Immortal Soul

Immortal Soul
Chapter 60 : Kedatangan Titan


__ADS_3

Crack! Crack! Crack!


Duarr!


Keheningan menyapu seluruh daratan besar dengan hawa dingin mematikan, daratan tersebut mulai membeku begitu cepat hingga tidak dapat diprediksi kecepatan pembekuan daratan ini mencapai berapa herzt.


"Pasukan pertama, bersiap menyerang monster yang akan datang! Pasukan kedua persiapan untuk mengunakan artileri!"


Dari tempat yang jauh, mereka sudah bersiap untuk menahan monster masuk kedalam kota besar dimana Qin Chen tengah berdiri di puncak gunung menyapu daratan dengan matanya yang dingin.


"Monster ini, kalau tidak salah merupakan hewan darat dengan tubuh seperti Titan menggunakan senjata besar seperti kapak, katana dan lainnya."


Sebelum ia menyelesaikan gumamnya, satu langkah kakinya mengguncang daratan sepanjang 10kilometer. Bahkan di kota dapat merasakan getaran tersebut, para pasukan menelan ludahnya karena menghadapi monster kuat lainnya.


Sebelumnya hanya menghadapi monster seperti hobgoblin, dan orc. Sekarang menghadapi monster raksasa, kekuatan yang belum terindentifikasi dengan benar karena kekuatan tubuhnya tidak akan bisa dihancurkan dengan bom atom dan hanya bisa dihancurkan dengan nuklir.


"Seperti yang aku duga, pasti ras Titan ikut campur dalam penyerangan di bumi."


Qin Chen menunggu penyerangan pasukan militer dengan artileri.


Sepuluh tembakan besar diluncurkan menghantam tubuhnya dengan ledakan mahadahsyat. Sesaat kemudian, mereka tidak mendapatkan luka apapun setelah mengarahkan sepuluh artileri di tubuh para Titan.


"Tidak mungkin! Bagaimana bisa mereka tidak mendapatkan luka ataupun goresan sedikitpun menghadapi sepuluh artileri!"


"Jendral, kekuatan kulitnya setara dengan Nuklir! Tidak mungkin bagi kita menghadapi monster ini, bahkan master seni bela diri harus mengerahkan seratus agar bisa melumpuhkan satu Titan."


"Bagaimana dengan retakan dimensi ditempat lain?"


"Mereka menggunakan hulu ledak nuklir untuk memusnahkan para Titan. Sebelum melakukannya, mereka memancing mereka ketempat daratan luas sehingga tidak menyebabkan banyak korban."


"Sialan! Seratus master bela diri tidak mampu mengalahkannya sekaligus, kekuatan yang hanya dapat dihancurkan nuklir, apa dunia ini becanda?!"


Saat tengah mengobrol, raungan Titan mengguncang pegunungan disampingnya, mereka bergerak ketempat Qin Chen karena musuhnya adalah Qin Chen!


Melihat pegerakan para Titan ke gunung, ia dengan cepat menggunakan teropong untuk memastikan apa yang ada di gunung.


"Pakaian universitas, pria muda yang familiar. Tunggu! Tidak mungkin itu adalah Qin Chen!"


Pelatihan militer tercengang mendengar perkataan Jendral, karena bagaimana bisa mahasiswa Qin Chen berada di gunung didepannya dan memancing para Titan untuk mendekatinya.


"Jendral, pusat memberikan informasi bahwa Titan tengah menuju tempat ini!"

__ADS_1


"Apa!"


"Sungguh aneh, kenapa tiba-tiba Titan menuju tempat ini, apa ada sesuatu yang terkubur di dalam tanah seperti teknologi zaman kuno, atau hal lainnya!"


Ia langsung menoleh kearah pegerakan Titan di tempatnya tengah mendekati Qin Chen sembari mengangkat senjata mereka ke langit. Setiap langkahnya membuat guncangan hebat, dan saat berada tidak jauh dari Qin Chen ia mengayunkan senjata.


Swoosh!


Delapan katana disatu tempat mencoba menghantam Qin Chen!


Sedangkan ditempatnya, ia tengah mengangkat tangannya menahan ayunan katana meratakan gunung dan sungai di belakangnya sepanjang ratusan mil.


"Apa kalian datang untuk menghantuiku? Dasar bedebah sialan tidak mengetahui seberapa tinggi langit yang coba kau capai!"


Menghempasnya ke langit, ia mengambil pedang andalannya sebuah kayu kuno yang sudah melegenda di dunia bawah maupun atas sebagai Pedang Dao!


Swoosh!


Duarr! Duarr! Duarr!


Ribuan hektar dihancurkan dengan ayunannya membunuh delapan Titan besar, sementara ditempat lain para Titan berlari mendekati tempatnya.


Dari langit sesuatu yang besar dengan kapak ditangannya menyerang Qin Chen.


Slash!


"Kuekk!"


Pedangnya membunuh musuh hingga tergelatak di tanah, Qin Chen menyapu retakan tersebut dengan tangannya menutupinya menggunakan auranya sehingga tidak akan muncul lagi di bumi.


Walaupun begitu, retakan lainnya pasti akan bermunculan dengan sendirinya karena tidak tahu monster macam apa yang diutus oleh Penguasa Primordial Langit ke bumi untuk mengganggu rencananya.


"72 Titan di kerahkan ke bumi untuk menganggu rencanaku mencapai kesempurnaan Jiwa Abadi. Penguasa Primordial Langit benar-benar tidak memberikanku kesempatan untuk berkembang dimanapun sekalipun di bumi dengan kedamaiannya."


Sembilan Titan berhasil ia kalahkan dan tersisa 63 Titan mencoba ketempat Qin Chen untuk menghentikannya.


Qin Chen melesat ketempat yang luas untuk menyelesaikan permasalah ini agar tidak menimbulkan bencana besar di bumi. Dengan begitu, ia mempunyai dua tanggungan, pertama penyesalan dan kedua kedamaian bumi.


Pasukan divisi ke-tiga bergerak mengikuti cahaya yang melintasi menjauhi tempat tersebut untuk membantunya dari kejauhan sehingga tidak menimbulkan banyak korban perang.


Dengan membawa dua puluh artileri dengan amunisi dua kali lipat akan memberikan daya ledak menyerupai nuklir.

__ADS_1


***


Semenit setelah ia sampai di tempat tersebut, ada serangan lain dari tempat yang tidak diketahui menggunakan rantai untuk mengikatnya didalam tanah, serangan begitu efektif menghadapi kekuatan besar seperti Qin Chen.


Sayangnya, kekuatan tubuhnya berada di level melampaui batas sehingga rantai itu tidak lama hancur dengan sedikit gerakan tangannya.


Boom!


"Tidak buruk, tidak hanya di dunia abadi bahkan di bumi aku hisa mendapatkan Poin Sistem dengan gratis tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga untuk mencarinya."


"Kemarilah keparat!"


Ia mengarahkan tangannya menarik sekumpulan monster itu dihadapannya dengan cengkraman tangannya begitu kuat menghancurkan tulang leher monster berkeping-keping.


Darahnya berhamburan dimana-mana dengan setumpuk cincangan daging, ia dengan cepat mengibaskan tangannya menghilangkan darah ditangannya.


"Sekumpulan monster bedebah mengganggu ketenangan, setelah selesai di universitas aku akan mencari mereka ke dimensi-dimensi sekalipun menghajar setiap ras dengan kekuatan hingga hancur."


Tidak lama dari gumamnya, segerombolan Titan mencapai tempat Qin Chen.


Rombongan pasukan militer ikut sampai menyaksikan pertarungan sengit di atas gunung dan lautan luas.


"Kekuatan monster ini begitu mengerikan, bagaimana caranya bisa menang melawan sekumpulan monster ini dengan senjata militer."


"Setidaknya ini harus menggunakan balistik nuklir untuk menghancurkan kulitnya dan menggunakan satu artileri untuk menghancurkan tubuhnya."


"Bagaimana menurutmu Jendral?"


"Tidak." Katanya. "Menggunakan senjata balistik membutuhkan izin dari atasan, menyerangnya menggunakan artileri untuk menghentikan pergerakan mereka namun percuma saja karena tidak bisa melukainya ataupun menggoresnya."


"Tapi dia bisa membunuhnya dengan pedangnya, selama dia berada di pihak kita maka Titan ini bisa diatasinya, untuk mendukungnya kita diharuskan untuk melindungi punggungnya."


"Apa maksud Jendral adalah melindungi titik butanya?"


"Benar, seperti di langit di belakangnya dengan begitu kita mempunyai kesempatan untuk memenangkan pertarungan ini dengan bermodalkan artileri.'


"Baik!"


Pria itu dengan cepat mengangkat tangannya memberikan perintah untuk bersiap bertempur melawan Titan di hadapan mereka, karena ini perang untuk kedamaian dunia dan bukan pencapaian semata.


Qin Chen tengah menghadapi Titan yang berdatangan dari berbagai tempat dengan kekuatan berbeda-beda.

__ADS_1


...


*Bersambung...


__ADS_2