Immortal Soul

Immortal Soul
Chapter 36 : Resident Evil


__ADS_3

Paginya,


Aula Pertemuan dipenuhi murid-murid yang mendapat informasi bahwa orang Domain Atas tertangkap dan dibawa ke Sekte menerima interogasi dari para tetua untuk mendapatkan informasi mengapa mereka datang ke Benua Yongheng dan lain sebagainya.


Qin Chen dibawa kesana sebagai orang yang menangkapnya, karena sehari tanpa Qin Chen maka dunia terasa hampa. Seorang yang suka mencari keributannya, tentunya akan mencari keributan.


"Little Chen, apa kamu yang menangkap orang Domain Atas ini? Jika benar, apa kamu bisa menjelaskan pada kami tentang apa yang kamu lihat sebelumnya."


"Singkat saja, dia tengah menyerap esensi bumi yang artinya ia akan membuat dunia ini kehilangan esensi-nya dan menyebabkan kekacauan dimana-mana."


"Bukankah itu sama dengan merusak Benua Yongheng? Menyerap Esensi Bumi akan menyebabkan banyak kekacauan di Benua, salah satunya kemarau berkepanjangan yang menyebabkan banyak populasi kehidupan menurun!"


"Permasalahan dengan ras mutasi belum selesai, dan Domain Atas mulai bergerak menyerap Esensi Benua Yongheng, apa mereka mengabaikan kehidupan di dunia ini? Benar-benar orang yang tidak mempunyai akal sehat."


Qin Chen hanya diam mendengarkan perdebatan orang-orang tua, dan ia yang muda hanya melihat, mengamati, dan mendengarkan mereka semua yang koar-koar keras mempermasalahkan soal ini.


Sementara ia sendiri, tengah menyentuh dagunya memikirkan hal lainnya. Karena ancaman Domain Atas tidak begitu mengkhawatirkannya, yang mengkhawatirkan baginya hanya ras mutasi di Benua Yongheng.


Bagaimanapun, ayahnya berada di Benua ini yang hidup dengan keluarga Qin lainnya.


Qin Chen melangkah keluar dari pembicaraan itu menyebabkan semua orang kebingungan termasuk para Tetua.


"Little Chen?"


"Aku akan keluar sebentar sebelum melanjutkan pelatihanmu, ada urusan yang harus aku selesaikan."


Baru ia sadari ancaman ras mutasi akan menyebabkan ancaman terbesar di Benua Yongheng. Semua ini akan membuat keluarga Qin dalam bahaya dan ayahnya akan menghilang dari dunia.


Ia melesat meninggalkan aula pertemuan menuju kaki gunung, tidak jauh dari sekte terdapat pulau kecil yang tidak berpenghuni namun mempunyai jalur bawah laut yang dalam.


***


Pulau tanpa penghuni,


Pulau tersebut berada dekat dengan kota terdekat yang berpenghuni, namun tidak terlihat karena terlalu kecil untuk di perhatikan. Kebanyakan orang mengabaikannya dan membuatnya seperti tumpukan tanah tak berguna.


Sebenarnya terdapat lubang panjang yang menghubungkan antara dua tempat sekaligus. Dimana lubang tersebut tertutup oleh rerumputan merambat dan lain sebagainya sehingga tidak terlihat.

__ADS_1


Tempat tersebut sering digunakan sebagai lintas para ras mutasi yang akan berpencar di berbagai tempat. Termasuk menghancurkan Sekte Pedang Giok.


Sedangkan markas mereka berada di reruntuhan gedung kuno yang berada di kota, ditempat tersebut dikenal sebagai tempat yang menyeramkan karena banyak monster bertipe Ghost.


Qin Chen yang berada di langit langsung turun kebawah dan melihat tempat tersebut didepan matanya.


Slash!


Dengan pedangnya ia membuka tempat tersebut, dan Xiao Yueyin menyusulnya dari belakang karena mengejar Qin Chen yang tiba-tiba pergi. Wanita benar-benar beban saat ia sedang lemah, namun saat kuat mereka seperti harimau yang mau menelan hidup-hidup.


"Little Chen?"


"Ada apa? Aku sedang beres-beres Benua Yongheng dari ras mutasi, karena keluargaku ada di Benua ini. Karena kau menyusulku, aku akan langsung pada intinya, didalam sana mungkin terdapat banyak ras mutasi, kamu akan melawan mereka semua meningkatkan pengalaman dan mempertajam kemampuan yang aku berikan."


"Eh!"


Qin Chen langsung menariknya masuk kedalam membuatnya kebingungan, karena ia bermaksud untuk bertanya dan bukan bertarung secara mendadak seperti sekarang.


Melihat ke langit-langit ruangan, ia berada di kedalaman lautan yang merupakan tempat bersemayamnya monster tentakel besar yang dibicarakan.


"Didepan sana terdapat seribu monster ras mutasi bertipe serangga, mereka akan menyerang saat kita masuk. Jadi, persiapkan diri untuk bertarung Yueyin."


Ia dengan pedang kuno yang didapatkan bersama sepuluh tahun yang lalu, Qin Chen tertegun melihatnya menggunakan senjata tersebut sekarang.


Saat mereka masuk kedalam, mereka langsung di serang bertubi-tubi oleh serangga-serangga yang merepotkan dari langit. Muntahan asam yang membuat apapun meleleh, Qin Chen melompat antar batu menyerang mereka dari bawah dengan nyala api.


Sementara Xiao Yueyin menyerang dengan seni pedangnya.


Slash! Slash! Slash!


"Seribu Pedang Abadi!"


Dengan teriaknya mengeluarkan seribu pedang menghujani monster-monster, Qin Chen menghindari bebatuan yang berjatuhan kebawah karena serangannya benar-benar brutal!


"Perkembanganmu benar-benar meningkatkan secara signifikan dibandingkan sebelumnya. Walaupun begitu, bisa kamu turunkan serangan brutal seperti sebelumnya, karena bisa membuat tempat ini runtuh dalam sekejap."


"Terimakasih banyak Little Chen atas pujiannya, saya akan menggunakan ketrampilan lain untuk menghindari runtuhnya lorong ini."

__ADS_1


"Baguslah, ayo kita kebawah lagi."


Diujung sana terdapat pintu besar tengah menunggu mereka, sesaat mereka masuk kedalam melihat apa yang sebenarnya ada di sana adalah hal yang tidak pernah mereka duga sebelumnya.


Ratusan ras mutasi bertipe naga yang tidak sempurna dengan beberapa pembudidaya abadi disamping mereka tengah menyuntikkan gen ras mutasi yang diciptakan.


"Apa-apaan mereka semua ini! Bukankah curang melawan musuh yang tengah diperkuat seperti sekarang ini?"


"Ada penyusup, cepat bereskan orang-orang dibawah sana!"


Qin Chen dan Xiao Yueyin menghindar saat nafas naga mengeluarkan semburan nyala api yang ganas membakar apapun. Mereka menyerang bersama membelah satu naga yang bermutasi dengan bentuk aneh, karena mereka gagal!


"Thunder Sword!"


Ia mengendalikan petir menciptakan pedang petir yang bergerak membelah ruang kosong didepannya. Merambat dan pecah seperti ledakan besar bergemuruh keras di dalam ruangan yang padat dengan volume air.


Bergema dimana-mana membuat getaran yang cukup keras hingga bebatuan di langit-langit ruangan berjatuhan seperti meteor, Xiao Yueyin menggelengkan kepalanya, karena sebelumnya ia dilarang keras oleh Qin Chen dan sekarang ia yang menyebabkan ruangan ini hampir roboh.


Xiao Yueyin dengan pedang kunonya bergerak memotong apapun yang disentuhnya seperti sayuran, serangannya berdampak besar bagi mutasi naga yang mempunyai kulit terbal.


"Little Chen, kulit mereka benar-benar keras untuk memotongnya menjadi dua bagian. Namun dengan senjata kuno ini, mereka kehilangan pontensi untuk menahannya dengan keras."


"Luar biasa Yueyin, lakukan lagi hingga semuanya selesai!"


"Serahkan padaku, aku akan mengasah kemampuan yang kamu berikan sebelumnya."


Ia bergerak secepat kilat mengayunkan pedangnya secepat suara meninggalkan bongkahan daging monster yang terbagi menjadi beberapa bagian.


Qin Chen duduk mengamati Xiao Yueyin yang mendominasi di dalam ruangan, meski Exp ia butuhkan namun ia tidak pelit pengalaman, sehingga cocok untuk Xiao Yueyin mencari pengalaman baru.


Monster seperti naga meraung-raung memanggil sekumpulan naga lainnya untuk berkumpul, di ujung mata mereka terdapat gua yang menghubungkan antara tempat mereka dengan tempat lainnya.


"Thunder Sword!"


Bzzzrt! Bzzzrt!


"Seribu Pedang Abadi!" Ia mengayunkan pedangnya menembus tubuh-tubuh monster dengan ganas, nyala api membakar mereka dan hawa panas memenuhi ruangan hingga asap keluar dari celah-celah kecil di permukaan air mengalami mendidih dan gelembung-gelembung udara panas.

__ADS_1


...


*Bersambung ...


__ADS_2