
Beberapa tahun lalu, sebelum team berpencar. Kami pernah melakukan explore untuk sekadar hiburan saja. Tapi, siap yang tahu bahwa itu akan menjadi malapetaka bahkan perang ghaib pertama yang kami alami.
Kami mengunjungi Bekas Bandara yang sekarang menjadi terowongan untuk pengendara lain lewat atau jalan alternatif untuk mengambil jalan. Saat itu rekan kami bernama Syafiq membuat masalah yang menyebabkan penunggu disana serta penguasa mereka murka. Disaat Syafiq kerasukan, Dika dan Piyan pun mencoba mengeluarkan roh yang merasuki Syafiq. Setelah Syafiq sadar, mereka langsung pulang. Tanpa mereka sadari, bahwa salah satu dari penunggu tsb mengikuti mereka bahkan mengikuti Syafiq sampai kerumah.
__ADS_1
Selama satu Minggu itu kami selalu di ganggu oleh makhluk dari penunggu tempat itu. Syafiq sering sekali mengalami kesurupan. Untuk menuntaskan ini semua, kami harus kembali dimana semua nya di mulai. Sesaat sampainya disana, kami diterima dengan tidak baik oleh penunggu disana. Terjadi kekacauan dimana kami tak bisa membantu satu sama lain, kami hanya memikirkan diri sendiri karena kami di serang dari berbagai arah. Semakin banyak yang berdatangan, sampai akhirnya penguasa tsb muncul di hadapan kami. Ya, kamu menyebut penguasa disitu adalah Ibu.
Ibu pun mengambil Raga Syafiq dan membawanya pergi. Kami yang melihat bahwa raga Syafiq telah di bawa pun berkumpul membentuk lingkaran. Kami bersama memasuki Dunia Roh, dan kami terkejut karena disana sangat ramai lebih ramai dari yang kami bayangkan. Sesaat setelah roh disana melihat kami, kamipun bersiaga dan bersiap untuk menghadapi mereka. Satu persatu mereka kembali ke peristirahatan abadi mereka, karena selama ini Ibu menahan mereka. Disaat kami kewalahan dan kehabisan tenaga, kami berfikir bahwa akan berakhir di sini. Tapi keajaiban tiba, Rafli beserta pasukannya muncul. Entah kami merasa bahwa itu adalah Telepati dari kami yang diterima baik oleh Rafli. Disaat itu sedang kacau karena beradu bersama para roh lain, Dika dan Piyan pun mencoba menuju Takhta Ibu. Sesampainya disana, Syafiq pun di ikat kedua tangan nya menggunakan rantai. Piyan yang mencoba mendekati Syafiq, terkena serangan oleh ekor Ibu.
__ADS_1
Rafli yang masuk bersama beberapa pasukannya pun mencoba menyerang Ibu. Tetapi, Ibu terpojok karena keris yang Riko lempar tertancap di tembok bersama Ibu. Karena Dika melihat Rapalan Mantra di sekitar rantai, berinisiatif untuk mengumandangkan adzan. Dika berdiri dan mengumandangkan adzan yang menyebabkan tempat itu bergetar kuat. Rantai yang menahan Raga Syafiq pun putus dan Rafli membawa pergi Raga Syafiq kembali ke tubuhnya. Dika yang selesai mengumandangkan adzan pun melihat ibu yang masih terpojok di tempat yang sama. Mereka bertiga mendekati Ibu, dan Piyan pun mendorong keris Riko yang menancap di dada ibu dengan kakinya. Teriakkan yang amat kencang dari Ibu menyebabkan angin yang sangat kencang berhembus. Berfikir tak ada cara lain, Dika mengeluarkan keris nya dan memasukkan roh Ibu kedalam Keris miliknya. Seketika, Ibu langsung tak bergerak sama sekali.
Riko pun mencabut kerisnya dan jasad ibu pun terjatuh ke tanah. Getaran yang kuat terjadi lagi, kali itu menyebabkan atap-atap langit runtuh. Mereka bertiga pun kembali ke tubuh masing-masing. Saat mereka kembali ke tubuh masing-masing, terlihat beberapa roh yang selama ini di tahan oleh ibu mengucapkan terima kasih karena sudah membebaskannya. Seketika roh itu hilang kecuali satu roh wanita yang belum hilang, roh itu yang pernah merasuki Syafiq sampai kerumah. Saat dia maju, Riko hampir ingin menyerangnya tetapi di halangi oleh Piyan. Roh itu pun memeluk tubuh Syafiq yang pingsan kemudian roh itu kembali ke alamnya dengan tenang.
__ADS_1
Setelah kejadian itu, kami sempat berpencar selama hampir setahun lama nya. Lalu, kami berkumpul kembali dengan kehadirannya Ghio yang menyatukan kembali Team kami.