Immortal Soul

Immortal Soul
Chapter 75 : Pulau Kesembilan


__ADS_3

Melepaskan kekuatan kekacauan dalam dirinya, energi besar menyembur keluar membuat fenomena besar di langit. Gelombang energi tersebar seperti nebula dengan varian warna, bintik-bintik cahaya mendominasi kegelapan berputar spiral.


Menjadi pusat kekacauan, ia melepaskan serangan besar ke seluruh dunia!


Duarr! Duarr! Duarr!


Hempasan kekacauan menghancurkan ribuan gunung besar, dataran rendah maupun tinggi terhempas naik ke langit. Guntur-guntur di langit mengeluarkan gemuruh keras memekikkan telinga.


Fang Yu mendapatkan ketakutan memandangi kekuatan setara langit. Matanya merinding ketakutan dengan getaran hebat membuat pupilnya mengecil.


Disaat kekacauan itu mulai meluas melahap seluruh pulau, retakan langit bermunculan dimana-mana. Gemuruh pecah menyebar disepanjang langit, Qin Chen menoleh ke atas mendapatkan distorsi ruang.


"Tuan, distorsi ruang dan waktu bermunculan, bagaimana sekarang?"


"Aku akan menyelesaikannya, bersiap untuk menembus pembatas dunia." Qin Chen membalasnya, ia mengumpulkan energi di telapak tangannya.


Fluktuasi energi meningkatkan setiap menitnya mencapai puncak kekuatan, dengan kecepatan luar biasa ia membawa Fang Yu menembus pembatas dunia mengarahkan tangannya yang penuh energi untuk menghancurkan apapun yang disentuhnya.


Ledakan-ledakan membuat kekacauan dimana-mana, para Monster maupun Dewa mendapatkan sesuatu yang mengancam hendak menerobos Hukum Dunia.


Menembus lapisan langit hingga mereka berada di antara langit berbintang!


Diantara langit berbintang yang membentang luas tak berujung, ia melihat Pulau Neraka dibawah tengah menghadapi keruntuhan primal.


Badai sebelumnya menyambut kekuatan kekacauan, serangan Qin Chen semakin besar hingga dapat menarik pulau-pulau lainnya untuk mendekati sumber energi.


Dibawah matanya, ia menciptakan pembatas baru diantaranya.


"Seharusnya kita berhasil selamat dari kematian, Pulau Neraka adalah tempat yang merepotkan bagiku. Hukum dunia begitu padat sampai-sampai harus mengacaukan dunia dari dalam hingga memunculkan Distorsi Ruang dan Waktu."


"Anda benar tuan, aku tidak menyangka pintu sebelumnya adalah jebakan. Jika aku mengetahuinya, aku akan langsung melarang tuan untuk tidak menggunakannya."


"Sudahlah, sekarang kita menuju Pulau Sembilan. Tempat para Dewa Monster berada! Tempat itu seharusnya mempunyai hubungan dengan Penguasa Primordial Langit, karena mereka adalah bawahannya."

__ADS_1


"Kekuatan mereka berada di Transcend Ascension (Setengah Dewa.) Kesempurnaan kekuatannya sangat mengerikan, walaupun begitu mereka bukanlah lawan bagi tuan untuk mengalahkannya."


"Transcend Ascension dibedakan menjadi tiga bagian. Setengah Dewa, Dewa, dan Pencipta. Masing-masing mereka mempunyai kekuatan yang sangat hebat apa lagi mereka yang berada di kekuatan Dewa, melawannya akan membuat masalah merepotkan kedepannya." Jelas Qin Chen.


"Tuan benar. Dalam legenda, tuan sudah mencapai kesempurnaan dimana kekuatan tuan melampaui Pencipta." Balasnya dengan menganguminya.


Qin Chen mengangguk karena ia mendapatkan kesempurnaan ini membentuk Immortal Soul di langit selama miliaran tahun. Menyerap kekuatan kekacauan ke dalam dirinya hingga padat membentuk tubuh ketiadaan melalui energi kekacauan.


Apapun yang ia sentuh, seluruh akan lenyap kedalam ketiadaan.


Kekuatan tak terbatas ini menjadi incaran banyak orang dan monster, karena itu sepanjang perjalanan ia mendapatkan banyak musuh yang berdatangan untuk memperebutkan kekuatan tak terbatas.


Immortal Soul sangat langka di alam semesta, bahkan keberadaannya begitu unik hingga menciptakan kekacauan dimana-mana untuk memperebutkannya.


Qin Chen menoleh kesamping merasakan kehadiran kekuatan Dewa mulai mendekati tempatnya.


Merasakan melalui energi, mereka datang dengan niatan buruk. Mewaspadai kekuatan besar sepertinya, ia memberikan penindasan dalam jangkauan mencakup langit berbintang yang luas.


Puluhan kekuatan Dewa tertindas memuntahkan darah, bahkan ada yang mati dengan satu napas yang keluar dari mulut Qin Chen.


"Seseorang bergerak untuk mendapatkan darah dan daging Immortal Soul. Bahkan dihadapan kekuatan absolute ini, mereka memandang rendah diriku? Sesuatu yang sudah banyak diketahui bahwa Immortal Soul adalah kekuatan tak terbatas, namun mereka dengan bodohnya mencoba membunuhku."


"Tuan, meskipun mereka sudah mengetahui kekuatan tuan, namun mereka belum pernah merasakannya. Penyebab dari semua ini adalah, mereka tidak percaya dengan kekuatan absolute dalam legenda, mereka hanya percaya saat mereka merasakannya langsung."


Qin Chen menyetujui perkataannya, karena itu ia menarik panah besar ke langit dengan elemen cahaya. Membiasakan energi membentuk busur, ia melepaskan serangan luar biasa melesat di kehampaan.


Serangan itu tiba-tiba muncul didepan mata mereka dalam waktu yang singkat mereka tersapu dalam cahaya hingga tidak meninggalkan apapun.


Ia melihat semuanya sudah menghilang, sebelum melanjutkan ia merasakan kehadiran seseorang yang ia kenal di masa lalu berada dekat dengannya.


Aura itu begitu familiar sehingga membuatnya merasa Dejavu.


"Fang Yu di Pulau Sembilan, apa ada kehidupan seperti manusia?" Tanya Qin Chen.

__ADS_1


"Aku tidak tahu tuan, tapi aku pernah mendengar ada kehidupan seperti manusia di Pulau Sembilan. Mereka hidup damai selama ribuan tahun lamanya, untuk sekarang aku tidak tahu apapun karena kekuatanku sudah lama menghilang dan tidak dapat mencari informasi lagi."


"Begitu rupanya, aku merasakan ada kehidupan seperti manusia disana. Perasaan yang membawaku Dejavu, mungkin ada seseorang yang aku kenal tengah tinggal di pulau sembilan."


"Apa? Apa tuan merasakan aura yang familiar disana?"


"Benar, bagaimana kalau kita kesana karena aku tengah penasaran. Kekuatanmu meningkatkan dengan signifikan, seharusnya dalam seratus tahun kau dapat kembali ke ranah Martial Saint dan dalam sepuluh ribu tahun kau dapat kembali ke puncak Martial God."


"Semua ini karena tuan memberikan ketrampilan abadi. Jika tidak, mungkin membutuhkan ratusan ribu tahun lamanya mencapai Martial God."


Qin Chen tertawa lalu melesat membawanya disamping menuju Pulau Sembilan.


Pulau Sembilan adalah tempat para Dewa Monster berada, kedudukan mereka seperti Jendral memimpin para prajurit mempertahankan kekuasaan Penguasa Primordial Langit.


Jumlah monster yang ada disana tidak terhitung jumlahnya, seolah-olah mereka adalah kehidupan terbesar di alam semesta sekarang.


Bahkan para Dewa hanya mempunyai berapa miliar dengan prajurit yang tidak terhitung jumlahnya berada di ranah Martial God (10).


Qin Chen dan Fang Yu memasuki batasan dunia luar dengan Pulau Sembilan.


Disaat itu, para monster merasakan kehadiran Immortal Soul!


Bergegas bergerak untuk menghadangnya karena dapat membuat kekacauan di dunia, dan Penguasa Primordial Langit tengah menunggu kedatangannya untuk saling bertarung mendapatkan Tahta Tertinggi di langit.


Siapa yang akan berkuasa atas langit, dan siapa yang akan mati di tangan Penguasa. Qin Chen merasakan ledakan energi dari Utara melesat ke tempatnya dengan kecepatan luar biasa.


Fang Yu berada di sampingnya merasakan momentum energi besar itu melesat dengan kecepatan tinggi kearah mereka sekarang, dan langsung menoleh kearah Qin Chen tengah menyeringai.


"Apa tuan mempunyai rencana?"


"Mereka hanya sekumpulan monster bodoh, Pemimpin mereka belum bergerak dan hanya prajurit yang bergerak. Jadi untuk apa aku harus menunggu, hancurkan mereka tanpa meninggalkan apapun dan masuk ke dunia ini untuk menyerang Penguasa Primordial Langit!"


...

__ADS_1


*Bersambung ...


__ADS_2