Immortal Soul

Immortal Soul
Chapter 76 : Pertemuan


__ADS_3

Bagian Barat, Pulau Sembilan.


Daratan bagian barat begitu gersang dengan kehancuran dimana-mana, dan bekas kehancuran itu seperti baru. Fang Yu memperhatikan sekitarnya namun tidak menemukan penyebab dari semuanya, seakan-akan ini disembunyikan dari dunia nyata.


"Bagian barat mendapatkan kehancuran separah ini, apa ada peperangan besar membuat kehancuran dimana-mana? Jika benar bagaimana mungkin Dewa Monster membiarkannya? Setidaknya saat dia turun tangan, maka sudah dipastikan kehancuran seperti ini tidak akan pernah terjadi di bagian barat." Ucap Fang Yu.


"Apa kamu tahu sesuatu?"


"Seharusnya bagian barat di kuasai oleh Dewa Monster yang arogan. Siapapun mereka yang membuatnya tidak nyaman, dia akan turun tangan menyelesaikannya dengan caranya sendiri. Namun berbeda dengan sekarang, seperti dia mempunyai rencana lain membiarkan kehancuran ini."


Saat ia mendengar itu, perasaan yang sama kembali muncul.


"Aura ini ... Tidak mungkin dia berada di tempat seperti ini! Bagaimanapun tidak mungkin, karena Origin Realm mempunyai batas yang memisahkan dunia nyata dan dunia asal penciptaan! Berada di antara langit berbintang di pusat alam semesta!"


"Apa ada sesuatu, tuan?"


Qin Chen menyentuhnya dengan cepat ia melesat mengunakan kecepatan tinggi menghempaskan apapun yang ia lalui dengan hembusan anginnya. Kecepatan luar biasa namun tidak merasakan dorongan apapun karena ia membentuk pertahanan atau pembatas di hadapannya menghalau tabrakan angin saat melesat.


Angin itu akan menabrak pertahanan itu dan membaur kesamping dalam hitungan milidetiknya.


Saat ia berhenti di antara kehancuran perang besar dihadapkan ratusan ribu monster ranah Martial God (10). Qin Chen mengertak giginya dengan keras memberikan niat membunuh mencekam langit dan bumi.


Auranya membulat-bulat tengah mengamuk menyembur keluar!


Fluktuasi energi semakin besar dan besar setiap menitnya, dihadapan kekuatan tak terbatas, Fang Yu mundur kebelakang karena tidak sanggup berhadapan langsung dengan Qin Chen.


Para monster meringkuk ketakutan mendapat penindasan dari langit, mereka tidak mengetahui kenapa Immortal Soul murka saat datang ketempatnya.


Kenyataannya, di bawah sana terdapat wanita yang ia kenal.


Xiao Yueyin tengah terluka menghadapi segerombolan monster di hadapannya, ia kehilangan banyak darah namun masih berdiri dengan tegap melawan.

__ADS_1


Kekesalannya ia lampiaskan ke arah mereka, menarik pedangnya yang terbentuk oleh kepadatan energi kegelapan, ia mengayunkannya secara horizontal.


Secara keseluruhan, dunia mengalami kesunyian absolute menghadapi keberadaan Immortal Soul. Keabadian tertinggi di langit tengah mengayunkan pedangnya yang artinya ia tengah merasa murka dengan sikap monster-monster di hadapannya.


Serangannya mengandung kegelapan absolute membelah apapun meratakan dataran tinggi, monster-monster secara bersamaan menciptakan pertahanan besar dengan berbagai varian mempertahankan hidup dan mati mereka.


Sayangnya, kecepatan itu sangat tinggi dan fluktuasi energi yang digunakan begitu besar membuat berbagai belahan dunia menghadapi malapetaka, penghakiman!


Dalam hitungan milidetiknya, monster menghilang dari daratan barat dengan seluruh permukaan berantakan. Debu beterbangan dimana-mana dengan hujan darah menguyur daratan barat.


Qin Chen turun kebawah menyerap kembali auranya.


Mendekati wanita di bawah tengah terluka menopang tubuhnya dengan pedang ditangannya.


Berwaspada terhadap kedatangan Qin Chen, karena ia tahu dihadapannya adalah Qin Chen. Orang yang sama di dunia bawah, satu-satunya orang yang membuatnya melepaskan kesuciannya.


Saat ia hendak mengulurkan tangannya, Xiao Yueyin bersuara.


"Jangan mendekat!" Katanya sembari memberikan tatapan waspada, ia tidak memberikan ruang untuk mendekatinya.


Qin Chen langsung memeluknya dengan erat tidak memberikan ruang untuk melepaskan dirinya setelah bertemu kembali!


Xiao Yueyin membeku dan perlahan pedangnya terlepas dari tangannya, ia merasakan kehangatan yang sama seperti di masa lalu, begitu hangat hingga merasakan aman saat disampingnya.


"Qi— Qin Chen ... " Dengan ragu-ragu memanggil namanya, ia perlahan bergerak menariknya kedalam pelukannya begitu erat penuh kehangatan.


Dengan lembut memberikan belaian di pundaknya, ia membuat Xiao Yueyin terduduk didalam pelukannya membasahi pakaiannya dengan tangisannya.


Selama beberapa waktu berlalu, Fang Yu mundur kebelakang membiarkan mereka berdua disana. Meskipun ia tidak tahu apapun, ia merasa bahwa mereka adalah pasangan yang sudah lama terpisah.


Qin Chen lalu bicara membuka ruang untuknya mengadu. "Bagaimana kabarmu, Yueyin? Maaf karena sebelumnya meninggalkanmu di dunia bawah karena sesuatu yang harus aku selesaikan di dunia atas."

__ADS_1


"Umm ... Qi– Qin Chen, apa aku boleh minta tolong padamu? Mungkin ini sangat mendadak, tapi aku harus mengatakannya padamu sebelum terjadi apa-apa dengannya." Ucapnya, ia mengangkat kepalanya menatap mata Qin Chen dengan penuh harapan besar.


Ia yang merasakan sesuatu dimata Xiao Yueyin lalu membalasnya. "Katakanlah."


"Putriku ... Kedua putriku terpisah denganku sewaktu pergi ke dunia atas, waktu itu keadaan langit mendapatkan bencana menyebabkan kekacauan primal. Kekacauan itu membuat ruang dan waktu terdistorsi memisahkan mereka berdua denganku."


"Putri?"


Qin Chen begitu penasaran karena Xiao Yueyin sudah mempunyai seorang putri, dan mungkin ia sudah menikah dengan pria lain. Sekarang, kedudukannya mungkin tergeser, namun itu bukanlah masalah baginya selama Xiao Yueyin bahagia.


Xiao Yueyin dengan penuh harapan memintanya, ia tidak dapat meminta bantuan orang lain selain dirinya, karena—


"Mereka adalah putrimu."


Sebuah kabar mengejutkan ia dengar, ia langsung menatapnya dengan serius menanggapinya.


"Setelah malam itu, aku mengurungkan diri tidak menerima siapapun. Satu bulan kemudian, aku mendapatkan diri tengah mengandung dan satu-satunya orang yang tidur denganku hanya kamu. Mendapatkan dua kebahagiaan yang tidak aku lupakan hingga sekarang adalah melahirkan mereka, dan keduanya adalah mereka putrimu."


"Walaupun mereka tidak mengetahui siapa ayah mereka karena kamu tidak ada disampingnya hingga mereka tumbuh dewasa sampai sekarang. Namun bencana itu memisahkan kami, aku mencarinya di berbagai ruang dan waktu namun tidak kunjung menemuinya."


"Perasaan ini membuatku menyesal karena keegoisanku membawa mereka pergi ke dunia atas untuk menemuimu. Karenaku, mereka berdua berpisah denganku yang tidak tahu bagaimana keadaan mereka disana."


"Qin Chen, tolong selamatkan mereka. Sekalipun kamu tidak ingin menganggap mereka sebagai putrimu, aku mohon padamu untuk menyelamatkan mereka berdua karena mereka satu-satunya keluarga yang aku punya sekarang dan satu-satunya putri yang aku rawat dari kecil hingga sekarang."


Tangannya menarik kera pakaiannya memintanya untuk menyelamatkan kedua putrinya, ia memohon berulang-ulang dengan air mata yang terus menetes ke tanah tidak dapat berhenti.


Sebagai seorang ibu, tentunya ia sangat mengkhawatirkan kedua putrinya yang tidak tahu bagaimana keadaan mereka sekarang. Apa mereka baik-baik saja atau sedang terluka, ia tidak tahu karena selama ini mereka berdua berada dibawah perlindungannya.


Saat mereka terpisah, tidak ada yang melindungi mereka lagi dan mereka harus bertahan sendiri di dunia yang kacau ini karena invasi monster.


Xiao Yueyin memohon dengannya, ia menundukkan kepalanya menyentuh dadanya sembari memintanya untuk menyelamatkan putrinya yang terpisah.

__ADS_1


...


*Bersambung ...


__ADS_2