
Setelah berhasil menyegel Banaspati di dalam tubuhnya, Dika kembali ke dalam kamar dalam keadaan lemas. Sebelumnya, dia baik-baik saja. Sampai dia menyegel Banaspati tadi. Dika pun langsung membanting tubuhnya ke tempat tidur dan memejamkan mata nya
Di alam Rogo Sukmo, ia berada di depan rumah yang terbuat dari kayu lebih terlihat seperti gubuk kecil. Ia pun penasaran, mengapa ia bisa sampai ke alam ini.
Tanpa berfikir panjang, ia langsung menuju gubuk tersebut dengan obor di tangan kiri nya yang tadi ia ambil di dekat pagar. Langkah ia pun terhenti di depan pintu.
"Gua buka ga ya?" Tanya Dika kepada diri sendiri.
Perlahan, ia menempelkan tangan nya ke pintu, dan mencoba membuka pintu itu dengan perlahan. Baru pada saa pintu itu terbuka sedikit dengan bunyi nya yang pengang pun, secara tiba-tiba ia terpental ke belakang. Ia pun terbaring di dekat pagar saat ia mengambil obor.
"Aduh, apa lagi ini" Ucap Dika yang sembari bangun memegang punggung nya.
Lalu, muncul Banaspati yang tadi ia segel keluar dari rumah itu dan muncul di hadapan Dika. Seorang pemuda dengan pakai tudung saji di kepala nya, kutang putih dan celana pendek hitam sambil memegang keris pun muncul di depan nya.
"Lo siapa?" Tanya Dika ke orang itu.
Tanpa menjawab pertanyaan Dika, pemuda itu langsung mengayunkan keris nya ke arah Dika. Secara refleks, ia pun loncat dengan mundur ke belakang.
"Boleh juga lu" Ucap Dika yang sambil memegang dada kiri nya yang ternyata terkena serangan keris itu.
Lalu, pemuda itu maju menuju Dika dengan cepat. Dika yang siaga pun menerima serangan pemuda itu. Di alam Rogo, mereka berdua pun adu mekanik.
Seperti yang di harapkan, Pemuda itu terpental dan keris nya menancap di dekat Dika. Dika pun mengambil keris itu dan menyimpan nya. Pemuda itu mencoba bangun, tetapi tumbang karena pertempuran duel. Lalu, Dika pun mengeluarkan Tali Mustika nya untuk menyegel Pemuda itu. Seketika, Pemuda itu tersegel dalam ikatan Tali Mustika. Dika pun memutar-mutar Pemuda itu dan melempar nya ke arah gubuk. Dika pun memberi tanda penyegelan di sekitar gubuk itu untuk berjaga-jaga ia akan keluar.
__ADS_1
Keesokan Pagi, Dika pun bangun dan menyadari bahwa Keris yang ia dapatkan semalam di Alam Rogo ternyata ikut ke diri nya ke dunia nyata. Lalu, ia menyimpan Keris itu dan langsung pergi ke kamar mandi untuk mandi.
Setelah siap, ia memanaskan motor nya di parkiran kosan. Ia keluar kosan dan merasakan udara segar di Pagi hari. Saat sedang asyik menikmati udara segar, berhenti lah mobil hitam di depan nya. Seorang pria dengan rambut klimis ke kanan, menggunakan jubah hitam keluar dari mobil dan menuju Dika.
"Aura yang sangat kuat dan besar" Ucap Dika dalam hati nya ketika melihat pria itu.
"Selamat Pagi" Ucap Pria itu ke Dika.
"Pagi mas, ada yang bisa di bantu?" Tanya Dika.
"Saya mengetahui bahwa kamu semalam menangkap dan menyegel Banaspati yang lewat sini" Ucap Pria itu.
"Iya, anda siapa ya?" Tanya Dika.
"Saya Arman, anak buah Pak Reza" Jawab Arman.
"Lu ngikut berita politik ga sih?" Tanya Arman balik ke Dika.
"Jangankan berita politik, berita biasa aja engga" Jawab Dika.
"Saya tahu bahwa kamu semalam menangkap Banaspati yang lewat sini tadi malam. Banaspati itu adalah kiriman dari Partai sebelah untuk menggagalkan Pak Reza maju ke kursi Kepresidenan" Ucap Arman.
"Oh terus?" Tanya Dika.
__ADS_1
"Karena keberanian dan kekuatanmu, aku mengajakmu untuk bergabung ke dalam Timses (Tim Sukses) Pak Reza. Kita memiliki kemampuan yang sama dan aura yang kau miliki cukup besar untuk membantu kami" Ucap Arman.
"Hih, apa untungnya buat gua?" Tanya Dika dengan nada sombong.
"Tenang, kami sudah siapkan imbalan untuk mu jika ingin bergabung" Jawab Arman sambil membuka koper yang di berikan oleh junior nya.
Dika pun terdiam melihat segepok uang di dalam koper itu.
"Maaf. Tapi, kekuatan yang gua punya untuk kebaikan. Bukan untuk hal semacam itu" Jawab Dika yang menolak permintaan Arman.
"Ini adalah hal kebaikan. Kau pun akan bergelimang harta jika bergabung dengan kami" Ucap Arman ke Dika.
"Ga. Mending, lu simpen lagi itu duit. Singkirin muka lu dari gua dan kendaraan yang so cool yang lu sebut mobil itu" Ucap Dika yang menolak tegas permintaan Arman.
"Lu ga tau siapa gua?" Tanya Arman sambil menunjukkan keluar Khodam nya yang berada di tubuhnya.
"Cih, dikira gua takut" Ucap Dika dengan menantang yang sambil mengeluarkan Khodam dari tubuhnya.
"Oke, gua pastikan lu bakal sengsara. Jangan lu kira ilmu lu bisa ngelebihin gua" Ucap Arman.
"Seenggaknya gua ga pakai ilmu gua untuk hal licik kaya lu" Ucap Dika.
Arman yang emosi dengan ucapan Dika itu pun menendang kepala Dika. Dengan reflek yang tepat waktu, Dika menghindar dan menendang balik Arman. Arman yang tak siaga pun tertendang. Junior nya yang melihat Arman terkena serangan pun mencoba maju. Tetapi, di tahan oleh Arman.
__ADS_1
"Ini baru saja di mulai, kita lihat nanti seberapa kau bisa berdiri lagi" Ucap Arman yang langsung masuk ke mobil.
Dika pun bingung dengan Arman. Mengapa ia bisa mendapatkan Ilmu Kanuragan sebesar dan sekuat itu.