Immortal Soul

Immortal Soul
Chapter 54 : Rumah Pohon


__ADS_3

Malamnya,


Setengah dua malam mereka dibangunkan oleh Hang Lu karena Qin Chen merasakan ada pegerakan aneh di sekitar mereka. Pegerakan segerombolan langkah kaki hewan buas berkaki empat.


"Ssstt! Jangan berbicara terlalu keras, saudara Qin menyuruhku untuk membangunkan kalian semua dan keluar dari tempat ini karena saudara merasakan sesuatu yang aneh."


"Apa yang terjadi?"


"Aku tidak tahu, lebih baik keluar karena saudara Qin tengah menunggu."


Dengan merangkak keluar tenda, mereka mendekati Qin Chen yang menyuruh mereka untuk tidak mengeluarkan suara sekarang, langkah kaki hewan buas itu semakin mendekat kearah mereka.


"Cepat ikuti aku ke hutan."


Qin Chen begegas kehutan untuk menghindari hewan buas, bersama dengan kelompoknya mengikuti dibelakang hingga mereka tiba dekat dengan pohon besar bisa digunakan untuk berlindung malam ini.


"Cepat naik pundakku satu persatu dan naik ke atas pohon, jangan bertanya apa yang sedang terjadi karena waktu tidak cukup. Hang Lu bantu mereka untuk naik ke pundakku, bergerak lebih cepat karena mereka tidak jauh dari tempat ini."


Mereka tidak tahu apapun sekarang panik dengan dibantu Hang Lu untuk naik ke pundak Qin Chen, Qin Chen mengangkatnya naik sehingga ia bisa meraih cabang pohon untuk duduk diatasnya.


Satu persatu mereka naik berpegangan dengan cabang pohon, lalu Hang Lu menyusul untuk naik dan Qin Chen terakhir naik karena langkah kaki hewan buas mendekati mereka semua di sana.


"Diamkan suara kalian, seharusnya mereka sudah berada di sekitar sini."


Tiba-tiba beberapa hewan buas harimau berada dibawahnya mengejutkan mereka berempat tidak dapat mengeluarkan suara karena Qin Chen menutup dua mulut wanita sekaligus dan Hang Lu satu mulut dan mulutnya sendiri.


Dibawah mereka terdapat empat harimau besar tengah mencium aroma tubuh mereka, Qin Chen bernafas pelan dimana kedua wanita disampingnya menoleh kearah Qin Chen menutup pandangan mereka kedalam dadanya.


Bukan mencari keuntungan, namun mereka benar-benar ketakutan sehingga mencari sesuatu yang bisa menutupi pengelihatannya yang nyata.


Roarrr!

__ADS_1


Burung-burung berterbangan dan keempat orang itu gemeteran karena baru kali ini berada di ujung kematian. Selama beberapa menit berlalu hewan buas itu kembali memasuki hutan besar meninggalkan tempat tersebut, Qin Chen mengamatinya mereka sudah mulai bergerak ketempat lain.


"Hewan itu sudah menjauh dari tempat ini, seharusnya aman untuk turun kebawah dan kembali tidur."


"Saudaraku, terimakasih banyak karena siaga akan bahaya ini. Jika tidak ada kau, mungkin kami sudah menjadi cincangan daging oleh mereka."


"Sama-sama, perlahan turun kebawah dan kembali beristirahat. Untuk sekarang, lebih baik tidur dibawah pohon ini karena bisa dengan cepat kembali ke atas disaat terjadi sesuatu yang sama."


Hang Lu setuju akan hal tersebut, ia turun pertama dan disusul Xue Yang, lalu Yu Yuan dan Qin Chen. Sementara terakhir Qian Jingyin turun dibantu Qin Chen dengan perlahan-lahan karena tubuhnya gemetar sama seperti ketiga lainnya."


Dimalam pertama di pulau terpencil, mereka mendapatkan tantangan hidup dan mati untungnya diselamatkan Qin Chen. Sekarang, Qin Chen terduduk menyenderkan tubuhnya di batang pohon disetiap sisinya wanita cantik tidur menumpang pundaknya.


Hang Lu mendapatkan satu wanita tidur di pundaknya membuat Jiwa jomblonya meronta-ronta.


Mereka melakukan ini menghindari ketakutan, karena ditempat tersebut sangat gelap tanpa penerangan sama sekali.


***


Semalaman ia tidak tidur karena tengah mengamati perkembangan kekuatan, keempat anggota kelompoknya terbangun karena merasakan sudah pagi, makanan semalam sudah habis sehingga makan paginya tidak ada selain buah-buahan yang didapatkan di hutan.


"Semalam, terimakasih banyak Qin Chen karena membangunkan kami dari bahaya. Jika tidak, aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku malam tadi." Kata Qian Jingyin kepadanya.


"Sama, aku berterimakasih karena kau tidak meninggalkan kami disaat ada hewan buas seperti sebelumnya. Kalau ini kelompok lain, aku bisa menyanyikan bahwa mereka akan kabur sendiri menyelamatkan nyawa mereka dibandingkan kelompok, terimakasih banyak Qin Chen."


"Terimakasih banyak Qin Chen."


"Sudahlah, lupakan apa yang terjadi semalam, rencana awal aku ubah. Kita membutuhkan rating pohon besar untuk membangun rumah pohon menghindari hewan buas di daratan dan akar pohon yang bisa digunakan untuk mengikat."


"Apa yang Qin Chen katakan ada benarnya, membuat rumah pohon lebih aman dibandingkan membangun tenda di darat membutuhkan penjagaan ketat."


"Kalau begitu, aku dan Hang Lu akan mencari ranting pohon yang bisa digunakan, sementara Qian Jingyin dan Yu Yuan mencari akar pohon yang bisa digunakan mengikat. Sedangkan untuk Qin Chen, kamu dapat melakukan rencana awalmu."

__ADS_1


"Ide bagus, ayo kita mulai sekarang karena membangun rumah pohon akan membutuhkan waktu lama sebelum membangun kapal menyelamatkan diri dari tempat ini. Sekalian, saat mendapatkan buah-buahan kalian dapat membawanya kembali ketempat ini."


"Baik."


Meninggalkan Qin Chen ditempat itu, ia melakukan tugasnya mengumpulkan bebatuan yang terdapat kandungan biji besi yang dapat digunakan membuat senjata dan paku besi yang dapat dimanfaatkan membuat kapal.


"Melakukan secara manual benar-benar sulit bagi manusia biasa, untungnya aku seorang Dewa sehingga menghancurkan batu hanya perlu meremasnya sedikit."


Bebatuan yang dikumpulkan dihancurkan berkeping-keping, ia menggunakan pakaian putih yang dikenakan sebagai penyaring antara batu dan biji desi, dimana disaat ia menggoyangkan pakaiannya maka biji besi berkumpul di tengah-tengah sementara batu utuh berada di atasnya.


Dilakukan untuk menyembunyikan caranya, karena ia menghancurkan batu dengan cara memukul batu ke batu lainnya hingga kecil-kecil tidak tersisa selama beberapa jam berlalu.


Mereka kembali dengan membawa masing-masing tugas mereka, adapun membawa buah-buahan dan sebuah bongkahan seperti kristal ditangannya Qian Jingyin.


"Qin Chen, apa kamu tahu benda apa ini? Aku menemukannya dibawah pohon yang merambat seperti akar."


"Tunggu sebentar. "Qin Chen meneteskan air liurnya ke ujung jarinya dan menyentuh akar tersebut menghasilkan lendir yang lengket.


"Bagus Qian Jingyin, kamu mendapatkan getah pohon, meski sulit dipercaya namun nyatanya ada banyak rahasia yang belum kau ketahui, gentah ini bisa digunakan untuk melekatkan benda maupun menempel bolong pada suatu benda."


Getah yang didapatkan adalah akar pohon peri mengandung getah di akar-akarnya. Dengan getah tersebut Qin Chen dapat mempercepat proses pembangunan kapal dan kembali ke kehidupan universitas.


Mereka berlima bekerja sama membangun rumah pohon mengandalkan kayu dan akar pohon sebagai pengikat. Para wanita mengikat dan para lelaki mengangkat ranting-ranting itu naik ke atas untuk disusun membentuk ranjang tempat beristirahat.


Sedangkan di kelompok lainnya, mereka ada yang terpecah belah membangun kubu masing-masing, bahkan ada yang ikut dengan kelompok lain karena ketua kelompok mereka tidak bertanggung jawab.


Kebanyakan mereka masih berada di tahap awal, membangun tenda dan makan setiap harinya tanpa memikirkan membangun kapal menyelamatkan diri dari Pulau Kyushu.


...


*Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2