
Setelah kelas berakhir, Qin Chen secara bersembunyi-sembunyi keluar dari universitas untuk menghindari bahaya di sekitarnya. Pertama wanita, kedua wanita, dan terakhir wanita!
Sebab ketiganya adalah bahaya yang nyata seolah berada di ruang hampa, Cang Luli mengawasinya sebagai Qin Chen di masa lalu meskipun ia tidak terlalu dekat dengannya namun rasa penasarannya begitu tinggi.
Sementara dua lainnya adalah wanita merepotkan dipenuhi api cemburu mendengar berita tentang Qin Chen tengah bermalam berduaan dengan Cao Cao, Jendral Divisi Ketiga.
Bahkan berita tersebut sudah menyebar di universitas, Qin Chen menjadi pusat pembicaraan karena mempunyai hubungan dalam dengan Jendral Divisi Ketiga, Cao Cao!
Kehebohan ini dikarenakan beberapa orang mengambil gambarnya tengah membawa Cao Cao kedalam sebuah hotel. Berita ini membuat banyak pertanyaan bagi mahasiswa di universitas tentang skandal ini.
Jendral Cao Cao hanya tertawa mendapatkan berita tentangnya karena tidak ada yang terjadi dengan mereka, Qin Chen semalaman duduk di sopa hingga pagi mendatang. Sekalipun ada hukuman untuk menghukumnya, tidak ada yang berani disaat dunia dalam keadaan krisis kekuatan menghadapi invasi dari monster dimensi lain.
Kekuatannya dibutuhkan untuk melindungi kedamaian, sempat ia di hukum atau di tahan makan satu kekuatan besar menghilang membuat banyak monster berkeliaran di bumi.
Walaupun semua ini tidak di mempermasalahkan Cao Cao. Tapi Qin Chen yang ingin hidup damai menyelesaikan penyesalannya akan kesulitan dengan kedamaiannya yang sudah hancur.
"Kehidupan universitas yang aku harapkan sebelumnya hancur! Aku hanya ingin hidup seperti manusia biasa di bumi, menyelesaikan masa sekolah dan berpacaran dengan wanita cantik."
Qin Chen terduduk dengan pasrah di suatu tempat dikeramain. "Kenapa semuanya berakhir seperti sekarang. Ini bukanlah plot twist yang aku harapkan."
"Apa yang kamu gumamkan? Bukankah kehidupanmu sudah sempurna, mendapatkan dua wanita cantik saat pelatihan militer bertahan hidup di pulau. Bahkan mempunyai skandal dengan Profesor di universitas."
Ia menoleh kesamping melihat Cao Cao mengunakan pakaian santai, ia seperti lepas dari tugasnya mendapatkan hari libur untuk menikmati hidupnya.
Tugasnya berada di kota ini sehingga ia bisa kapapun kembali untuk bertugas melindungi kota bersama Sword Saint.
"Apanya yang kehidupan bahagia? Aku memang mendapat dua wanita cantik sebelumnya. Tapi kehidupanku sekarang penuh skandal yang bervariasi, ini membuat setiap hariku buruk."
"Begitukah? Aku turut berdukacita atas kehidupanmu, namun kau seharusnya bangga karena mempunyai banyak orang yang memperhatikanmu. Coba kau pikirkan baik-baik, apa kau pernah di perhatikan satu universitas?"
Qin Chen menyentuh dagunya, tidak ada yang salah dari perkataan Cao Cao.
"Sudahlah, sekarang ikut aku untuk berlatih pedang yang aku gunakan agar kau bisa bersaing dengan monster itu tanpa menggunakan senjata modern."
__ADS_1
"Aku sudah menemukan tempat yang luas untuk berlatih."
"Baguslah, moodku sangat bagus sekarang walaupun skandal tentang kita berada di hotel membuatku di musuhi satu universitas." Balasnya.
Mereka bersama menuju tempat untuk melatihnya, dimana berada di lapangan bola kaki yang sudah lama ditinggalkan.
Qin Chen mengamatinya begitu luas tidak ada satupun orang di sekitarnya, tempat ini sangat cocok untuk berlatih.
"Bagaimana kalau kita mulai sekarang? Aku akan mencari seni pedang yang cocok denganmu sebentar."
"Apa kamu mempunyai banyak seni?"
"Benar, disini ada banyak seni bela diri." Katanya menunjuk kepalanya.
Cao Cao memiringkan kepalanya dengan bingung.
Qin Chen menelusuri ingatan-ingatan di dalam benaknya karena ia sudah memborong satu perpustakaan besar, bahkan pengetahuan dunia lain sudah ia pahami.
Sesaat kemudian, ia kembali membuka matanya karena mendapatkan seni pedang yang cocok.
"Itu ... Bahkan dunia ini hanya mempunyai beberapa Grandmaster, walaupun ada banyak dari mereka bersembunyi."
"Dengan bantuanku, kau hanya membutuhkan satu minggu mencapai Grandmaster dan mempelajari seni pedang ini. Aku akan mengambil cuit untuk libur, mengajarimu satu minggu ini sambil menekan penyerang dimensi monster."
"Lakukanlah! Selama membuatku berguna dan kuat akan melakukan apapun. Tapi ingat, jangan berbuat tidak senonoh dengan tubuhku selama masa pelatihan."
"Kau kira aku siapa?"
Qin Chen mentransfer ingatannya kedalam benaknya, disaat yang kritis ia mendapatkan pengetahuan luas tentang abadi. Ketrampilan pedang yang Qin Chen berikan bukan ketrampilan bisa, melainkan pedang yang menghakimi monster.
Setelah beberapa menit ia tersengal-sengal menghadapi pengetahuan yang masuk, Cao Cao langsung memukul Qin Chen dengan keras karena ia tidak mengatakan kalau semua itu menyakitkan.
"Sialan! Kalau aku tahu itu semua menyakitkan, aku akan mempersiapkan diri lebih!"
__ADS_1
"Dasar aneh, cepat duduk dan bermeditasi untuk melatih tahap pertama pembangunan fondasi. Fondasimu sekarang sangat buruk, siapa yang mengajari fondasi seburuk ini."
"Masterku!"
"Tch! Aku tahu dia pasti orang tua yang berumur, memberikan ketrampilan membangun fondasi yang buruk bisa menyebabkan kesakitan di jantung setiap kali menggunakannya."
Qin Chen langsung menurunkannya dan menyuruhnya untuk bermeditasi menyerap energi langit dan bumi. Sebelum memulainya, ia memasangkan formasi pengumpulan, dengan begitu ia dapat mengumpulkan energi langit dan bumi dalam radius ratusan ribu mil.
Ia kembali duduk di tumpukan batu. "Selama menggunakan ketrampilan yang aku berikan, seharusnya dia akan mendapatkan fondasi kokoh seperti baja. Ketrampilan pedang membelah langit menghakimi para monster-monster dan iblis."
Penyimpanan sistem mempunyai banyak barang-barang seperti pedang besi, pedang kayu, pil dan lain sebagainya. Semuanya berada di sana, ia akan menggunakannya saat di butuhkan.
Menghadap ke langit memastikan kalau monster tidak akan menyerang dalam waktu dekat karena ia sedang melatih muridnya.
Setengah hari berlalu, tubuhnya mulai mengeluarkan cairan ungu yang beraroma tidak sedap. Kotoran di dalam tubuhnya terangkat keluar menyegarkan bagian dalam seperti organ dan peredaran darah.
Setelah beberapa menit kemudian, ia membuka matanya dan muntah berwarna hitam mengejutkannya.
"A- Apa ini!"
"Bagus, kau sudah berhasil membangun fondasi. Tubuhmu mengandung racun dan kotoran, sekarang semuanya sudah di keluarkan."
Qin Chen melempar handuk. "Ikuti aku, kau harus menyerap sesuatu kedalam diri sendiri, dengan begitu kau mempunyai kesempatan untuk menjadi Grandmaster."
Cao Cao tengah bingung namun masih menghadapi dengan tenang, ia mengikuti Qin Chen ke kolam kecil begitu jernih. Tidak lama setelah itu, ia melihat Qin Chen mengeluarkan sesuatu dari langit seperti botol kaca kecil dan menuangkannya kedalam air.
"Aku memberikan ramuan obat kedalam air, kau berendamlah dan serap semuanya kedalam dantian. Setelah itu, kau kembali ketempat sebelumnya."
Setelah meninggalkan pakaian baru, ia kembali ke tempat sebelumnya menunggu Cao Cao menyelesaikan tugasnya menyerap ramuan yang ia buat sewaktu di dunia abadi.
Ramuan itu dapat memperkuat fondasi tubuh dan memperluas dantian, ini akan membuatnya dapat menerobos beberapa lapisan ranah martial art.
...
__ADS_1
*Bersambung ...