
Rafli dan Piyan pun kembali ke tubuhnya lalu maju secara bersamaan. Diikuti dengan Dika dan Ghio, Yuli hanya terdiam memaku ketakutan melihat hal itu.
"Gua gatau apa kita bakal kalah disini. Usahakan kita tak terluka agar kita bisa kembali ke dunia kita" ucap Rafli ke yang lain.
Yang lain pun mengangguk, Ghio yang hanya manusia biasa pun cuma ketakutan tanpa menunjukkan ekspresi di wajahnya. Saat bersiap ingin memulai, Pria berbaju hitam itu muncul dari kerumunan musuh dan berada di depannya. "Lo lagi, Lo siapa sih" ucap Dika yang masih sedikit kesal dengan kejadian tadi yang ia alami di dalam. Suara tertawa yang amat keras dan menyeramkan bergema di seluruh alam roh itu. Ya, itu Suara tertawa sii pria jubah hitam tsb.
"Dilihat dari aura dia yang dapat mengguncang alam roh, dia sudah jatuh ke jurang paling dalam bersama iblis" Ucap Rafli yang terus menatap nya.
"Aku hanya menginginkan dia kembali" sambil menunjuk Yuli, dan semua pandangan Dika team pun tertuju ke Yuli.
__ADS_1
"Tetapi, kalian makhluk rendahan, hina dan tak cukup ilmu ikut campur dalam hal ini. Kalian takkan mampu mengalahkan kekuatan iblis" Ucap pria berjubah itu yang suaranya sangat keras serta bergema.
Yuli yang tadi berada di belakang mereka pun terlempar dengan sendiri ke arah pria berjubah itu yang menyebabkan Yuli pingsan. Sontak itu membuat Dika dan team sangat terkejut.
"Dia bukan lawan sembarangan, hati-hati" ucap Rafli yang mengingatkan kawan-kawannya.
"Ghiooo, jangan" Teriak Dika ke Ghio yang memperingatkan nya.
Saat baru berlari beberapa langkah, Ghio terpental ke belakang. Piyan dan Riko yang menghampiri Ghio pun langsung menuju ke belakang. Dika yang sedikit down itu tertunduk sembaring memegang kerisnya.
__ADS_1
"Inget pak, tiada yang dapat menolong, kecuali Allah" Ucap Rafli ke Dika yang masih terbaring.
Dika pun menggenggam keris nya dan maju menuju pria berjubah itu sambil teriak. Pria berjubah itu mencoba menghempaskan Dika, tetapi seperti ada sesuatu yang menghalangi. Disaat Dika maju, Dika terus membaca ayat-ayat Qur'an di dalam hati untuk meminta perlindungan. Disaat sudah dekat, Dika lompat dan menendang kepala Pria berjubah itu. Pria itu menahan tendangan Dika dengan tangannya, namun tetap terseret sehingga ia terpental. Dika pun menodongkan kerisnya ke arah roh musuh di depannya.
"kalo Lo berani, sini satu lawan satu" ucap Dika yang siaga.
Pria itu dengan marah lari dan mendorong Dika sehingga Dika terjatuh dan ditiban oleh nya.
Dengan emosi yang memuncak, pria itu memukuli Dika. Piyan dan Riko yang melihat Dika terus di pukul langsung maju ke depan. Dika yang mencoba melawan, memukul pria itu dan pria itu pun terpukul. Dika langsung bangun dan menendang perut pria itu lalu mendorong nya. Saat Dika mendorong pria itu, kupluk dari jubah yang di pakai pria itu terbuka. sehingga wajah pria itu terlihat. Dika sangat terkejut melihat pria berjubah itu. Piyan, Riko dan Rafli pun tidak menyangka bahwa pria berjubah itu ternyata adalah orang yang mereka kenal.
__ADS_1