Indigo Story'

Indigo Story'
Part 44: Masa lalu Panji


__ADS_3

Setelah berhasil melarikan diri dari Arman karena pertarungan yang seri, sekiranya menurut Panji sudah berada sangat jauh dari jarak Arman, Panji pun beristirahat di dekat pohon besar.


Beberapa tahun lalu.


Ya, tepatnya saat Panji dan Arman masih berada di jalan mengorak-arik rezeki kecil untuk bertahan hidup di kota. Mereka berdua tinggal di gubuk kecil yang mereka bangun di kolong tol. Kawasan tempat mereka tinggal masih terbilang banyak penduduk, karena beberapa anak jalanan lain juga tinggal dan membangun hunian mereka dengan seada nya disitu.


Ya meskipun mereka seringkali berpindah tempat karena terciduk oleh keamanan sat pol pp, mereka selalu berhasil melarikan diri dan mencari tempat tinggal yang baru.


Karena di kondisi saat ini, pemerintah tak terlalu memperhatikan masyarakat kalangan bawah sekali.


Arman dan Panji menjalani hari-hari seperti biasa. Menjadi pengamen untuk mengisi perut mereka demi bisa bertahan hidup.


Sampai, Reza serta Junior nya datang bersama Ki Kusumo berkunjung ke daerah mereka. Ya namanya juga lagi pencitraan, jadi sok sibuk memperhatikan kalangan bawah, padahal jijik.


Pandangan Ki Kusumo terhenti ke arah Panji serta Arman. Arman dan Panji yang mengetahui bahwa Ilmu yang di miliki Ki Kusumo adalah yang paling kuat, hanya bisa terdiam begitu pandangan Ki Kusumo ke arah mereka.

__ADS_1


Ki Kusumo berbisik-bisik kepada Reza, dan seketika pandangan Reza juga tertuju ke arah mereka berdua.


Reza menghampiri mereka berdua dan mengajak nya untuk bergabung ke dalam Timses nya, dan di imingi hadiah yang sangatlah besar.


Arman yang sudah bosan hidup miskin, terkadang tidak makan pun menyetujui nya. Tetapi, tidak dengan pandangan Panji yang sangat benci dengan Politikus.


Panji menolaj tawaran Reza, tetapi Arman coba membujuk Panji. Karena Arman adalah kawan susah senang bersama, Panji pun mengiyakan.


Sebulan berlalu setelah mereka berdua telah bergabung kedalam Timses Reza. Sekarang, mereka tak perlu khawatir akan tak makan, melarikan diri dari kejaran Sat Pol PP. Reza memberikan mereka semua yang di inginkan. Dari makanan, baju yang layak dan tempat tinggal.


Mereka berdua setidaknya bisa membantu Ki Kusumo saat tak sedang mengawasi Reza. Urusan soal Hal Ghaib bagi Panji sudah lah hal biasa. Namun, itu tak seperti yang di fikirkan Panji. Karena ketamakan Reza, ia pun sampai tega menghilangkan nyawa beberapa orang yang mencoba menyingkirkan nya.


Panji berusaha keluar dari zona mimpi buruk itu. Tetapi, tidak dengan Arman yang seperti nya puas akan hal bunuh membunuh.


Lalu, disaat mereka sedang berdua, tiba lah Panji memberanikan diri untuk bicara dengan Arman.

__ADS_1


"Man, kita sudah kelewatan ga sih?" Tanya Panji ke Arman.


"Kelewatan gimana?" Tanya balik Arman.


"Iya. Semakin kesini, Pak Reza semakin ganas. Gua ga bisa bertahan disini lebih lama lagi. Karena gua mengira, cuma hal Ghaib aja. Ternyata, gua salah. Itulah alasan gua membenci Politikus" Jawab Panji.


"Ji, Panji. Lu mau kemana gua tanya. Lu mau balik lagi ke jalan, ngamen. Nyari rezeki porat parit di jalan. Yang setiap hari kita mikir bakal makan atau engga?" Tanya Arman.


"Lebih baik begitu bukan daripada harus begini?" Tanya Panji.


"Terserah. Gua ga mau!" Ucap Arman dengan nada tinggi.


"Gua kasih lo waktu buat mikir Man. Jangan sampai gua nekat" Ucap Panji yang langsung pergi meninggalkan Arman.


"Ji, Panji" Ucap Arman sambil tersenyum jahat.

__ADS_1


__ADS_2