Indigo Story'

Indigo Story'
Part 29: Kekalahan


__ADS_3

Dika dan Riko pun mulai menyerang sesuai dengan rencana. Sementara itu Piyan dan yang lain kewalahan menghadapi iblis tsb.


"Agak sulit ngelawan ini setan. Karena, dia tingkat paling tinggi" ucap Ayyub yang terus menghindar serangan.


"Kita harus gimana. Iblis termasuk tingkatan tertinggi" Ucap Piyan ke Team nya.


Ghio yang terus menerus mengalihkan perhatian iblis pun mulai kewalahan karena team nya belum menyusun rencana.


"woi, tolongin lah. Mau sampai kapan gua terus menerus ngehindarin gini" ucap Ghio ke kawan-kawannya yang terus menerus menghindari serangan.


Saat Ghio lengah, ia pun terkena serangan yang menyebabkan Ghio terpental ke luar penghalang ghaib.


"Sial. Ghio pun kepukul keras sampe ke luar penghalang" ucap Ayyub.


Ghio yang mencoba bangun pun tumbang, karena pukulan yang amat keras serta gesekan dari penghalang ghaib yang menyebabkan terkuras nya banyak energi Ghio.


Dika dan Riko masih berusaha terus untuk mengambil batu Emerald yang ada di tangan Andi. Dika yang emosi karena tak kunjung dapat pun melempar keris miliknya, dan tanpa di duga, Andi menelan keris milik Dika. Dika yang kaget melihat Andi menelan keris miliknya hanya terdiam, dan tak berselang lama, Andi memuntahkan keris, dan keris itu menuju ke arah Dika.


Dika yang refleks pun lompat untuk menghindar, dan menangkap kerisnya. Tetapi, Dika pun terbawa oleh keris milik nya dan membuat Dika terpental jauh. Dika yang terpental pun tak sadarkan diri. Riko yang lengah melihat Dika terpental pun, di serang oleh Andi dan Riko berusaha menahan serangan itu dengan semampu nya. Tapi apa daya, Kekuatan batu Emerald sangatlah besar sehingga Riko pun terhantam oleh serangan Andi yang ia tahan. Riko pun terbaring lemas, sedangkan Andi terus menerus menghantam Riko.


Dika yang tak sadarkan diri itu pun, masuk ke alam roh.


"Loh, kok gua disini" Ucap Dika yang kebingungan karena dirinya terpental sampai ke alam roh.


Dika pun mencoba bangun dan melihat sekitar, ternyata ia melihat peperangan yang terjadi di depannya. Ia kaget karena Riko terus di hantam berkali-kali oleh Andi. Andi yang melihat Rogo Dika pun langsung menangkapnya dengan tali Ghaib. Dika yang mencoba menghindar pun sia-sia karena kakinya terikat oleh tali Ghaib. Andi pun berhasil menangkap Rogo Dika, dan mulai menariknya ke arah Andi. Riko yang masih setengah sadar melihat Rogo Dika dibawa Andi pun mulai bangkit dan langsung lompat memutuskan tali Ghaib Andi. Dika pun terjatuh dan langsung pergi menuju tubuhnya, sedangkan Andi yang melihat Riko memutuskan tali Ghaib Pun langsung mencekik Riko.


Riko yang tercekik sampai terangkat itu pun hanya bisa lemas sambil menunggu kematiannya tiba. Saat hampir sekarat, Keris Dika pun terbang dari tempat Dika terbaring menuju ke Andi. Andi yang tak fokus itu pun tertancap keris tepat di dada nya. Riko pun terlepas dari cekikan Andi, dan terduduk terbatuk-batuk. Dika yang datang dari jauh pun mencoba menekan keris itu agar lebih dalam lagi. Tetapi, berhasil di gagalkan oleh tali Ghaib Andi.


"Gua uda bilang, manusia lemah kaya Lo ga bisa ngalahin gua" ucap Andi yang sembaring mencekik Dika.


Riko pun langsung lompat dan menekan keris yang menancap di dada Andi. Andi pun merasakan sakit yang luar biasa sampai Dika pun terlepas dari cekikan nya. Dika yang terjatuh langsung mengambil batu Emerald di tangan Andi. Dan Andi pun berteriak, kumpulan asap hitam mengebul di sekitaran Andi serta angin kencang. Tak lama, Andi pun kembali menjadi wujud normal nya dalam keadaan keris yang menancap di dada nya.

__ADS_1


"Orang ini bisa mati kalo ga kita tolong" ucap Dika ke Riko.


Riko pun hanya terdiam tak menghiraukan omongan Dika karena Andi yang terluka.


"Cong, gua tau dia bermasalah sama kita. Tapi, kita gaboleh biarin manusia mati Cong. Apa beda nya kita sama iblis."


ucap Dika ke Riko.


Riko pun langsung menggotong Andi bersama Dika ke tempat yang lebih aman.


Ayyub, Piyan dan Rafli yang masih kewalahan menghadapi iblis itu pun sudah hampir kehabisan tenaga.


"Haruskah gua keluarin Delima gua" tanya Piyan ke kawan-kawannya.


"Jangan. Lo inget, Lo belum bisa mengontrol kekuatan delima itu" ucap Ayyub ke Piyan.


Sementara itu, Dika dan Riko yang membawa Andi ke dalam rumah Yuli pun langsung meletakkan Andi di sofa. Yuli yang datang bersama Nadia melihat Andi yang terluka.


"Aku sembunyi di kamar Yuli karena ngeliat ramai-ramai tadi di depan" Jawab Nadia ke Dika.


Nadia dan Yuli pun langsung mendekat ke Riko dan Dika untuk melihat keadaan Andi.


"Nad, ada kotak P3k. Kita bisa selamatkan nyawa orang ini sampai nanti perang selesai. Baru lah kita bawa ke RS" ucap Riko ke Nadia..


"Lah, kan yang punya rumah Yuli" ucap Dika ke Riko.


"Iya maksud gua Yuli. Disini kan ada 2 cewe" ucap Riko ke Dika.


"Ada kok, sebentar ya biar aku ambil" Jawab Yuli yang langsung menuju ke belakang.


"Kerisnya ga terlalu dalam menancap di dada nya. Dia kayanya cuma pingsan. Setidaknya kita harus hentikan pendarahan supaya dia ga kehabisan darah" ucap Dika yang sambil melepaskan keris yang menancap di dada Andi pelan-pelan.

__ADS_1


Lalu, Yuli pun datang dengan membawa kotak P3K. Yuli memberikannya kepada Riko, dan Riko pun langsung menerima nya. Riko dan Dika yang sedang mencoba membersihkan luka nya pun berusaha yang terbaik.


"Kenapa dia harus di selamatkan. Dia sama jahatnya kaya Ayah?" Tanya Yuli ke Dika dan Riko.


"Kita gatau apa yang Andi dan ayah perbuat sama kamu. Tapi, dia juga manusia. Kita boleh benci, boleh marah, tapi jangan sampai kita diemin dia nunggu mati. Apa beda nya kita sama Iblis" Jawab Dika ke Yuli.


"Maaf ya, karena nolongin aku kalian harus repot kaya begini" Kata Yuli yang sambil menunduk.


"Ini uda tugas kita kok. Kita punya kelebihan harus dipakai untuk membantu sesama" ucap Riko ke Yuli.


"Bener tuh mba. Lagipula, kita senang kok membantu hal yang kaya gini. Setidaknya, kita tahu masalah seseorang dan kalau mampu ya kami bantu sebisa mungkin. Coba kalau mba diam aja, mau sampai kapan" ucap Dika ke Yuli.


"Ini salah saya juga. Kenapa dulu saya tergiur dengan omongan ayah saya" ucap Yuli yang penuh penyesalan.


"Penyesalan memang selalu datang belakangan kok, kalau duluan namanya pendaftaran. Setelah ini selesai, mba kembali ke jalan Tuhan. Mba taubat dan jangan melakukan hal keji seperti ini lagi atau yang lebih" Ucap Riko ke Yuli yang sembaring mengobati Andi bersama Dika.


Sembaring ngobrol dan mengobati Andi, Dika dan Riko pun berhasil membalut tubuh Andi yang terluka itu.


"Gimana Andi bisa ikut dalam perjanjian bersama Ayah kamu?"Tanya Dika yang sembaring duduk senderan melonjorkan kedua kaki nya.


"Andi emang dekat sama ayah aku, karena dia mencintaiku dan fokus ingin menikahi ku. Tapi, semenjak Andi mengikuti jalan Ayah, aku mulai hilang respect terhadapnya. Bahkan, Rasa aku sedikit demi sedikit berkurang ke Andi" ucap Yuli ke Dika.


"Kalau aku meninggalkan yang syirik, apa kamu masih mau menerima ku?" Tanya Andi yang tiba-tiba bangun membuat semua yang ada di ruangan itu terkejut.


"Jangan bangun dulu, lu masih belum pulih" ucap Dika yang sembaring menidurkan tubuh Andi.


Yuli yang mendengar ucapan Andi pun memberikan senyum yang penuh arti kepadanya. Saat sedang mengobrol, getaran yang amat keras terjadi.


"Eh, anak-anak Dik" ucap Riko ke Dika yang sembaring menarik nya keluar.


Saat keluar, Riko dan Dika melihat kawan-kawannya terbaring lemas. Iblis itu pun tertawa keras yang menyebabkan getaran.

__ADS_1


Dika dan Riko yang tak cukup memiliki energi pun, hanya saling menengok ke arah berhadapan. Riko pun mengangguk dan langsung lari menuju ke arah iblis tsb. Dika yang refleks langsung ikut lari ke arah iblis tsb.


__ADS_2