
Waktu menunjukkan pukul 2 pagi. Yuli terbangun karena suara alarm dari hp nya yang sudah dia setel untuk bangun melaksanakan Sholat Malam.
Yuli bangun dari kasurnya dan menuju kamar mandi sambil mengucek mata nya. Selesai berwudhu, Yuli menuju ke kamar nya kembali.
"Kamu mau ngapain?" tanya ayah nya yang tiba-tiba duduk di ruang tamu.
Yuli pun kaget dan menengok sambil berkata ingin melaksanakan Sholat Malam. Seperti biasa, ia tak banyak bicara langsung menuju kamar nya.
Setelah melaksanakan Sholat, ia membaca Qur'an.
"Duk" suara seperti ada yang memukul tembok dengan keras yang membuat Yuli terkejut dan langsung duduk sambil mundur ke arah sudut kamar ketakutan.
Yuli yang penuh ketakutan itu pun terus menangis sambil mengucap asma Allah.
"Drrrtttt" suara getar dan bunyi pun terdengar dari hp Dika. Dika pun terbangun dan mengecek hp. Jam di hp menunjukkan pukul 5 Pagi. Tanpa berlama-lama, Dika pun bangun dan menuju kamar mandi untuk melaksanakan Sholat dan mandi agar bersiap untuk mencari order seperti biasa di pagi hari.
__ADS_1
Waktu menunjukkan pukul 9, Dika pun yang sedang fokus menyetir sepeda motornya di jalan tak sengaja menengok ke arah kiri jalan. Tempat pejalan kaki dan dia melihat Yuli yang berjalan menunduk.
"Itu kaya Yuli, kok tapi kayanya suram banget ya" tanya Dika pada diri sendiri.
Lalu, ia menyadari bahwa ada sesosok yang duduk di pundak Yuli seperti menimpa badan Yuli. Dika pun terus menengok ke kiri sambil terus menyetir.
"Dukkkk" suara motor Dika tanpa sengaja menabrak kendaraan lain yang sedang berhenti di bahu jalan karena ia tak fokus.
"Heh, Lo kalo jalan itu kedepan bukan ke belakang!"Ucap pemilik kendaraan yang motornya Dika tabrak.
Sesaat sampai di tempat biasa Dika beristirahat, Dika pun bertemu Piyan yang sedari tadi sudah sampai dulu di Budeh.
"Yan, Lo tau ga sih" ucap Dika ke Piyan sambil duduk di samping Piyan dan melepaskan jaketnya.
"Tau apaan, emang ada apaan" Jawab Piyan ke Dika.
__ADS_1
"Tadi gua liat Yuli di ASMI. Gua liat dia ada yang ngikutin Yan. Cuma, itu demit duduk di pundaknya Yuli" ucap Dika yang menjelaskan ke Piyan tentang apa yang ia lihat hari ini.
Piyan pun hanya terdiam sambil memegang Jenggot yang cukup tebal di dagu nya.
"Lo gausah mainin jenggot" ucap Dika yang sambil menepuk bahu Piyan.
Piyan pun cengar-cengir dan berkata "ya sabar, gua kan lagi mikir."
Dika yang berfikir apa yang terjadi dengan Yuli ada hubungannya dengan perjanjian yang dulu ia buat dengan Iblis.
"Tapi sih Yan, kata gua mah itu demit ada hubungannya sama dulu si Yuli pernah buat perjanjian sama Iblis" ucap Dika yang sangat yakin akan hal itu.
Piyan pun secara tiba-tiba memikirkan hal yang sama seperti Dika.
"Kita harus terus bergerak. Kalo bisa, kita ajak Rafli kawan SMP lu dulu. Dia kan juga bisa tuh, jadi kalo kita banyak team, kita bisa ter back up" Ucap Piyan.
__ADS_1
Dika pun menyetujui nya dan akan mencoba menghubungi Rafli.