
Setelah Dika selesai mandi, memakai baju yang rapih, Dika menunggu Adelia di kamar kost nya sambil scroll tentang berita terbaru. Tak berselang lama, Adelia datang.
"Agak lama ya, maaf?" ucap Adelia sambil menunduk.
Dika pun berdiri dan melihat betapa cantiknya Adelia malam itu.
"Loh mas, ko bengong?" tanya Adelia ke Dika yang melihatnya terdiam.
Dika pun tak menjawab dan langsung keluar mengunci pintu kamar nya. Sambil turun kebawah bersama Adelia, Dika pun bertanya ingin kemana malam ini.
"Kita ke kafe dekat kampus ku aja. Disana street view nya bagus" ucap Adelia ke Dika.
Dika pun memberikan helm ke Adelia, dan langsung menyalakan motor, Adelia pun naik dan mereka pun langsung berangkat. Di jalan mereka mengobrol-ngobrol betapa sulitnya pekerjaan sekarang.
"Saya sih sekarang lebih nyaman ngojol kak. Soalnya kita yang punya waktu tersendiri untuk bekerja tanpa ada tuntutan harus ini harus itu. Udah gitu waktunya juga fleksibel kok" ucap Dika ke Adelia.
Sesampai di kafe, mereka langsung duduk di tempat yang kosong dan memesan makanan dan minuman.
"Disini enak mas, kalau malam sering ada musik. Meski rame begini, seenggaknya kita dapet lah street view nya" Ucap Adelia ke Dika.
Dika yg masih terus melamun karena tidak percaya dengan apa yang terjadi malam ini. Dari pertama ia berhenti di palang pintu kereta, lalu dengan refleks menyelamatkan Adelia. Sampai sekarang, ia bisa sedikit akrab dengan Adelia. Karena ia tak pernah terfikir untuk mempunyai pasangan, untuk menghidupi sendiri saja masih sedikit sulit. Dika pun terus mendengarkan Adelia bercerita tentang pekerjaan dan kuliahnya.
__ADS_1
Dika yang terus memandangi Adelia mengoceh tentang pekerjaan dan kuliahnya itu pun membuat nya terpaku melihat Adelia malam itu.
"Kalau mas sendiri gimana?" tanya Adelia ke Dika.
Dika terus memandangi Adelia, Adelia pun menyenggol Dika yang terus memandangi nya. Dika pun kaget dan refleks menjawab pertanyaan Adelia.
"Kamu liatin apa sih?" tanya Adelia ke Dika.
"Ah enggg engga kok. Aku daritadi cuma dengerin sambil liatin kamu" jawab Dika dengan sedikit gugup.
Adelia langsung melihat penampilan nya.
Dika merasa langsung stuck di pertanyaan itu karena ia takut mengatakan bahwa malam ini Adelia terlihat sangat cantik di matanya.
"Ihh jawab" ucap Adelia yang greget menunggu jawaban dari Dika, tapi Dika cuma bengong ngeliatin Adelia.
"Kamu cantik banget malam ini. Aku gabisa ungkapin seberapa aku seneng lihat penampilan kamu malam ini" ucap Dika dengan santai.
Adelia hanya tersenyum mendengar jawaban Dika sambil mengucap terimakasih.
"Kamu juga meskipun cuma seorang pengemudi Ojek Online, tapi kamu memperhatikan cara kamu berpakaian. Kamu juga malam ini bagus kok penampilannya" ucap Adelia ke Dika.
__ADS_1
Dika yang mendengar ucapan Adelia itupun tersenyum sambil menghentak-hentakkan kakinya karena menahan salting. Adelia yang mendengar hentakkan kaki yang keras itu pun melihat ke bawah meja. Mereka berdua menjalani malam yang bisa di bilang luar biasa, karena Dika menikmati waktu yang indah itu bersama wanita yang ia idamkan.
Dika pun terus mengingat kenangan yang sudah ia lewati bersama Adelia. Tapi, sekarang ia hanya harus bisa mengabaikan kenangan dan perasaannya itu. Tak berselang lama, terdengar suara ketukan pintu.
"Ya sebentar" teriak Dika sambil menuju ke depan untuk melihat siapa yang datang.
Dika membuka pintu, dan benar saja. Adelia yang ada di depannya sambil memegang makanan.
"Kenapa ya?"Tanya Dika ke Adelia. Adelia memberikan makanan sebagai permohonan maafnya karena kejadian beberapa hari lalu.
"Saya udah lupain kok. Jadi tenang aja, bawa lagi aja itu makanan. Saya udah kenyang" ucap Dika lalu menutup pintu.
Adelia menahan pintu nya, dan Dika kembali membuka pintu.
"Kenapa, masih ada sesuatu kah?" tanya Dika ke Adelia.
"Kamu masih belum bisa maafin aku?" Tanya Adelia ke Dika.
"Sudahlah, lupain aja. Aku juga ga nganggep serius kok. Cuma mau ingatkan aja sih sebenernya. Sebelum tau faktanya, jangan tersulut emosi ya" ucap Dika ke Adelia.
Adelia hanya mengangguk, dan Dika pun kembali menutup pintu nya. Adelia yang merasa bahwa permintaan maafnya belum di terima, hanya bisa kembali ke kamarnya sambil menunduk. Dika pun berdiri di belakang pintu, lalu ia duduk sambil memegang kepala nya.
__ADS_1