Immortal Soul

Immortal Soul
Chapter 35 : Melatih Xiao Yueyin


__ADS_3

Xiao Yueyin melesat mengayunkan pedangnya didepan Qin Chen, ia menahannya dengan pedangnya hingga menyebabkan gelombang angin yang menghempaskan debu-debu disekitarnya.


"Serangan yang kuat, namun penuh dengan celah yang terbuka." Qin Chen menendang pinggangnya hingga terhempas kesamping menyeret pedangnya di atas aula pertandingan.


Semua orang tercengang, karena ini seperti pertarungan asli tanpa adegan akting sedikitpun.


"Salurkan energi ke pedang, dan perkuat fondasi kakimu lalu ayunkan membelah secara vertikal." Kata Qin Chen dengan arahan singkatnya.


Ia melakukannya dan berlari mendekati Qin Chen melompat ke langit dan mengayunkan pedangnya kebawah.


Bang!


Tanah dikakinya terangkat naik ke atas membuat tempat tersebut seperti hancur, Qin Chen menyeringai kecil melihat Xiao Yueyin sudah memahami singkat perkataan Qin Chen sebelumnya.


"Tidak buruk, kau berkembang pesat setelah aku katakan, ikut pegerakanku agar kamu memahami lebih."


Trang! Trang! Trang!


Pedang mereka saling beradu memercikkan api dimana-mana, kecepatan mereka hanya terlihat cahaya yang saling membentur dengan suara guntur-guntur yang saling bertabrakan.


Lalu mereka berhenti di tempat yang berbeda, dengan Xiao Yueyin terluka karena Qin Chen tidak memandang mau wanita ataupun pria saat berlatih, karena diluar sana lebih kejam dibandingkan yang dipikirkan.


"Dalam segi kekuatan kamu memang berada di Martial King (7) namun dalam segi pengalaman, kamu masih kurang. Sepuluh tahu aku berlatih, melawan monster kuat di berbagai tempat dan melawan prajurit yang tak terhitung jumlahnya dengan kekuatan besar lainnya, melewati seribu kesengsaraan hidup dan mati."


"Xiao Yueyin, selama kamu menyakinkan satu hal, hidupmu akan penuh dengan darah dan daging. Tidak akan semudah putri surga yang mendaki ke langit dengan sumber daya melimpah tak terbatas."


Qin Chen memberikan gerakan unik yang merupakan seni pedang yang ia salin dari Paviliun Pengetahuan dan dikombinasikan dengan kemampuannya.


"Perhatian gerakanku, ini akan menjadi seni pedang yang aku berikan padamu."


Ia bergerak dan mulai menebas ke langit menghancurkan gedung tersebut hingga berkeping-keping. Semua orang tercengang karena serangannya membelah langit dan membuat awan di sekitarnya membentuk vertikal.


"Itu adalah seni Pedang tebasan langit iblis, semakin tinggi kekuatan yang kamu capai, serangan seni ini akan meningkat dan bahkan mampu untuk membelah ruang."

__ADS_1


"Apa ini kemampuan yang kamu gunakan untuk membelah bulan sebelumnya?"


Qin Chen menyentuh dagunya. "Tidak mungkin, kalau aku sempat menggunakan kemampuan ini, aku sudah menyebabkan banyak bencana termasuk ruang void di langit dan kekacauan di dunia."


"Aku hanya mengayunkan pedangku dengan sedikit energi didalamnya, dan serangan itu menyebabkan bulan terbelah. Namun kemampuan ini bisa membelah bulan, kalau kamu mencapai ranah Martial Ancestor (8)."


"Begitu?"


Ia kembali berdiri mengangkat pedangnya kembali, mengarahkan pedangnya kearah Qin Chen dengan serius. "Kalau begitu Little Chen, berikan aku pencerahan."


Ia mengangguk kecil dan pertarungan mereka berlanjut lagi membuat kagum semua murid termasuk para tetu yang melihat dari atas sana setelah mendengar ledakan di aula pertandingan.


Pertarungan mereka menarik banyak murid lainnya untuk melihat, Qin Chen dan bertarung dengan serius mengimbangi kekuatan Xiao Yueyin dan memberikan banyak arahan selama pertarungan persahabatan.


Setelah 6 jam berlalu, Xiao Yueyin berdiri dengan luka-luka yang cukup fatal diberikan Qin Chen. Namun semua itu untuk latihannya dan siap menerima rasa sakit yang lebih dibandingkan sekarang.


"Untuk hari ini sampai disini, besok aku akan melatihmu lagi dan lagi sampai tujuh hari kedepannya." Kata Qin Chen sambil memberikan Pil Penyembuhan kelas langit (atas).


"Pil Penyembuhan ini dapat menyembuhkan luka-lukamu, namu tidak dengan energimu. Jadi istirahatlah dan bermeditasi mengisi kembali energimu untuk besok lagi."


Qin Chen meliriknya sekilas, lalu membalasnya. "Benar, aku tidak bisa berlama-lama di satu tempat seperti sekarang ini, karena itu aku akan pergi ke Domain Atas. Sebelum aku pergi, aku akan melatihmu sampai bisa menyaingi 3 level di atasmu."


Ia lalu meninggalkan tempat tersebut dan meninggalkan Xiao Yueyin di sana.


***


Kediaman Qin,


Setelah sebelumnya melatih Xiao Yueyin, malamnya ia didatangi oleh ayahnya Xiao Yueyin yang duduk di samping Qin Chen dengan meja persegi diatasnya ada secangkir minuman penuh dengan anggur perasaan murni dari batang.


"Apa yang ingin dibicarakan oleh penguasa malam-malam seperti ini dan bahkan datang ketempat kediaman Junior ini?"


"Tidak ada, hanya mencari udara segar di puncak gunung dan melihat Little Chen tengah bersantai menikmati secangkir anggur ditemani dengan bulan utuh di langit."

__ADS_1


"Begitu? Aku sangat menikmati tempat ini, karena kediaman ini berada di puncak sehingga bulan di langit terlihat sangat jelas dari tempat ini."


"Ngomong-ngomong Little Chen, apa Little Chen akan meninggalkan tempat ini setelah menantang Xiao Yueyin di hari terakhir dan mengakuinya."


"Seperti yang penguasa katakan, aku akan memberikannya pelajaran selama beberapa hari ini dan pada hari terakhir aku akan menantangnya dan melihat perkembangannya. Jika dia sesuai ekspektasiku, aku akan mengakuinya."


Master Sekte hanya diam dan menyeduh secangkir anggur, ia melihat bulan dan merasakan udara segar mengalir di hidungnya masuk kedalam tenggorakan dan ke paru-parunya.


"Seni Pedang Tebasan Langit Iblis, kemampuan itu setidaknya mempunyai kelas surga. Bagaimanapun ketrampilan itu adalah harta dunia, apa Little Chen yakin mengajari Xiao Yueyin?"


"Tentu saja, ada banyak ketrampilan kelas surga di benakku dan bahkan tak terhitung jumlahnya kelas langit dan bumi. Aku akan memberikan beberapa ketrampilanku kepadanya sebagai bekal kedepannya dan pengalaman bertarung dariku."


Qin Chen mempunyai seribu metode bertarung dari berbagi orang yang pernah ia lawan sebelumnya sehingga ia bisa menyamai mereka semua.


"Bagaimanapun, Little Chen. Tolong latih putri saya sampai hari itu tiba."


Qin Chen melihatnya memberikan hormat padanya, karena Xiao Yueyin adalah satu-satunya putrinya yang ia punya dari istrinya karena istrinya telah lama meninggalkan mereka dan tidak akan pernah kembali ke dunia ini.


Ia merawatnya dari kecil hingga besar seperti sekarang, mendapatkan dua kenyataan sebelumnya menyadarkan dirinya sendiri karena dunia ini prajurit yang kuat akan memimpin semuanya.


"Kau tidak perlu mengatakannya, aku akan melatihnya selama seminggu ini. Karena dimasa depan, mungkin aku meminta bantuannya darinya."


Meski tidak tahu kenapa, namun perasaan itu begitu intens hingga membuatnya merasa dimasa depan akan terjadi sesuatu yang lebih besar dibandingkan bencana alam.


Qin Chen meminum anggurnya, ia menikmati setiap tetesan yang masuk kedalam tenggorokannya.


"Terimakasih." Katanya membungkuk badannya memberikan penghormatan kepada Qin Chen, ia lalu kembali berbicara. "Kalau begitu saya akan kembali."


"Kembalilah, aku masih ingin menikmati setiap detik melihat bulan." Balas Qin Chen sambil melambaikan tangannya sekilas melihat kearah bulan.


Matanya masih terbuka, namun perasaannya tertutup karena menikmati setiap menitnya, Qin Chen menyadari bahwa ada yang mengamatinya dari kejauhan.


...

__ADS_1


*Bersambung ...


__ADS_2