Indigo Story'

Indigo Story'
Part 35: Awal yang baru


__ADS_3

Pagi hari menyambut indahnya hari yang baik. Dika tengah bersiap-siap untuk berangkat mencari order seperti biasa. Setelah memakai jaket, ia duduk di depan pintu sembari memakai sepatu.


"Sip beres lah. Bismillah" Ucap Dika yang langsung berdiri dan mengunci pintu kamar nya.


Di parkiran kos, Dika memanaskan motor nya terlebih dahulu sambil verifikasi wajah di aplikasi nya.


"Tunggu" Teriak Adelia dari atas dan lalu langsung turun ke bawah.


Dika pun menengok ke atas melihat Adelia yang turun ke bawah sambil memegang sesuatu di tangan nya.


"Buat makan Siang. Kalau capek, istirahat gih dulu ya" Ucap Adelia sembari memberikan Dika kotak makan.


"Apa ini, kamu mah ga perlu repot loh. Aku kan nanti bisa beli makan di luar" Jawab Dika.


"Udah sih terima aja. Lagian, aku buat ini sendiri loh" Ucap Adelia sambil terus menyodorkan kotak makan ke Dika.


"Oke deh, terima kasih ya" Ucap Dika sambil menerima makanan dari Adelia dan menyimpan nya.


Waktu menunjukkan pukul 12 Siang. Panas terik matahari terpaksa membuat Dika beristirahat sejenak. Dika pun sampai di tempat biasa, dan terlihat Piyan serta Riko sudah berada lebih dulu dari nya.


"Wih gacor!" Ucap Piyan ke Dika yang baru saja sampai.


"Ya Alhamdulillah. Budeh, es ya biasa" Ucap Dika.


Dika pun mengeluarkan kotak makanan dari dalam tas nya dan meletakkannya di atas meja.


"Wih, tumben bawa bekal" Ucap Riko yang melihat Dika meletakkan kotak makan di atas meja.

__ADS_1


"Hehehe, biasa lah. Dikasih nih" Jawab Dika sambil cengar-cengir.


"Widih, dikasih sama dokter itu tuh" Ucap Piyan.


"Dokter. Belum woi, dia masih menempuh pendidikan" Ucap Dika ke Piyan.


Dika pun mencicipi makanan nya dan sejenak dia terdiam. Terlihat mulutnya yang penuh karena masih terdapat makanan di dalam mulut nya.


"Ngapa lo woi" Ucap Piyan yang melihat Dika terdiam saat mengunyah makanan nya.


Dika pun hanya diam dan wajahnya menunjukan seperti menahan sesuatu.


"Apaan sih. Kenapa emang nya sama ini makanan" Ucap Riko sambil mengambil sendok yang di pegang Dika lalu mencoba sesuap.


Riko pun sontak tersedak karena makanan nya.


"Buset, rasa nya kaya Nuklir" Jawab Riko sembari menyeka mulutnya.


Dika pun memuntahkan makanan yang ada di mulut nya.


"Buset, asin banget sumpah" Ucap Dika.


"Yah udah deh. Pengin kawin tuh perempuan" Ucap Piyan.


"Kawin, kawin. Nikah woi" Ucap Dika dengan nada tinggi.


"Lah, apa beda nya?" Tanya Piyan.

__ADS_1


"Tempat rekam nya" Ucap Dika sambil tertawa.


Sementara itu di tempat lain. Terlihat ada satu orang yang di kelilingi oleh beberapa warga sekitar dengan pakaian yang sangat rapih dan terlihat berwibawa.


Ya, itu Pak Reza. Ia sedang berkampanye dengan anak buah nya menuju kursi pejabat. Ghio yang termasuk warga di tempat yang di kunjungi oleh Reza pun hanya melihat dari kejauhan. Ia melihat, Reza di kelilingi oleh makhluk yang tak kasat mata.


"Hei, kamu kenapa?" Tanya Ayu Istri Ghio yang sambil menyenggol nya.


"Ha, gapapa kok gapapa" Jawab Ghio yang refleks.


Beberapa jam kemudian.


"Semua sudah beres?" Tanya Reza ke salah satu anak buah nya.


"Sudah pak. Bisa di pastikan, kita anak menang dalam suara terbanyak" Jawab salah satu anak buah nya.


"Bagus. Pastikan segala sesuatu yang di butuhkan oleh Ki Kusumo terpenuhi, agar aku bisa menang. Dan sampaikan pada nya bahwa aku akan memberikan bagian yang sangat besar jika aku menang" Ucap Reza.


Setelah itu, anak buah nya mengangguk dan pergi.


"Kurasa, kita akan sulit melewati ini" Ucap salah satu orang kepercayaan Reza.


"Kenapa begitu Arman?" Tanya Reza.


"Saat berkampanye tadi, aku melihat ada salah satu Pria yang menatap mu. Dia tahu bahwa kau menggunakan metode Ghaib dalam pemilihan ini" Jawab Arman.


"Kau tahu apa yang harus kau lakukan, Arman" Ucap Reza.

__ADS_1


"Baik Pak" Jawab Reza dan langsung pergi meninggalkan Reza.


__ADS_2