Indigo Story'

Indigo Story'
Part 42: Mantan


__ADS_3

Dika pun kembali memasukkan Keris nya ke dalam sarung, dan tak lupa ia mengencangkan segel yang berada di Banaspati itu.


"Harus ya lu begitu?" Tanya Rafli ke Dika.


"Lu tahu. Gua benci sama mereka, apalagi yang model nya kiriman begini" Jawab Dika ke Rafli.


"Gua tadi udah ngomong ke Panji. Katanya, besok dia bakal datang kesini" Ucap Rafli.


"Oh yaudah, ditunggu" Ucap Dika ke Rafli kemudian ia menyeruput kopi.


Pagi pun tiba. Dika yang masih melek sejak sholat Shubuh bersama Rafli pun menuju keluar kamar untuk melihat pemandangan Pagi hari. Saat Dika membuka pintu, ia kaget karena ada Adelia di balik pintu yang ingin mengetuk pintu nya.


"Astaghfirullah, kaget aku" Ucap Dika sambil memegang dada nya.


"Apasih, gitu aja kaget" Jawab Adelia sambil tersenyum.


"Ada apa Pagi begini?" Tanya Dika ke Adelia.


"Ada yang mau aku tanya deh, boleh?" Tanya Adelia ke Dika.


"Boleh, sambil duduk aja yuk di dalam" Ucap Dika sambil mempersilahkan Adelia masuk.


Flashback pada semalam.

__ADS_1


Adelia yang baru saja keluar membeli cemilan, mendengar suara obrolan dari kamar Dika. Ia pun berhenti di dekat jendela Dika, dan mencoba menguping.


"Weh slow bos, lu mau gua pukul?" Tanya Dika ke Banaspati itu.


"Dia kenapa ya, lagi ada masalah kah sama temen nya?" Tanya Adelia dalam hati.


Saat sedang menguping, Adelia kaget mendengar teriakan dari kamar Dika seperti orang yang disiksa.


"Gua bisa langsung mengembalikan lu ke alam lu, kalo lu ga mau bekerja sama dengan kita" Ucap Dika ke Banaspati itu.


"Mengembalikan. Siapa yang mau dia kembalikan ya?" Tanya Adelia yang bingung dengan pembicaraan Dika.


"Oh oke. Kalau lu ga mau pulang ke Alam lu, suruh orang yang ngirim lu datang langsung ke gua" Ucap Dika ke Banaspati itu dengan emosi yang menahan-nahan.


"Alam, ngirim. Apa yang dia maksud?" Tanya Adelia yang semakin bingung dengan pembicaraan yang ia dengar.


Lalu....


"Semalam, kamu kenapa. Siapa yang ngirim, dan apa yang dimaksud Alam yang kamu omongin?" Tanya Adelia ke Dika.


Dika yang bingung pun hanya diam dan mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Eh sudah masak belum. Masak yuk, kebetulan aku bisa masak" Ucap Dika ke Adelia.

__ADS_1


"Oh boleh, kebetulan aku juga masih belajar masak sih" Jawab Adelia.


Lompat ke Malam hari aja. Soalnya, Dika ga melipir keluar nyari orderan karena tubuhnya masih lemas.


Rafli pun datang bersama Panji ke kosan Dika. Dika datang dengan membawa 3 gelas kopi dan sedikit makanan ringan.


"Oh jadi ini yang nama nya Panji?" Tanya Dika.


"Iya. Lu yang nama nya Dika?" Tanya Panji.


"Iya bener" Jawab Dika.


"Kenapa. Lu ada masalah apa sama Arman?" Tanya Panji ke Dika.


"Ya masa si Rafli belum cerita" Ucap Dika ke Panji.


"Sudah sih. Kejadian yang kita alami sama" Ucap Panji.


"Terus, kenapa lu bisa keluar dari partai itu?" Tanya Rafli ke Panji.


"Iya, kenapa keluar. Bukan nya upah yang dia kasih itu besar banget ya jumlah nya?" Tanya Dika ke Panji.


"Upah emang gede. Tapi, kita lebih sering ngelihat kejadian miris. Terlebih lagi, gua ga bisa kasih tau kenapa gua keluar. Karena, udah perjanjian sama Arman. Gua kira, dengan gua ngejaga rahasia yang terjadi di partai itu serta kebusukan Arman dan Reza, gua bakal bisa hidup aman. Nyata nya gua salah" Jawab Panji atas pertanyaan mereka berdua.

__ADS_1


"Apa yang terjadi emang?" Tanya Dika.


Lanjut part 43 YGY


__ADS_2