Indigo Story'

Indigo Story'
Part 36: Sisi Gelap


__ADS_3

Arman berangkat ke tempat dimana tadi ia dan Pak Reza berkampanye. Tetapi, seperti yang sudah di fikirkan. Ia tak dapat menemukan Ghio, karena ia sudah pergi.


Sementara itu di Budeh, tempat biasa mereka berkumpul. Ghio datang.


"Tumben, lagi libur?" Tanya Piyan.


"Iya nih, nikmati waktu libur" Jawab Ghio ke Piyan.


"Gimana menjalani kehidupan setelah mendapatkan kekuatan khusus?" Tanya Dika.


"Nah itu. Apa yang selama ini ga bisa gua lihat, sekarang gua bisa lihat. Terlebih lagi orang-orang yang menggunakan Ghaib untuk melindungi diri. Kaya yang gua liat tadi, di daerah gua ada yang kampanye" Ucap Ghio.


"Kenapa tuh??" Tanya Dika.


"Tadi gua liat, ada si calon. Dia di duduki sama bayangan hitam di pundak nya" Jawab Ghio.


"Ah udahlah. Lagian, itu bukan urusan kita. Selagi kita ga di usik mah, santai aja" Ucap Dika ke Ghio.

__ADS_1


"Iya sih. Lo sendiri gimana, kita kan mengalami hal itu barengan dengan Andi juga?" Tanya Ghio ke Dika.


"Ya gitu. Cuma, kemampuan gua sedikit bertambah dengan kejadian yang kemarin" Ucap Dika.


Lalu, datang lah Andi, Nadia dan Yuli.


"Assalamualaikum" Salam Andi ke kawan-kawan nya Dika yang baru saja datang dan duduk.


"Waalaikumsalam" Jawab Dika dan kawan-kawan nya.


"Ada apa nih. Kok bisa pas kumpul disini?" Tanya Piyan ke Andi.


"Wih, kalian mau nikah ya!" Ucap Dika yang sambil melihat undangan.


"Hehe iya Alhamdulillah. Insyaallah akan di laksanakan Minggu depan. Datang ya" Ucap Andi.


"Kalem, kita bakal datang. Lagian kan, sekarang lu udah bagian dari tim kita" Ucap Riko.

__ADS_1


Lalu, mereka pun berbincang-bincang, makan dan minum menghabiskan waktu di warung kopi itu.


Malam Hari pun tiba. Di tempat yang sepi, gelap dan jauh dari jangkauan warga yang akan lewat. Karena di kenal dengan keangkeran dan tempat nya yang penuh dengan hal mistis, biasanya warga takut melewati tempat itu jikalau sudah malam. Tempat itu di beri nama oleh warga "Hutan Kematian". Karena, sering di jadikan pembuangan mayat, orang yang putus asa dan melakukan bunuh diri. Ataupun biasa di pakai oleh Reza dan anak buah nya yang menculik orang-orang yang berusaha ikut campur dalam pemilihan.


Terlihat, 3 orang pemuda yang di ikat di pohon dan dalam kondisi babak belur di pukuli oleh anak buah Reza. Biasanya, orang-orang yang di bawa kesini oleh Reza dan anak buahnya adalah orang-orang yang ikut campur dalam pemilihan. Membatalkan kontrak atau melawan Iblis yang di utus Ki Kusumo untuk membantu Reza yang membuatnya dapat menang.


"Masih perlu?" Ucap Arman ke salah satu orang itu sambil memukul nya.


"Dasar munafik" Ucap orang itu sambil terbatuk-batuk.


Arman tanpa belas kasihan pun memukuli orang itu sampai babak belur. Takut ketahuan jejak nya yang menggunakan Ghaib dalam pencalonan, Reza sering menghapus jejak orang-orang yang saat ini berada di depan nya.


"Apa yang akan kita lakukan terhadap orang-orang ini sekarang pak?" Tanya Arman yang menghampiri Reza.


"Bakar, jangan sisakan satu dari mereka!" Jawab Reza yang sambil duduk dengan kaki mengangkat satu ke atas.


Arman pun kembali menuju orang-orang itu, dan memerintahkan anak buah nya untuk menyiram mereka dengan bensin. Seluruh tubuh orang-orang itu di lumuri oleh bensin, dan seketika api melahap mereka bertiga setelah Arman menyalakan korek.

__ADS_1


"Kita pergi" Ucap Reza.


Dengan kondisi orang-orang itu terbakar dan teriakan dari mereka pun, Reza serta anak buah nya pun pergi meninggalkan mereka.


__ADS_2