
Arman dan Juniornya pergi meninggalkan Dika. Dika pun masuk ke dalam dan bingung dengan orang itu, apa maksudnya. Saat ingin pergi, Adelia pun menghampiri Dika.
"Tunggu ih, ini bawa" Ucap Adelia ke Dika sambil memberikan kotak makanan.
"Duh, kemarin aja rasa nya kaya Nuklir. Apalagi nih selanjutnya" Ucap Dika dalam hati.
"Ihh, ini loh" Ucap Adelia yang gregetan melihat Dika malah bengong.
"Emm, iya makasih ya. Lain kali ga usah repot begini" Jawab Dika sambil menerima kotak makan dan menyimpan nya.
"Engga kok, aku ga ngerasa di repotin. Lagian juga aku baru belajar masak, untuk jaga-jaga" Ucap Adelia.
"Hehm, pantesan aja. Dia aja baru belajar masak" Ucap Dika dalam hati.
Sementara itu di perjalanan menuju posko kemenangan Reza. Arman terdiam memikirkan hal yang barusan terjadi pada nya.
"Gimana ini bos?" Tanya seorang Junior ke Arman.
"Tenang. Gua mungkin kalah karena tadi ga siaga. Refleks yang dia miliki cukup bagus. Gua bakal coba cara lain" jawab Arman.
Siang hari pun tiba. Dika yang baru sampai di warkop tempat biasa berkumpul pun langsung melepas jaket dan memesan minum.
__ADS_1
"Eh ngomong-ngomong lu tau ga sih soal orang yang sekarang lagi nyalonin jadi Presiden?" Tanya Dika ke Piyan.
"Oh iya tahu. Ada 2 calon kalo ga salah deh" Jawab Piyan.
"Tadi, anak buah nya coba merekrut gua untuk gabung ke Timses nya" Ucap Dika.
"Paslon yang mana?" Tanya Piyan.
"Dia ngomong kalo Paslon nya Reza gitu" Jawab Dika.
"Oh Reza dan Arif. Iya emang mereka berdua lagi mencalonkan diri sebagai Presiden. Tapi, yang lebih sering blusukan ke warga-warga cuma si Reza" Ucap Piyan.
"Dia punya anak buah yang Ilmu Kanuragan nya kuat ya Yan? Tanya Dika.
"Oh gitu" Ucap Dika.
"Kasus sih tuh orang" Ucap Piyan.
"Kasus kenapa?" Tanya Dika.
"Dia katanya sih di tuduh sebagai dalang di balik hilangnya orang dalam tahun ini. Karena orang yang hilang kebanyakan orang yang mengetahui busuk nya dia" Jawab Piyan.
__ADS_1
"Pantes" Ucap Dika.
Malam hari pun tiba. Dika yang baru saja selesai Sholat pun merapihkan peralatan sholat nya. Lalu, ia duduk dalam keadaan masih memakai sarung dan peci, hanya saja melipat sajadah nya. Saat ia bengong, langit-langit di kamar nya muncul kabut dan membuat seluruh ruangan itu pun menjadi gelap.
"Siapa lagi ini" Ucap Dika yang sepertinya mengetahui serangan.
Setelah seluruh ruangan di selimuti oleh kabut yang hitam dan menjadi gelap, secara tiba-tiba Dika terdorong seperti ada yang mendorong nya dari belakang. Dika pun terpental ke ara lemari nya dan menengok kanan kiri melihat serangan apa yang akan muncul. Setelah terus bersiaga, ia pun lengah sedikit. Ternyata, karena kelengahan nya, ia pun terkena serangan terus menerus secara berkali-kali.
"Tunjukkin muka lu!" Ucap Dika dengan nada tinggi.
Namun, gertakan Dika itu tak membuat serangan berhenti melainkan lebih parah. Dika terangkat melayang ke udara dan terbanting. Saat Dika menyadari bahwa serangan semakin parah, ia pun duduk bersila, mengepal kedua tangan nya dan memejamkan mata.
Saat serangan lain akan menyerangnya, Dika pun berhasil menangkis serangan itu dan memegang aura dari serangan.
"Gua tau lu disini. Kita mulai lagi?" Ucap Dika yang berdiri dan melirik ke belakang nya.
Terlihat ekor-ekor yang mencoba menyerangnya terus menerus. Dika secara hati-hati dan siaga mencoba mengelak. Saat ia mengelak, ia berhasil memegang salah satu ekor misterius itu dan melempar nya ke depan nya.
Seketika orang yang mengendalikan makhluk itu muncul di depan Dika.
"lu lagi lu lagi!" Ucap Dika dengan nada tinggi.
__ADS_1
"Gua belum kalah, mari kita mulai disini" Ucap Arman ke Dika dengan posisi siaga.