanya dan tidak mempunyai racun didalamnya. Buah-buahan ini mengandung Esensi Matahari, saat kalian memakannya akan mendapatkan kehangatan di dalam diri masing-masing."


Ia meletakkan di depan mereka untuk dimakan, dengan bingung melihat Qin Chen seperti biasa-biasa saja.


Hang Lu langsung mengambilnya dan memakannya tanpa bertanya-tanya apa efek sampingnya, karena sudah menjadi saudara ia tidak meragukan apapun lagi.


"Nyam~ nyam~ Seperti saudara Qin katakan, buah-buahan ini benar-benar hangat setelah memakannya, perutku seperti inti matahari memberikan kehangatan dimana-mana. Kalian dapat memakannya, kalau aku keracunan seharusnya sudah dari tadi."


Mengambil buah-buahan tersebut dan mengigitnya sedikit membuat mereka merasakan sesuatu yang hangat berputar-putar didalam perutnya.


"Apa ini! Baru pertama kalinya aku memakan buah-buahan yang dapat memberikan kehangatan seperti ini."


"Buah ini sangat lezat, bagaimana bisa tumbuh di hutan liar seperti ini."


Qin Chen tertawa kecil melihatnya. "Selama puluhan tahun buah tersebut terpapar sinar matahari sehingga membuatnya mengandung Esensi Matahari yang dapat dimanfaatkan sebagai media penghangat selain api unggun."


"Tapi bagaimana kamu bisa mengetahuinya? Karena sulit untuk membedakan buah langka dan buah liar beracun."


"Aku sudah memakannya sehingga aku mengetahuinya, kalau aku tidak mencobanya, kalian semua pasti akan keracunan memakan buah-buahan liar."


Apa yang dikatakan Qin Chen ada benarnya, karena ialah orang pertama mencoba buah-buahan ini dan memberikan kepada mereka setelah memastikan tidak ada racun didalamnya.


...


*Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2