Indigo Story'

Indigo Story'
Part 12: Kita Harus mulai?


__ADS_3

Malam hari pun tiba. Dika meletakkan jaket nya di gantungan tempat jaket di belakang pintu. Lalu, Dika menuju dapur berencana untuk membuat kopi. Menyalakan kompor, menuang kopi dan menunggu air mendidih.


Saat sedang menunggu air mendidih, terdengar suara ketukan pintu. Dika menengok sambil berjalan menuju ke depan.


"Ya sebentar" ucap Dika yang memberi jawaban.


Saat Dika membuka pintu, Sosok Dedemit dari atas pintu membuat Dika terkejut dan terjatuh. Dika terus menatap sesosok itu sambil ngos-ngosan karena saking terkejut. Sesosok itu maju perlahan-lahan menuju Dika sambil merayap dari pintu ke dinding menghampiri Dika. Saat sesosok itu berada di depan wajah Dika, Dika pun yang sedikit ketakutan menatap dalam mata sosok tersebut.


"tttuuuutttttt" terdengar suara air mendidih di dapur dan membuat Dika menengok kebelakang. Saat Dika memalingkan wajahnya ke depan kembali, sosok itu sudah hilang. Dika yang masih sedikit terkejut, berdiri dan mencoba untuk ke dapur. Saat membalikkan wajah nya, Sesosok itu kembali muncul dengan berdiri di belakang Dika. Dika yang kaget refleks memukul sesosok tersebut. Sosok itu pun terpukul dan langsung menghilang. Dika yang kaget karena refleks pun memegang telapak tangan nya.


"kaget gua, tadi lu di depan sekarang di belakang" ucap Dika yang sembari cengar-cengir.


Waktu menunjukkan 9 malam. Yuli pun baru masuk dan ingin langsung menuju kamarnya. Baru saja berjalan beberapa langkah, ada yang mengejutkan nya

__ADS_1


"Darimana kamu jam segini baru pulang" ucap Ayah Yuli yang berada di ruang tamu duduk di kursi roda nya. Yuli pun mengelus dada karena kaget.


"Maaf yah, Yuli banyak kerjaan" ucap Yuli.


Tanpa banyak mengobrol, Yuli pun langsung masuk ke kamar.


Air panas sudah di tuang ke dalam kopi. Dika sembari bermain hp nya sambil ngopi itu masih terus terbayang sosok tadi yang tidak sengaja ia pukul.


Tak lama kemudian, terdengar suara ketukan pintu. Dika menengok dan langsung menuju pintu untuk melihat siapa yang datang. Saat membuka pintu, lagi dan lagi Sosok Dedemit itu kembali mengejutkan Dika. Dika pun saking kaget nya terjatuh dan pintu tertutup dengan sendiri nya.


"Konyol banget nih setan, bikin gua kaget melulu" ucap Dika yang sedikit kesal sambil bangun.


Lalu, Dika kembali duduk ke tempatnya tadi. Baru saja mau duduk, terdengar lagi suara ketukan pintu yang membuatnya kesal.

__ADS_1


"Lo gausah ngagetin, kalo berani sini hadepin gua bertumbuk kita" ucap Dika yang berjalan menuju pintu sambil ngedumel sendiri.


Saat membuka pintu, ada Adelia yang berdiri sambil memegang bungkusan.


"Siapa yang ngagetin mas, mas mau ngajak bertumbuk?" tanya Adelia yang kaget dengan ucapan Dika tadi.


"Eh kamu, enggg engga kok engga. Maaf ya" ucap Dika sambil cengar-cengir.


"Ah yauda, ini ada sedikit makanan untuk mas. Kebetulan tadi sebelum ke kosan, saya sempat beli makanan ini. Saya sengaja beli dua yang satu buat kamu" Ucap Adelia yang memberikan bungkusan itu ke Dika tanpa menghiraukan omongan Dika tadi.


Dika pun mengambil bungkusan tsb dan mengucapkan terimakasih juga mengucapkan maaf karena takut Adelia tersinggung. Adelia hanya tersenyum dan langsung pamit untuk menuju ke kamar nya. Dika yang kesal dengan diri sendiri langsung menutup pintu.


"Ahh setan, gegara lu nih orang yang gua suka jadi agak tersinggung" ucap Dika yang ngedumel dengan diri sendiri karena terus di kejutkan oleh Sosok tadi sebanyak 2x

__ADS_1


__ADS_2