Immortal Soul

Immortal Soul
Chapter 69 :


__ADS_3

Paginya.


Qin Chen terbangun melihat Hang Lu dengan mata panda-nya mengejutkan Qin Chen.


"Sialan ... Dimana Volume selanjutnya? Aku penasaran sampai-sampai aku tidak bisa tidur semalam! Kau harus bertanggungjawab, berikan aku Volume selanjutnya."


"Hahahaha ... Aku kira siapa, ternyata kau yang tidak bisa tidur membaca semalaman. Aku akan berikan volume selanjutnya, sekarang menyingkirlah dariku aku membutuhkan ruang untuk bernapas."


"Sigh! Baiklah aku turun."


Hang Lu turun kebawah, ia menunggu Qin Chen memberikan Volume selanjutnya karena sangat penasaran. Qin Chen memberikan volume selanjutnya dan pergi ke kelas bersama-sama, dimana sepanjang jalan Hang Lu membaca komiknya.


***


Selepas kelas berakhir, Qin Chen makan di bayar Hang Lu karena ia sudah bilang sebelumnya akan mentraktirnya.


Setelah itu, ia bertemu dengan Cao Cao tengah bertugas melindungi daerah selatan dari serangan monster laut.


Qin Chen dibawanya ke sana, dimana sampainya disana ia melihat pemandangan yang berbeda dari lautan sebelumnya.


Ia terduduk di atas mobil melihat retakan tersebut mulai terbuka.


"Seharusnya mereka monster tipe air, kau dapat menanganinya sekarang."


"Umm ... "


Meskipun ia seorang Grandmaster, ia masih membutuhkan bantuan artileri menyerang bagian belakangnya karena ia hanya akan berfokus didepan menyerang memberikan damage besar.


Qin Chen duduk mengamati monster itu keluar dari retakan langit.


"Sekarang, kerahkan kemampuan kalian semua serang!" Katanya dan seluruh pasukan bergegas menyerang dengan senjata modren memberikan ledakan-ledakan besar di tengah lautan.


Cao Cao melesat begegas mengayunkan pedangnya menyerang, serangannya dapat memberikan luka parah dan ledakan tersebut akan memberikan robekan besar ataupun meledak.


Qin Chen mengamati luka monster tersebut kembali pulih karena mempunyai kemampuan regenerasi cepat.


"Kekuatan Cao Cao tidak akan bisa mengalahkan monster yang mempunyai kemampuan regenerasi." Gumamnya, ia menggunakan telepati untuk memintanya mundur kebelakang.


Cao Cao mundur karena ia tahu seberapa kuat dirinya sekarang melawan regenerasi akan sangat merepotkan menghabiskan banyak energi dalam dirinya.

__ADS_1


Qin Chen menarik pedangnya dengan santainya mengayun ke samping membelah langit.


Swoosh!


Satu tebasan melesat membelah keduanya hingga meledak berkeping-keping tidak menyisakan apapun. Darah dan daging berceceran dimana-mana, dan retakan itu kemben tertutup setelah Qin Chen hancurkan dengan pedangnya.


***


Setelah menyelesaikan tugasnya mengurus monster di lautan, ia kembali ke tempat Qin Chen dengan memberikan perintah kepada prajurit lain untuk mengisi ulang amunisi bersiap melakukan penyerangan dadakan kedepannya.


Ia duduk disampingnya, memberikan minuman yang sering di minumannya.


"Kau bertambah kuat selepas beberapa hari aku tidak melihatmu. Melawan monster sebelumnya akan sangat merepotkan menghabiskan banyak energi, mereka mempunyai kemampuan regenerasi cepat dimana dalam hitungan tiga detik luka mereka akan kembali pulih."


"Ummm ... Aku tidak memikirkannya kalau monster mempunyai kemampuan seperti ini. Jika tidak, aku sudah mengalahkannya beberapa waktu lalu." Balas Cao Cao.


"Aku akan memberikan ketrampilan baru untuk melawan regenerasi, ini sesuai dengan bakat kalau kau berbakat hanya butuh waktu beberapa hari untuk memahaminya. Kalau tidak, butuh satu tahun untuk memahaminya, mengerti."


"Mengerti."


Ia langsung memberikan dua ketrampilan pertahanan dan penyerangan terhadap regenerasi. Ketrampilan surga yang mengandung ketiadaan, seharusnya dapat menghentikan regenerasi monster yang akan ia lawan kedepannya.


"Aku sudah memberikan dua ketrampilan, kau pelajari keduanya dan kapan-kapan tunjukan padaku seberapa jauh kau mencapainya." Ucap Qin Chen.


"Baguslah kau mempunyai ambisi, seharusnya dalam beberapa minggu kedepannya tidak akan ada penyerangan monster, diwaktu itu kau dapat melatihnya."


"Benar, aku mempunyai satu box penuh Whisky yang aku pesan dari luar."


Cao Cao masuk kedalam mobilnya mengambil Whisky untuk Qin Chen.


Qin Chen menerimanya dan menyimpannya kedalam penyimpanan sistem seperti membelah langit disampingnya. Cao Cao penasaran dengan penyimpanan yang dikatakan Qin Chen.


Karena ia hanya manusia biasa tidak tahu apapun tentang abadi, Qin Chen memberikan cincin penyimpanan dan beberapa botol ramuan dan pil di dalamnya.


"Teteskan darahmu ke cincin ini, ini adalah cincin ruang yang dapat menyimpan benda mati ataupun hidup. Luasnya hampir tak terbatas karena aku membuatnya secara pribadi menggabungkan Void sebagai tempatnya."


"Aku tidak tahu apapun, karena ini mempunyai luas tak terbatas itu artinya sangat luas, terimakasih guru."


"Sama-sama."

__ADS_1


Satu box Whisky di ganti satu cincin ruang tidak buruk, karena Qin Chen memang menyukai minuman dibandingkan cincin ruang yang ia buat sendiri beberapa waktu yang lalu sebelum kembali ke bumi.


Setelah mengobrol panjang, ia kembali ke universitas untuk mendengarkan ocehan temannya menyelesaikan volume selanjutnya yang ia minta kepadanya pagi-pagi.


***


"Qin Chen, apa kau punya komik lainnya? Berikan padaku, aku ingin membacanya." Ucap Hang Lu mulai tergila-gila dengan komik yang ia berikan semalam dan pagi ini.


"Aku memang punya, tunggu sebentar aku akan cari dulu." Qin Chen membuka tasnya dan mengeluarkan beberapa komik dari dalam tasnya.


"Sebelum kau baca, aku mau bertanya sesuatu dan tanggapi pertanyaanku."


"Baiklah, katakanlah aku akan menanggapinya selama aku mengerti."


"Menurutmu, orang yang cuek di luar kepada orang-orang tertentu, apa dia mempunyai perasaan berbeda saat dia sedang sendirian?" Tanya Qin Chen.


"Hmmm ... Kalau masalah wanita, seharusnya benar. Sekalipun dia cuek di luar, tapi dia punya perasaan di dalam. Contohnya aja, orang-orang mengabaikan satu orang di kelas termasuk dia sendiri, lalu diluar dia berbeda dan membantunya. Sebelum itu, maafkan aku karena tidak pintar berbahasa jadi buruk. Namun intinya, dia mempunyai perasaan yang berbeda kepada orang itu."


Qin Chen menyentuh dagunya dan kembali baring, perkataan temannya ada benarnya dan itu pernah terjadi padanya.


"Kau benar Hang Lu. Sepertinya aku mulai mendapatkan kepingan itu, terimakasih karena sudah membantu memberikan masukan." UcapQin Chen.


"Aku tidak tahu apa yang kau maksud, kalau itu bisa membantu ya baguslah." Balasnya sembari baring membaca komik.


Malam itu ia mengulangi kembali pengelihatannya sewaktu di universitas, dimana Cang Luli membantunya sewaktu ia tidak berada di dalam pergaulan.


'Kalau Hang Lu tidak memberitahukan ini padaku, mungkin akan membutuh satu tahun mencari tahu tentang Penyesalan ketigaku.' Batinnya.


Semalaman ia mengulangi ingatannya melihat masa di universitas, sementara Hang Lu menggunakan lampu belajar untuk membaca komik sepanjang malam.


UTS sebentar lagi, mereka mempersiapkan diri untuk mendapatkan nilai tertinggi di universitas lalu belajar setengah tahun sebelum kelulusan mendapatkan sertifikat kelulusan.


"Kau tidak tidur?"


"Aku sedang serius membacanya, tunggu selesai baru aku tidur." Balasnya, ia begitu serius membaca komik.


Qin Chen hanya bersuara namun matanya tidak berkedip sedikitpun melihat di langit-langit ruangan seperti proyeksi televisi mengulangi ingatan masa lalu.


Sampai paginya, mereka berdua telat untuk masuk kelas karena bergadang semalaman.

__ADS_1


...


*Bersambung ...


__ADS_2