Immortal Soul

Immortal Soul
Chapter 53 : Pulau Kyushu


__ADS_3

Pulau Kyushu,


Sekitar 65 Mahasiswa di bidang teknologi dibawa ke pulau terpencil di sudut selatan diantara lautan lepas dengan menggunakan kapal militer.


Mereka dibuang ketempat tersebut untuk melatih kemampuan mereka dalam melakukan kerjasama dan membangun fondasi sebelum masuk kedalam dunia bela diri yang sekarang mengalami inflasi.


Ditempat tersebut ada banyak ancaman, pertama penyakit, hewan buas, makanan dan lain sebagainya.


Setiap kelompok mempunyai 5 anggota masing-masing dan semuanya terdapat 13 kelompok yang di buang secara terpisah untuk bertahan hidup. Setiap pergerakan mereka diawasi oleh kemiliteran sehingga tidak ada satupun tindakan pelecehan memanfaatkan kesempatan ini.


Diatas pasir pulau, Qin Chen terduduk dengan bingung kenapa ia mendapatkan kelompok 3 wanita dan 2 laki-laki!


"Dalam hidupku, wanita adalah beban terberat yang tidak bisa digunakan sebagai buruh pekerja paksa."


"Saudaraku, bagaimana sekarang ini? Aku akan mengandalkan karena kau cukup tanggap tentang masalah ini, soal tenaga kau bisa menggunakan aku."


"Baguslah, karena aku satu kelompok denganmu. Jika tidak, aku tidak akan bisa mendapatkan pekerja paksa untuk digunakan bertahan hidup di pulau tidak diketahui ini sampai kembali ke daratan."


Melihat seberapa luas pulau tersebut, Qin Chen mengamatinya dari langit dimana jarak antara pulau dan daratan sangatlah jauh dan membutuhkan kapal kuat untuk menahan ombak besar mengikis sisi kapal.


Qin Chen kembali berdiri meregangkan tubuhnya. "Pertama, membangun tempat untuk malam ini karena pulau adalah tempat dimana angin malam membawa banyak penyakit dialam liar. Setelah itu, mencari makan untuk malam ini karena aku lapar."


Membangun sebuah kapal besar membutuhkan perlengkapan seperti pedang untuk membelah pohon dan lain sebagainya. Jika tidak ada, maka sudah dipastikan hanya menggunakan rakitan yang tidak mungkin bisa bertahan lama di lautan.


Qin Chen mengambil kendali, ia memerintahkan wanita-wanita dikelompoknya untuk mendapatkan bahan-bahan makanan disekitar sini dan tidak dianjurkan untuk berpisah terlalu jauh dari mereka.


Sedangkan Qin Chen dan Hang Lu mencari kayu dan dedaunan besar untuk membangun tenda malam ini. Selama melaksanakan perjalanan menjadi abadi, ia sudah melakukan banyak hal sehingga seperti ini sudah terbiasa baginya.


Membangun Jiwa Abadi tanpa cacat ataupun penyesalan membutuhkan hati yang tulus menghadapi setiap tantangan tanpa terpengaruh hal-hal jahat.

__ADS_1


"Saudaraku, daun ini apa bisa digunakan? Aromanya seperti mint."


"Bagus, kumpulkan lebih banyak karena bisa digunakan sebagai penghilang nyamuk dimalam hari saat dibakar."


"Kau sungguh hebat saudaraku, serahkan padaku untuk mencari kayu yang bisa digunakan membangun tenda, kau lakukan apa yang bisa kau lakukan untuk bertahan hidup dipulau ini."


Qin Chen mengangguk kecil, ia mengambil beberapa batu tipis untuk digunakan sebagai bilah memotong kayu. Untungnya ditempat mereka kaya akan bebatuan yang kemungkinan besar terdapat biji besi yang bisa ia gunakan membentuk pedang.


Dengan pedang ditangannya, ia bisa memberikan alasan bahwa ia hebat menggunakannya dan bisa membelah kayu menjadi tipis-tipis lalu membentuknya menjadi kapal besar.


Setelah beberapa waktu menjelang malam, Qin Chen dan Hang Lu membangun satu tenda besar karena tidak mempunyai banyak bahan-bahan untuk membangun dua tenda besar untuk tidur lima orang didalamnya.


"Qin Chen, bagaimana dengan buah-buahan ini? Aku tidak tahu apa ini beracun atau tidaknya, karena hanya ada buah-buahan ini. Kami mendapatkan buah-buahan yang bisa dimakan seperti pisang."


"Itu sudah cukup, sekarang kalian tata tapi dedaunan besar ini di atas tenda. Hang Lu kau ikut aku ke tepi pantai mencari ikan karena sore seperti ini ikan atau kerang di pantai akan terlihat lebih jelas sebelum malam."


"Apa kau mencoba menangkap ikan dengan menombaknya? Cara itu membutuhkan akurasi yang tinggi, dan pengalaman luar biasa untuk mendapatkan hasil yang sempurna."


"Baiklah, karena saudara Qin mengatakannya, maka aku akan membantunya."


Melakukan tindakan ini membuat hatinya berdetak beberapa kali memberikan tanda bahwa penyesalan lain sudah diselesaikan tanpa sepengetahuannya.


'Apa aku menyesali hidup dengan penuh tekanan, sekarang aku hidup mengikuti keinginanku sendiri.'


Qin Chen mengalihkan perhatiannya ketempat lain menombak ikan lumayan besar mengejutkan Hang Lu karena Qin Chen benar-benar dapat menombak ikan besar dengan tombak.


"Bagaimana caramu melakukannya? Aku sudah melakukan berkali-kali tapi tidak ada satupun ikan yang tertusuk."


"Entahlah, mungkin membutuhkan pengalaman yang banyak di laut untuk mendapatkan satu tangkapan ikan menggunakan tombak. Untuk sekarang ini sudah cukup, selanjutnya aku akan menjelaskannya sambil makan malam."

__ADS_1


"Baiklah, aku mendapatkan beberapa kepiting dan lobster yang bisa dimakan malam ini."


Malamnya, api unggun pertama terbakar dengan ikan di bakar disampingnya, dua kepiting dan satu lobster ikut di bakar mengisi perut lima orang yang terbuang di pulau tanpa huni satupun kehidupan selain mereka dari universitas Yang Xi.


"Sebelum aku bicara, perkenalkan diri kalian sehingga bisa berbicara dengan santai kedepannya. Dimulai dariku, aku Qin Chen 20 tahun, bidang teknologi di Universitas Yang Xi."


"Aku Hang Lu 20 tahun, bidang teknologi di Universitas Yang Xi. Sebangku dengan saudaraku Qin Chen."


"Aku Xue Yang 20 tahun, bidang teknologi di Universitas Yang Xi."


"Aku Qian Jingyin 21 tahun, bidang teknologi di Universitas Yang Xi."


"Aku Yu Yuan 21 tahun, bidang teknologi di Universitas Yang Xi."


Wanita yang Qin Chen bantu sebelumnya mempunyai nama Qian Jingyin. Cantik dan manis begitu tanggap melakukan segal halnya, ditambah ia keras kepala sulit untuk menahannya kalau lepas kendali.


Sementara dua lainnya adalah teman sekelas yang tidak saling kenal meski berada didalam satu ruangan yang sama, sekarang mereka mengenal satu sama lainnya.


Qin Chen tidak berbicara karena tengah membalikkan ikan dihadapannya agar tidak gosong terbakar.


"Karena sudah saling mengenal meski tidak terlalu dekat, untuk sekarang ini lebih baik. Malam ini akan dibagi menjadi dua sip agar kesehatan masing-masing anggota tidak drop melakukan survival selama 30 hari di pulau terpencil."


"Aku dan Hang Lu akan mengambil jaga malam ini sampai tengah malam, setelah itu kalian berdua berjaga dari tengah malam sampai paginya. Menjaga stamina masing-masing dengan tidur teratur bisa menjaga kesehatan tubuh."


"Sedangkan rencana untuk besoknya adalah, membangun pembakaran untuk menghasilkan biji besi dari bebatuan disekitar sini. Dengan menggunakan biji besi yang dipadatkan menjadi sebuah senjata perlindungan diri dan membuat banyak paku untuk kapal meloloskan diri dari pulau, pembakaran ini dibutuhkan."


"Satu hal yang akan aku katakan, aku tidak akan memandang bulu siapa kalian sekarang, karena disini adalah pulau liar untuk bertahan hidup dari berbagai ancaman nyata, kalau tidak mau bekerja sama kalian bisa pergi dari kamp ini dan cari kamp lain yang menikmati hidup di pulau tidak diketahui ini."


"Keputusan ada di tangan kalian, pikirkan baik-baik sampai pagi. Sekarang, makan malam dan setelah itu kalian bisa tidur lebih awal sehingga mempunyai stamina berjaga sampai pagi."

__ADS_1


...


*Bersambung ...


__ADS_2