Immortal Soul

Immortal Soul
Chapter 31 : Terlepasnya Segel!


__ADS_3

Ruang Kesadaran,


Didalam kesadaran ruang, ia melihat bayangan sabit menyerupai bulan purnama terang yang berada di tengah-tengah kegelapan. Cahaya-nya begitu terang sampai-sampai membuat siapapun yang melihatnya akan kagum dengan keindahannya.


Saat memastikannya lebih dalam, ia melihat bayangan itu mempunyai kekuatan berada di level bumi (5).


"Seperti yang aku duga sebelumnya, martial soul Xiao Yueyin tidak mungkin berada di level kuning (9). Karena dia mempunyai bakat bawaan yang hebat, dan cantik. Tidak mungkin martial soul-nya rendah."


Disekitar martial soul itu terdapat rantai yang mengikatnya dengan erat seolah-olah ditekan agar tidak berkembang atau kembali pada kekuatan awalnya.


Qin Chen mengibaskan tangannya kesamping menghancurkan rantai tersebut dengan kekuatan murni. Kekuatan itu dapat memotong pengekang dunia ataupun bakat yang menghalanginya.


Dengan kekuatan seorang Martial Monarch, tentunya hal tersebut mudah bagi Qin Chen. Jika sebelumnya, ia mungkin akan kesulitan karena tidak mempunyai energi Naga ataupun Phoenix.


Bang! Bang!


Dentuman dalam dirinya terdengar, dan Qin Chen langsung keluar dari kesadaran tersebut karena akan menganggunya nanti saat perkembangan.


Kekuatan luar biasa melompat tinggi ke langit menerjang pembatas yang ia ciptakan. Qin Chen berdiri dan mundur beberapa langkah membiarkan Xiao Yueyin menyempurnakan kekuatannya.


Ia duduk ditemani teh hangat yang langsung ada dan roti miliknya masih mempunyai (83) yang belum ia makan.


"Sekarang lebih baik, dengan bakatnya dengan pengetahuannya seharusnya itu sudah cukup untuk berkembang di masa depan. Aku tidak lama lagi akan keluar dari sekte setelah menyelesaikan permasalah ras mutasi di Benua Yongheng."


"Tidak mungkin ras mutasi hanya ada disini, kemungkinan besar ada di Domain Atas yang merupakan pusat atau pengetahuan perkembangan ras mutasi dan diikuti oleh orang-orang gila kekuatan di Benua Yongheng."


Ia menikmati secangkir teh dengan menunggu Xiao Yueyin selesai.


***


Tengah malam,


Sinar ultraviolet terpancar ke luar angkasa, kebangkitan martial soul membuat semua orang di puncak gunung tercengang. Para tetua dan Master Sekte langsung melesat kearah sumber cahaya itu berada.


Pembatas Qin Chen menutupi langit Benua Yongheng, karena itu mereka masih bisa melihat fenomena tersebut. Qin Chen yang berada disana setengah ngantuk terbuka langsung melihat fenomena tersebut.

__ADS_1


Bulan sabit dengan cahaya terang menerangi Benua Yongheng, keindahan tiada tara dengan peningkatan luar biasa terjadi.


Xiao Yueyin turun kebawah dengan tubuhnya benar-benar murni, Qin Chen langsung menutup tubuhnya dengan selimut putih karena pakainya hancur.


"Pegang kain ini, selamat karena telah bangkit dari kesengsaraan."


"Apa yang sebenarnya terjadi Little Chen? Aku mempunyai perasaan yang hebat, dimana martial soul milikku meningkat ke level bumi (5)."


Qin Chen membawanya ketempat duduknya, ia duduk dengan tenang tidak memberontak terhadap Qin Chen.


"Akan aku beritahu, sebenarnya kamu mempunyai martial soul level bumi (5) karena ada sesuatu yang misterius menyangkal bakatmu sehingga kamu hanya mempunyai martial soul (9). Singkatnya, pontensi martial soul milikmu di segel seseorang."


"Aku menyadarinya saat pertama kali kita bertemu, karena kekuatanku sekarang cukup kuat dan dengan bantuan Alkemis milikku, aku menciptakan Pil Kuno yang bisa membangkitkan pontensi tersebut."


"Singkatnya lagi, martial soul milikmu sudah pada bentuk dan kekuatan sebenarnya. Jadi, kedepannya kamu akan berkembang lebih cepat dibandingkan burung terbang dari timur ke barat."


Xiao Yueyin melihatnya dengan serius membuat gugup Qin Chen seperti adegan-adegan hot romantis yang pernah ia buat dan jual di kota. Suasana ini, dengan latar belakang yang mendukung perasaan membuat grogi.


Ia langsung mendapatkan ciuman hangat tengah malam yang menggairahkan!


Qin Chen memberontak memutar-mutar lidahnya karena tidak sanggup menahan godaan yang super sexy.


Setelah itu, ia melepaskannya dan benang putih membentang diantara kedua bibir yang perlahan putus membuat mereka melihat satu sama lain dengan wajah yang memerah.


"Cantik Yueyin, aku anggap ini sebagai ucapan terimakasihmu."


Ia menoleh kesamping memegang selimutnya dengan erat menutup seluruh tubuhnya. Qin Chen meninggalkannya, menghadang orang-orang yang hendak menerobos ke puncak suci kediaman Qin Chen.


'Apa yang sebenarnya aku lakukan, bagaimana aku berhadapan dengan Little Chen kedepannya, aku sungguh malu!'


Qin Chen hanya tersenyum kecil mendengar isi hatinya, ia yang berdiri di depan kediaman membuat para tetua dan lainnya langsung turun kebawah karena melewatinya sama dengan menghinanya.


"Senior Chen ... "


"Ya, apa kalian datang ketempat ini karena ledakan cahaya sebelumnya?" Tanya Qin Chen yang sudah tahu.

__ADS_1


"Benar, apa anda mengetahui sesuatu tentang ledakan tersebut? Karena ledakan itu mengandung energi surga dan bumi yang padat, bahkan esensi bulan terasa samar-samar."


Qin Chen menyentuh dagunya. "Kalian akan tahu besok, sekarang kembalilah karena kejutannya akan kalian lihat besok di aula pertemuan."


Qin Chen melambaikan tangannya meminta mereka semua untuk kembali dengan kebingungan.


Kejutan? Aula pertemuan? Besok!


"Ba- Baiklah Senior Chen, kami semua akan kembali dan menunggu kabar baiknya dari apa yang anda katakan."


Para tetua menghormatinya sekarang seperti orang yang sudah lama berkultivasi abadi di dunia. Qin Chen melambaikan tangannya melihat kepergian mereka semua yang kembali ke kediaman masing-masing.


Xiao Yueyin muncul dibelakangnya, karena tempat tersebut sudah aman untuk kembali sekarang.


"Cantik Yueyin, selamat malam."


"Umm." Ia langsung berlari karena benar-benar tidak habis pikir langsung mencium Qin Chen dengan pose menggairahkan membuatnya kehilangan akal sehat untuk mencerna semuanya dengan baik.


Sementara itu, ia tertawa kecil melihat tingkahnya benar-benar berbeda.


"Sayang sekali, setelah semua selesai aku mungkin akan meninggalkannya. Ya, aku harap dia menemukan orang yang pantas dengannya dibandingkan aku. Dengan bakatnya, sangat mudah mencari pendamping hidup dan melahirkan keturunan, namun pilihannya masih tanda tanya."


"Melanjutkan mengembangkan sekte dan melahirkan keturunan, atau melanjutkan mimpinya yang berpetualang di dunia mencapai puncak kekuatan. Mengingat dunia ini begitu kejam, kemungkinan besar ia akan dihalangi ayahnya dan menjadi penerus sekte."


Qin Chen menggelengkan kepalanya, karena semua ini urusan Xiao Yueyin dan bukan dirinya. Ia hanya orang yang membantunya membuka segel kekuatan itu agar di masa depannya cerah.


Ia kembali ke kediamannya untuk beristirahat karena terlalu bersemangat beberapa hari dan sambil menyentuh bibirnya mengingat masa indah lima menit sebelumnya.


"Tidak buruk, bibirnya manis dan kecil membuat siapapun bisa gila saat merasakan sensasinya. Ditambah, aku tidak mengira bahwa Yueyin sangat ganas menciumku seolah-olah energiku di serapnya habis-habisan."


Ia tertawa senang, dan duduk di bangku sebelumnya melihat cakrawala langit penuh dengan bintang-bintang bervariasi ukuran dan warnanya.


"Bumi, bagaimana kabarnya? Apa aku bisa lulus karena sudah mati, ha! Ayah dan ibu, maafkan anakmu ini yang tidak bisa lulus universitas dan membanggakan kalian karena harus mati muda sebelum menikah seorang wanita cantik."


Ia menutup matanya memberikan doa pada keluarganya dibumi yang sudah lama telah meninggalkan dari dunia.

__ADS_1


...


*Bersambung ...


__ADS_2