
Setelah setuju dengan keputusan dari team nya, Dika pun pulang untuk bersiap-siap. Saat sesampainya di kosan, Dika melihat Adelia turun dari motor di antar oleh laki-laki. Dika pun terus melihat apa yang terjadi selanjutnya. Adelia Salim ke laki-laki tsb dan laki-laki itu pun mencium kening Adelia lalu pergi. Adelia langsung masuk ke dalam kosan, sedangkan Dika yang tadinya ingin langsung masuk ke dalam jadi terhenti di sebrang kosan.
Lalu, Dika pun masuk ke dalam dan memarkirkan motornya. Naik ke atas sambil memikirkan apa yang ia lihat baru saja membuat hatinya tambah hancur. Pada saat sudah berada di anak tangga paling atas dan belok menuju kamar, ia tak sengaja menabrak Adelia yang sedang membawa minuman. Lalu, minuman itu tumpah ke jaket Dika.
"Ya ampun, maaf ya mas" ucap Adelia sambil mengusap-usap jaket Dika.
Dika pun hanya terdiam lalu pergi meninggalkan nya menuju kamar. Adelia yang bingung melihat Dika pun terdiam sejenak karena mungkin Dika sakit hati dengan perlakuannya beberapa hari lalu. Dika masuk dan mengunci pintu kamar, lalu merendam jaket nya yang basah karena ketumpahan air es nya Adelia. Saat sambil mengucek-ngucek jaketnya, ia teringat bagaimana pertama kali bertemu dengan Adelia dan saat itu ia merasakan pandangan pertama.
Satu tahun lalu. Saat Dika ingin pulang ke kosan, ia menghentikan laju kendaraannya karena palang pintu kereta tertutup yang menandakan bahwa kereta akan lewat. Disaat ia sibuk bermain hp di atas motor sambil menunggu kereta lewat, terdengar suara teriakkan dari pengendara-pengendara di sekitar yang menunggu kereta lewat.
"Mba kereta mba kereta" teriak beberapa pengendara lain yang mengingatkan seseorang.
Dika melihat seorang wanita yang diteriaki oleh pengendara lainnya karena menyebrang saat kereta akan lewat. Saat Dika melihat ke arah perempuan tersebut, terlihat Setan budeg yang duduk di bahu perempuan tsb sambil menutupi telinga kedua wanita itu. Dika sadar mengapa wanita itu tak mendengarkan teriakan para pengendara karena telinga ia di tutupi oleh setan tsb.
Suara klakson kereta terdengar, Dika pun langsung turun dari motor menghampiri wanita tsb. Teriakkan para pengendara dan warga di sekitar yang menyaksikan langsung kejadian tsb pun membuat mereka ketakutan. Dika berlari sekencang-kencangnya menuju wanita tsb dan langsung lompat mendorong wanita yang hampir tertabrak kereta. Wanita itu terjatuh, begitupun juga Dika yang terjatuh sambil mencekik setan tsb.
Sorakkan bahagia, tepuk tangan terdengar dari warga dan pengendara lain yang melihat kejadian itu. Perempuan itu menengok ke belakang dan terkejut karena ia tak sadar melewati kereta yang melintas. Dika yang masih mencekik setan tsb pun memasukkan arwah setan itu ke dalam batu cincin nya. Warga yang menyaksikan membantu mereka berdua untuk minggir ke tempat yang aman.
"Kamu Gaapa?" tanya wanita tsb sambil melihat ke Dika. Dika mengangguk dan mengucapkan ke wanita tsb agar lebih hati-hati lagi.
Wanita itu tersenyum dan mengajak Dika kenalan.
"Oh iya nama ku Adelia" sambil mengangkat tangan kanan nya yang memberi isyarat untuk berkenalan.
Dika yang gugup karena melihat wanita itu sangat cantik di matanya, yang membuat dia terpaku seketika melihatnya. Dika hanya terdiam melihatnya, dan Adelia terus memanggilnya.
"Eh iya, aku Dika" ucap Dika yang refleks lalu menjabat tangan Adelia.
__ADS_1
"Mba tinggal dimana?" tanya Dika ke Adelia.
"Saya ngekost di jalan xxxx" ucap Adelia ke Dika.
Dika yang kaget pun menjawab "loh saya juga ngekost disitu".
Adelia yang tak percaya pun tersenyum-senyum.
"Yauda Mba, pulang bareng saya gimana. Kan kita satu kost" ucap Dika yang agak ragu mengajaknya karena takut di tolak.
Adelia pun mengiyakan sambil tersenyum yang membuat Dika ingin salting.
Sejak kejadian itu, Dika semakin dekat dengan Adelia. Ya meski semakin kesini semakin jarang sekali ngobrol karena Adelia bekerja sambil kuliah. Adelia sering membawakan Dika makanan, kalau libur pun kadang mereka pergi bersama. Saat beberapa bulan kenal dengan Adelia, Dika pun tersenyum melihat foto mereka berdua saat di Food Festival. Piyan yang melihat Dika tersenyum sendiri di hp, menyenggol Dika.
"Senyam senyum sendiri, gila Lo lama-lama" ucap Piyan ke Dika.
"Udah gila gua, tergila-gila sama perempuan ini" jawab Dika ke Piyan.
Malam hari telah tiba. Dika yang baru sampai kosan pun tak langsung menuju kamarnya, melainkan menuju kamar Adelia sambil membawa bunga. Dika yang terus menciumi bunga dan tersenyum-senyum itu pun bersemangat untuk menyatakan cinta nya.
Senyum nya mulai larut dan langkahnya pun terhenti karena melihat sepatu laki-laki di depan kamar Adelia. Pintu yang terbuka lebar pun menjadi pertanda bahwa sedang ada tamu di kamar penghuni kost karena untuk menghindari kecurigaan dari penghuni kost lainnya. Dika pun berdiri di dekat pintu dan menguping pembicaraan Adelia dan tamunya.
"Aku cinta loh sama kamu, kamu mau apa. Kamu bisa kuliah sambil jadi istriku. Aku bakal kuliahin kamu, kamu ga perlu capek-capek kerja begini untuk membayar uang kuliah dan bertahan hidup" ucap laki-laki tsb ke Adelia.
Dika yang terkejut mendengarnya berfikir bahwa ternyata bukan cuma dia yang mencintai Adelia.
"Aku gamau apapun. Aku mau berusaha dengan kerja keras ku sendiri. Akupun belum siap untuk berumah tangga. Aku ingin gapai cita-cita ku, aku ingin sukses" ucap Adelia ke laki-laki tsb.
__ADS_1
Laki-laki tsb terus mengoceh dan Adelia terus menjawab ocehan laki-laki itu.
"Bener kamu mau nunggu aku lulus?" tanya Adelia ke laki-laki itu.
Lalu, laki-laki itu pun mengiyakan serta siap untuk berkomitmen dengan Adelia.
"Gimana, kamu mau kan?" tanya laki-laki itu ke Adelia.
Dika yang hancur mendengarnya pun, menjatuhkan bunga nya lalu pergi ke kamar.
"Engga, aku ga mau. Tolong kamu pergi, ini uda malam dan aku mau istirahat" ucap Adelia.
Lalu, laki-laki itu pergi dan Adelia pun ikut mengantar. Saat sampai di depan pintu kamarnya, ia melihat bunga yang Dika jatuhkan tadi lalu mengambilnya. Laki-laki itu pun pergi meninggalkan Adelia yang sedang menciumi bunga yang ia ambil. Dika melepaskan jaketnya, lalu rebahan di atas kasur sambil meratapi perasaannya yang hancur.
"Kenapa gua harus sedih dan hancur. Sedangkan dia ga nyakitin gua, gua nya aja yang terlalu baper banget sama dia" ucap Dika yang sadar.
Saat sedang melamun memikirkan apa yang terjadi tadi, terdengar suara ketukan.
"Iya sebentar" ucap Dika yang langsung bangun dan menuju pintu.
Saat Dika membuka pintu, ia lihat Adelia yang berdiri sambil memegang bunga yang tadi Dika jatuhkan di dekat kamarnya. Dika pun bingung, kenapa bunga itu bisa di pegang nya.
"Kenapa ya Del?" tanya Dika ke Adelia.
"Gaapa. Kamu lagi apa, sibuk ga?" jawab Adelia ke Dika.
Dika pun menggelengkan kepalanya "Emang kenapa?".
__ADS_1
"Kita ngopi yuk keluar, aku yang bayarin deh" ucap Adelia ke Dika.
Dika pun hanya bisa mengiyakan, lalu Adelia menuju kamarnya sambil bersiap. Dika pun masuk ke dalam dan bersiap untuk keluar bersama Adelia.