
Setelah obrolan dengan Arman, Panji berdiri menatap pemandangan dari balkon lantai 2.
"Apa gua harus berhenti, apa harus terus ya?" Tanya Panji ke diri sendiri.
Saat sedang melamun, datanglah Arman menghampiri Panji.
"Weh, kita di panggil Pak Reza" Ucap Arman.
Panji pun langsung menuju ruangan Pak Reza bersama Arman.
Sesampainya di ruangan Pak Reza, Arman dan Panji bertanya ke Reza mengapa mereka berdua di panggil ke ruangan nya.
"Maksud saya memanggil kalian berdua kemari adalah. Karena kalian berdua Senior para bawahan ku yang lain, aku memberikan tugas ke kalian" Ucap Reza sambil memberikan foto target.
Arman pun mengambil foto dan melihat seseorang yang ada di foto itu.
"Yadi adalah ketua dari Partai sebelah. Dia mengetahui tentang kebusukan kita dan partai. Aku dapat perintah dari atasan, bawa dia kemari. Akan ku beri kalian imbalan yang besar" Ucap Reza ke Arman dan Panji.
Setelah itu, Arman dan Panji pun pergi meninggalkan ruangan Reza.
Tengah Malam pun tiba. Panji, Arman dan beberapa anak buah lain nya sudah menunggu kedatangan target yang tidak jauh dari rumah nya.
__ADS_1
"Lu kenapa Ji, gugup gitu?" Tanya Arman ke Panji yang melihatnya pucat.
"Ah, engga kok" Jawab Panji.
Tak lama, terlihat mobil target mulai datang. Saat itu juga, Panji, Arman dan yang lain nya menggunakan penutup wajah agar tak ketahuan.
Mereka pun keluar dari mobil, dan membuka pintu mobil Target.
"Keluar lu!" Ucap Arman dengan nada menggertak.
"Eh, ada apa ini. Ada apa?" Tanya Yadi yang kebingungan.
Arman pun memukuli Yadi hingga pingsan. Sementara anak dan istri Yadi mencoba teriak. Tetapi, mulut mereka di tutup oleh anak buah Reza. Saat Yadi pingsan, mereka membawa nya ke mobil, begitupun keluarga Yadi.
"Cukup" Ucap Reza ke Arman dan langsung menuju ke Yadi.
Arman pun menghentikan pukulan nya.
"Gua udah bilang jangan ikut campur, atau lu sama keluarga lu ga selamat" Ucap Reza sambil menjambak rambut Yadi.
"Sialan kau. Hukum Tuhan ga pernah meleset Za. Mungkin, bukan gua orang nya. Tapi gua yakin, akan ada orang yang bakal meruntuhkan kerajaan lu" Ucap Yadi lalu meludah ke wajah Reza.
__ADS_1
Reza pun mengelap wajah nya, dan memberikan kode ke anak buah nya untuk membunuh tanpa meninggalkan bukti.
Lalu, di hutan tempat biasa mereka melakukan eksekusi. Yadi dan keluarga nya di kunci dari luar oleh anak buah Reza. Sementara itu, anak buah Reza yang Junior pun menyirami mobil mereka dengan bensin.
Terdengar suara tangisan kuat seorang bayi yang ada di dalam mobil. Ya, itu adalah anak Yadi yang masih bayi menangis tiada henti.
Panji yang melihat kejadian itu pun mencoba menahan. Tapi, ia sadar bahwa yang akan ia hadapi banyak.
Arman yang menyadari Panji diam saja pun memberikan korek api ke Panji.
"Bakar" Ucap Arman ke Panji sambil memberikan korek api.
Panji menerima korek api dan terdiam.
"Kenapa lu diem, bakar!" Ucap Arman ke Panji dengan nada tinggi.
Panji pun langsung menyalakan korek api dan melempar nya ke mobil Yadi. Seketika, mobil itupun di lalap si jago merah. Setelah itu, mereka pergi terkecuali Panji yang masih berdiri terpaku karena sudah melakukan hal yang buruk. Arman pun memegang pundak kanan Panji, dan mereka pun pergi meninggalkan Yadi beserta keluarganya yang terbakar hidup-hidup di dalam mobil.
Keesokan hari nya. Terdengar berita bahwa, ada mobil yang terbakar di hutan itu. Satu keluarga hangus terbakar tak bersisa. Panji dan Arman yang melihat berita sambil menikmati kopi pun, terasa puas beda dengan Panji yang murung.
Namun ajaibnya, bayi Yadi yang masih kecil itu selamat tak tersentuh sedikitpun oleh api. Panji yang menyadari bahwa itu adalah mukjizat dari Tuhan pun, tetap matang untuk meninggalkan Timses Reza apapun itu yang akan ia hadapi.
__ADS_1
Selama berhari-hari, Panji mengasah kemampuan dan skill Ilmu Laduni nya agar bisa menyeimbangi Arman.
Sampai, malam pada saat pemberontakan Panji pun tiba.