
Saat malam pun tiba, Piyan, Riko dan Dika pun sampai di tempat Yuli. Piyan dan Riko pun melihat sekeliling rumah sedangkan Dika sudah mengetahui bahwa sudah ada yang menyambut mereka ketika mereka datang. Terutama, yang memperhatikan mereka di depan pintu masuk rumah Yuli. Dika pun mengetuk pintu rumah Yuli dan pintu di buka oleh Ibu Yuli.
"Maaf Bu, saya temen Yuli. Yuli nya ada?" Tanya Dika ke Ibu Yuli.
"Oh iya, mas sudah di tunggu daritadi sama Yuli" jawab Ibu Yuli dan mempersilahkan mereka bertiga masuk.
"Silahkan duduk" kata Ibu Yuli yang mempersilahkan mereka duduk sambil tersenyum.
Dika, Piyan dan Riko pun duduk.
"Sebentar ya, saya panggil Yuli nya sekalian mau buatkan minum" kata Ibu Yuli sambil pergi ke dapur.
Piyan dan Riko terus memperhatikan sekeliling sedangkan Dika pun hanya terdiam. Tiba-tiba seorang Pria tua muncul sambil mendorong kursi roda nya. Ya, itu adalah ayah Yuli yang mengalami gangguan berjalan. Ayah Yuli pun menghampiri mereka bertiga memberikan sambutan yang hangat serta senyum yang memberi arti. Yuli pun datang dan duduk langsung menceritakan yang terjadi. Ayah Yuli pun pergi masuk kedalam.
Ibu Yuli datang dengan membawa 4 gelas minuman untuk para tamu nya.
__ADS_1
"Silahkan diminum" kata Ibu Yuli sambil meletakkan minuman di atas meja.
"Terimakasih Bu, repot-repot sekali" jawab Piyan.
"Kita kan memang harus memuliakan tamu, lagipula jarang kok ada orang yang mampir kerumah kami" kata Ibu Yuli.
"Memang kenapa ya Bu" tanya Riko. Ibu Yuli pun hanya terdiam.
Terdengar suara bantingan pintu yang sangat keras dari dapur. Semua pun kaget karena suaranya yang keras, Ibu Yuli pun langsung menuju dapur untuk mengecek apa yang terjadi.
"Kita bawa ke ruang tamu aja" kata Dika.
Segeralah mereka bertiga membawa Ibu Yuli ke ruang tamu.
Saat meletakkan Ibu Yuli di ruang tamu, Dika pun bertanya "apa sering begini?".
__ADS_1
"Iya sering kok" kata Yuli.
"Apa yang menyebabkan ini Yul?" Tanya Dika ke Yuli.
Tiba-tiba terdengar suara tertawa laki-laki yang sangat keras dan bergema. Semua berempat pun menengok ke asal suara. Dika segera memberanikan diri untuk menuju ada suara.
"Dik, tunggu" kata Piyan yang berusaha menghampiri Dika.
Tapi entah secara tiba-tiba Piyan terpental seperti ada yang mendorongnya. Lalu Riko mencoba menuju Piyan, tapi Riko pun seperti ada yang mendorongnya sehingga terpental seperti Piyan. Dika yang melihat kawan-kawannya terpental menuju mereka. Baru beberapa langkah berjalan, pintu di depan nya tertutup sendiri. Dika pun sedikit panik dan menggedor-gedor pintu.
"Mas, Mas Dika" kata Yuli sambil menggedor-gedor pintu.
Dika pun berusaha terus membuka pintu tapi pintu nya seperti terkunci.
Lampu di ruangan Dika terkunci pun mulai berkedip nyala mati berkali-kali. Dika pun mencoba tenang dan menuju kedalam. Saat ingin masuk ke dalam, Dika pun membuka pintu dan....
__ADS_1