Indigo Story'

Indigo Story'
Part 28: Bantuan


__ADS_3

1 jam lalu, Ayyub yang sedang bekerja pun terlihat masih duduk di counter pintu keluar parkir motor di sebuah Mall. Ayyub sedang memantau kondisi terkini yang memang agak sepi karena sudah malam dan waktunya untuk pulang pun sebentar lagi. Ayyub yang bosan pun mulai menelpon Ghio, tetapi tidak ada jawaban.


"Nanti absen pulang mau langsung pulang apa gimana?" Tanya Rina kawan rekan kerja Ayyub yang berada di counter sebelah nya.


"Kayanya iya, soalnya agak capek. Bosen juga uda malam gini"


Jawab Ayyub ke Rina.


Karena memang semakin malam mall pun semakin sepi, karena sudah mau mendekati jam tutup mall.


Tiba lah jam pulang, Ayyub yang baru selesai absen pulang pun bergegas untuk pulang. Sambil memakai jaket, dia pun terus menyeruput kopi nya yang masih sedikit panas.


"yah, ini kopi ga di aduk. Lupa gua buru-buru sii" ucap Ayyub yang berbicara pada diri sendiri.


Saat kopi baru setengah habis, ia pun merasakan ada hal yang aneh. Dia merasa bahwa getaran di dunia roh sampai ke tempat dia. Dengan penasaran, dia pun pergi ke Musholla mall untuk melakukan Rogo Sukmo.


Sesampainya di Musholla, ia langsung Rogo Sukmo untuk melihat apa yang terjadi. Saat ia berada di alam roh, ia melihat peperangan yang terjadi disana. Akan tetapi, Orang-orang yang berperang wajah nya blur sehingga ia sulit mengenali siapa. Tapi, ia yakin bahwa ada hubungannya dengan team nya. Karena ia merasakan aura Ghio berada di kumpulan pasukan tsb. Ia pun kembali ke tubuhnya, dan langsung menelpon Ghio. Jawaban yang sama masih ia dapat ketika menelepon Ghio. Karena tak mendapat jawaban, ia pun menelpon Istri Ghio.

__ADS_1


"Halo Ayu, ada Ghio disitu. Kok nomornya ga aktif?"Tanya Ayyub yang langsung membuka percakapan.


"Dia dari abis maghrib pergi sama Dika sama yang lain. Bilang nya sih ada urusan" Jawab Ayu.


"Lo tau ga kemana kira-kira mereka pergi?" tanya Ayyub ke Ayu yang penasaran.


"Tau sih, nanti gua kirim ya alamat nya" Ucap Ayu ke Ayyub.


Lalu, Ayyub langsung mengakhiri panggilan dan Ayu pun mengirim alamat tempat Ghio dan yang lain berada. Tanpa berfikir lama, ia pun langsung menuju ke alamat yang di berikan oleh Ayu.


Saat sampai di alamat, ia melihat motor Dika dan kawan-kawannya terparkir di depan rumah Yuli. Tetapi, rumah Yuli sangatlah sepi seperti ada sesuatu yang janggal menurutnya. Ia pun melihat penghalang ghaib di sekitar rumah Yuli, yang menutupi kejadian tsb. Ia lalu langsung masuk ke dalam penghalang tersebut dan benar saja ia melihat kawan-kawannya sedang terpojok melawan iblis. Ia pun langsung menerima telepati dari Dika dan langsung mengeluarkan keris. Tanpa berfikir panjang, ia langsung membantu kawan-kawannya.


"Dik, lo alihkan perhatian itu setan. Gua bakal coba untuk ambil" ucap Riko yang langsung lompat ke depan Andi.


Riko pun menendang kepala Andi, dan Andi pun terpental. Riko yang melihat ada kesempatan pun langsung menuju tangan Andi untuk mengambil batu Emerald. Andi yang melihat Riko mengincar batu tsb pun langsung memukul Riko dengan keras. Pukulan yang keras itupun membuat Riko terpental, sementara Dika sigap di depan Andi.


"Kalian menyerahlah, kalian gaakan bisa menang"

__ADS_1


ucap Andi ke Dika.


"Lo yang harusnya nyerah, Iblis" ucap Dika ke Andi yang langsung menyerang Andi.


Andi yang siaga pun mencoba terus menerus memukul Dika. Dika yang sudah merencanakan ide dengan Riko pun terus mengalihkan perhatian Andi.


"Aduh, nih orang kemana sih. Gua lama-lama bisa jadi peyek kalo begini" ucap Dika yang terus menerus mencoba menghindari serangan Andi.


Dika pun melihat sekeliling untuk mencari Riko, dan karena tak fokus ia pun terkena pukulan Andi sehingga ia terpental. Riko yang masih terbaring pun mencoba bangun, namun Dika yang terpental karena pukulan Andi pun menimpa Riko.


"Minggir Lo ahh" Ucap Riko yang sambil mendorong Dika dan langsung bangun.


"Lo ngapain lama-lama. Gua kepukul kan akhirnya"


ucap Dika ke Riko.


"Pukulan nya keras juga sue, kerasa sampai ke Sukma gua"

__ADS_1


ucap Riko ke Dika


"Yauda, kita serang bareng-bareng nih ya. Gua bakal coba terus alihin perhatiannya" ucap Dika ke Riko dan Riko pun menyetujui nya. Mereka berdua lalu langsung maju menuju Andi.


__ADS_2