
Malam hari pun tiba. Setelah sholat isya Dika pun memasukkan barang-barang yang akan dia bawa dan dia perlukan saat di sana.
Saat baru membuka pintu, terlihat Adelia berdiri ingin mengetuk pintu, tapi Dika sudah terlanjur membuka pintu.
"Ada apa lagi?" tanya Dika ke Adelia.
Adelia yang melihat Dika menggendong tas pun bertanya kemana dia akan pergi. Dika hanya menjawab ada urusan penting yang harus di selesaikan. Dika pun mengunci pintu dan lalu langsung pergi meninggalkan Adelia.
Sesampainya di tempat kumpul yang sudah di janjikan bersama team nya, Dika langsung duduk dan memesan kopi. Terlihat ada Nadia, Riko, Piyan, Rafli dan Ghio. Ghio adalah kawan Dika juga, cuma orang biasa yang tak mempunyai kemampuan khusus. Akan tetapi, tenaga dan kekuatannya berguna saat melakukan hal genting seperti ini.
"Sebentar ya, ngopi dulu sama sekalian ngerokok sebatang" ucap Dika ke yang lain.
Piyan pun menyuruh Dika untuk bersiap-siap dengan nantinya. Piyan mempunyai firasat yang tidak baik selama nanti disana.
__ADS_1
Jam 9 malam, mereka sampai di rumah Yuli. Nadia mengetuk pintu, dan Ibu Yuli keluar. Nadia yang menjelaskan kedatangan mereka pun di terima baik oleh ibu Yuli dan mereka di persilahkan untuk masuk. Rafli membuat Pagar Ghaib di pintu masuk rumah Yuli untuk mencegah makhluk dan roh lain yang mencoba masuk. Saat berada di depan pintu kamar Yuli, langkah mereka terhenti.
"Masuk, ngapain diem" ucap Riko ke Dika.
"Ya Lo aja juga pada berenti ngapain coba" jawab Dika ke Riko yang kesal karena di dorong-dorong.
Dika pun membuka pintu kamar, dan melihat Yuli duduk terdiam di kasurnya sambil melihat ke arah jendela. Saat yang lain masuk, pintu pun terbanting dengan sendiri nya. Membuat Dika dan yang lainnya kaget.
"Sudah di mulai ya" ucap Rafli dan Piyan.
"Nad, coba kamu deketin Yuli" ucap Piyan ke Nadia.
Nadia yang sedikit ketakutan pun maju perlahan ke Yuli, dan Ghio berada di belakang Nadia untuk berjaga-jaga. Nadia pun duduk di samping Yuli, melihat tatapan kosong Yuli. Disaat Nadia dan Ghio mencoba mengajak ngobrol Yuli, Dika melihat sekitar ruangan kamar Yuli.
__ADS_1
Sejenak pandangan ia terhenti ke laci kecil di sudut ruangan dekat meja belajar Yuli. Dika pun mendekati Laci itu dan membukanya. Saat Dika membuka laci nya, terdapat beberapa Kain Kafan yang sudah lusuh dan kotor terdapat di Lacinya. Dika pun mengambil kain tsb dan memegangnya.
"Apaan tuh" ucap Rafli ke Dika sambil menghampiri nya.
Rafli sangat terkejut melihat kain kafan yang di pegang Dika, dan menyuruh Dika untuk membakarnya sekarang juga. Dika yang bingung dengan perintah Rafli pun bertanya ada apa. Tanpa mendengar jawaban Rafli, Dika membakar semua kain kafan yang ada di laci.
Yuli pun menengok ke arah Nadia dan Ghio, Nadia yang sangat ketakutan mundur pelan-pelan menjauhi Yuli. Yuli pun berteriak, Nadia dan Ghio pun terpental karena teriakannya yang sangat kencang. Nadia terpental ke sudut ruangan dan pingsan, sementara Ghio masih mampu berdiri.
"Lo gapapa?" ucap Riko yang membantu Ghio untuk bangun.
Yuli pun terangkat ke udara sambil tertawa keras.
"Siapa Lo, gausah Lo ganggu perempuan ini" ucap Rafli dengan lantang ke Yuli.
__ADS_1
Yuli pun menatap Rafli, dan seketika Rafli pun terlempar seperti ada yang mendorongnya. Dika yang mencoba menghampiri Rafli pun ikut terhempas ke lemari. Piyan yang mencoba menenangkan Yuli pun merasa kewalahan. Dika mencoba berdiri dan menuju Yuli. Rafli pun terbangun dan mencoba untuk menahan Dika, akan tetapi ia tak mampu untuk berdiri karena ia terlempar cukup keras. Sambil terus membaca ayat-ayat Qur'an, Dika terus maju meski Yuli terus menatapnya. Dika pun lompat dan menarik Yuli ke bawah. Yuli pun terjatuh dan pingsan.