Immortal Soul

Immortal Soul
Chapter 63 : Sword Saint


__ADS_3

Satu Minggu Kemudian,


Setelah banyak masalah yang ia lalu sepanjang harinya, ia menyadari sedikit demi sedikit penyesalan yang berada di hantinya bukan hanya janjinya kepada keluarganya, melainkan janjinya sendiri dengan dirinya.


Satu minggu berlalu ia masih berada di bawah pengamatan Cang Luli, karena ia masih menyakini bahwa orang dihadapannya adalah Qin Chen yang sama enam tahun yang lalu.


Walaupun tidak tahu apa tujuannya ingin mengungkap rahasianya, ia membiarkannya melakukan apapun untuk menghilangkan rasa penasarannya tentang Qin Chen.


Sekarang, ia berada di kota tengah membantu pasukan khusus mengalahkan monster-monster kelas atas yang sering bermunculan di kota.


Meskipun hanya satu monster, namun ancamannya sangat tinggi sehingga harus diwaspadai ataupun di hancurkan.


Qin Chen menggunakan pakaian berwarna hitam dengan topeng menyembunyikan identitasnya sebagai Sword Saint.


Pedangnya dapat membelah dimensi dengan satu tebasan mutlak membelah ke seluruh langit di bumi, kekuatannya berada di atas para master bela diri yang berada di bumi sehingga gelarnya sebagai Sword Saint bukanlah hanya semata, melainkan kenyataan.


"Sepertinya sudah cukup untuk hari ini, tidak ada monster yang berkeliaran ke kota dan retakan dimensi sudah berhasil di hancurkan kembali."


"Terimakasih atas kerjasamanya, Sword Saint."


"Lupakanlah, aku ingin minum meredakan panas."


Qin Chen duduk di tempat yang sepi mengeluarkan wine kembali, ia tidak mempunyai minuman lain selain wine yang ia kumpulkan dari berbagai tempat untuk ia simpan sendirinya.


Dengan wajahnya sedikit terbuka di mulutnya, ia membuat banyak orang penasaran dengan wajahnya yang misterius di tutup topeng. Menjadi pertanyaan bagi masyarakat yang tertolong, ia menjadi sangat populer di kalangan generasi.


Satu-satunya kekuatan tertinggi di duni dengan pedangnya dapat membelah langit sepanjang ratusan ribu kilometer, menghancurkan sekumpulan monster dengan sekali ayunan dan dapat dengan mudah menghancurkan retakan dimensi yang bermunculan.


Cao Cao duduk di sampingnya memerintahkan para prajurit untuk melakukan tugas masing-masing, sementara itu ia duduk ikut minum bersama.


"Kyaaa~ Setelah bertarung melawan sekumpulan monster serigala raksasa, aku kehilangan banyak energi!"


"Bukankah meminum seperti ini akan menghilangkan banyak energi?"

__ADS_1


"Tidak apa-apa, tugas selesai hanya membutuhkan keamanan bertahap menghindari keadaan mendesak, aku sudah mengaturnya."


"Seterahlah, energi di tubuhmu tidak terkendali saat mengayunkan pedang, banyak celah pertahanan yang bisa dimanfaatkan orang untuk menyerangmu. Kau sama sekali belum mempelajari apa itu pedang."


"Huh! Mau bagaimana lagi, aku di tugaskan untuk membawa Divisi Ketiga mengamankan kota besar, mempelajari seni bela diri selama enam tahun hanya membuatku naik beberapa tingkat saja. Aku membutuhkan banyak pelatihan, namun di antara para master seni bela diri, aku sudah cukup kuat melawan mereka."


"Kuat atau tidaknya, kalau mempunyai banyak celah pertahanan kau akan kalah dalam satu serangan. Bagaimana kalau seperti ini, panggil aku Guru, aku akan memberikan pelajaran dan pemahaman tentang seni bela diri."


Cao Cao menoleh kearahnya, ia dengan bingung melihat dan perlahan mendekatinya dengan menggoda. "Adik kecil, apa kau sedang membuat romansa guru dan murid sekarang, aku bisa saja memberikannya, namun itu tidak akan gratis."


Qin Chen meliriknya. "Aku bisa saja membuatmu kehilangan ingatan setelah memanfaatkan setiap inci tubuhmu, hal seperti ini mudah bagiku melakukannya tanpa memintanya langsung. Bagaimana? Apa kau mau mencobanya, sekali?!"


"Tidak akan! Dasar tidak mempunyai perasaan, aku hanya menggoda dan kau menganggapnya serius."


Qin Chen mengerakkan tangannya kesamping dengan lambaian pelan membuat daun yang berjatuhan terbelah menjadi dua bagian mengejutkan Cao Cao.


"Kemampuan tinggi yang dapat membelah apapun dengan tangannya, mencapai kesempurnaan pedang akan membutuh waktu seribu tahun lamanya dengan bakat rendah. Berbeda dengan mempunyai bakat tinggi, mereka hanya membutuhkan seratus tahun untuk mencapai hal seperti ini."


"Pedang yang aku gunakan sebelumnya hanyalah pedang besi biasa yang aku tempa sendiri, kenapa begitu kuat melawan monster dengan armor yang keras? Itu karena kepadatan energi yang aku simulasikan kedalam pedang sempurna, dan kesempurnaan tubuh pedang mencapai titik ekstrem dimana aku seperti pedang."


"Baiklah, kalau kau memanggilku dengan sebutan guru, aku akan mengajarimu dan membuatku meningkat ke level yang lebih tinggi daripada master yang berada di dunia ini."


"Tidak akan."


Qin Chen tertawa terbahak-bahak, ia kembali berdiri meregangkan tubuhnya. "Aku mempunyai kelas hari ini, kalau kau sudah memikirkannya datang ataupun hubungi aku untuk berlatih."


Ia melesat dengan kecepatan luar biasa melintasi kota menuju universitas, karena ia mempunyai kelas untuk hari ini.


Setelah matahari naik ke permukaan, ia berada di dalam kelas tertidur mendengar pembicaraan tentang Sword Saint.


Mereka begitu mengagumi kekuatannya seperti superhero di dunia komik ataupun novel, bahkan para master bela diri yang awalnya disembunyikan kini di ketahui banyak orang-orang bahwa dunia sudah tidak aman lagi.


Pasukan militer melindungi kota dengan upaya yang mereka lakukan, mengorbankan nyawa dan tenaga melawan monster-monster dari dimensi lain.

__ADS_1


Menggunakan senjata api dan balistik dimana-mana mempertahankan keamanan dunia. Qin Chen mendengar semua itu sampai temanya datang ketempatnya.


"Qin Chen, kemana kau tadi malam? Kami menunggumu di bar untuk berpesta, kenapa kau tidak datang kesana?"


"Aku mempunyai pekerjaan lain, maaf karena tidak datang."


"Begitu rupanya, aku kira kau tidak datang karena memuaskan pacar barumu, aku dengar kau sering keluar dengan wanita cantik dan sexy."


"Benarkah? Apa gosip itu sudah menyebar?"


"Tidak hanya menyebar, ada dua wanita yang cemberut mendengar gosip itu, mungkin mereka menginginkanmu. Aku khawatir kau akan hidup didalam naungan mereka, karena mereka seperti merencanakan sesuatu terhadapmu."


Qin Chen sedikit merinding, karena dua wanita itu benar-benar mengerikan seperti Xiao Yueyin. Tidak hanya sifatnya, melainkan tingkahnya tidak dapat ditebak seolah-olah mereka menggunakan topeng.


"Jangan berbicara seperti itu, tidak mungkin mereka berdua akan melahapku secara bersamaan. Tidak adil nantinya, apa mungkin mereka akan melahapku satu-persatu dengan hari yang berbeda-beda?"


"Entahlah, aku tidak tahu tentang ini, aku mencoba bertanya tapi mereka langsung menghajarku. Mungkin mereka tahu kalau kita sangat dekat dan takut membocorkan rencana mereka."


Ia mengangguk memahaminya, karena rencana mereka akan bocor kalau memberitahukan kepada orang yang dekat dengannya. Hang Lu adalah salah satunya, mereka tidak akan mempercayainya karena ia berada di satu ruangan yang sama dengan Qin Chen.


"Sudahlah, lebih penting lagi adalah Profesor Cang. Beberapa hari ini dia mengawasi setiap pegerakanku, akan sulit untukku keluar malam-malam atau pesta di tempat yang kau tentukan."


"Benar juga, aku tidak tahu apa masalahmu dengan Profesor sampai-sampai dia harus mengawasimu, aku akan sarankan untuk menutup mulutnya langsung."


"Dengan?"


"Tentu saja ... "


Qin Chen langsung memukul perutnya karena mencoba mengotori pikirannya yang murni dan baik. "Sialan kau, dia Profesor universitas ini, bagaimana bisa kau mengatakan yang tidak senonoh."


"Ha! Dasar munafik."


Qin Chen tidak dapat menyangkalnya, setelah itu mereka berdua tertawa terbahak-bahak mengobrol seperti biasa.

__ADS_1


...


*Bersambung ...


__ADS_2