
"Kurang menantang kalau kita bertarung disini" Ucap Arman.
Saat itu juga, ia langsung menghantam tanah dan menyebabkan getaran yang kuat. Seketika getaran itu berhenti, dan mereka berada di dimensi Alam Kematian.
"Ngapain lu bawa gua kesini?" Tanya Dika.
"Gua tau, lu pernah tak sengaja mengunjungi Alam ini. Jadi, kita lihat siapa yang bisa bertahan di Alam yang panas ini" Ucap Arman dengan posisi siaga.
Lalu, kedua nya pun saling menyerang satu sama lain. Menyebabkan getaran yang terasa sampai ke Alam Rogo.
"Bukkkkk" Suara tendangan Arman yang keras ke Dika.
Dika mencoba menahan sebisa mungkin. Siapa yang menyangka bahwa ia sekuat ini di Alam Kematian. Saat Dika lengah, ia pun terkena tendangan Arman. Yang menyebabkan ia terpental jauh.
"Aduh, punggung gua" Ucap Dika yang sembari memegang punggung nya.
Arman pun terbang dari udara dan bersiap menghantam Dika. Dengan sigap, Dika pun berhasil mengelak. Langsung dengan sigap Dika berdiri.
Pertarungan yang sengit pun tak bisa di hindari karena saling memiliki Ilmu Kanuragan.
Sampai pada akhirnya akan, Dika terduduk lesu karena kehabisan tenaga.
"Sial, gua kehabisan tenaga. Siapa yang sangka ia memiliki tenaga yang tak terbatas" Ucap Dika sambil mengelap mulut nya.
__ADS_1
"Gua yakin, lu bakal kalah disini" Ucap Arman sambil berjalan menuju ke arah Dika.
"Kenapa, lu mau ambil kekuatan gua. Ambil lah" Ucap Dika dengan nada menantang.
Arman pun tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Dika.
"Gua ga akan mengakhiri disini. Gua anggap ini seri karena tadi lu bikin gua malu" Ucap Arman.
Dika pun terbatuk-batuk mengeluarkan darah karena kehabisan tenaga.
"Sudahlah, lu emang lemah" Ucap Arman sambil membalikkan badan nya meninggalkan Dika.
"Lu karena di sini aja punya tenaga yang tak terbatas. Lu yang lemah!" Jawab Dika dengan ngegas.
"Hehm, kita bakal bertemu lagi" Ucap Arman sembari memegang angin.
Dika pun sadar dan terbangun dalam keadaan duduk di pojok ruangan. Ia pun mencoba berdiri setelah kehabisan tenaga. Karena tenaga nya yang terkuras habis di Alam Kematian tadi, membuat ia sempoyongan sehingga menyebabkan ia muntah darah yang banyak. Ia meraih kain lap yang berada di atas meja nya dan mengelap noda darah yang ada di lantai.
Beberapa jam kemudian. Ia pun selesai makan, terlihat ada 3 piring yang terletak di depan nya. Karena kehabisan tenaga itu pun membuat ia mengkonsumsi 3x lebih banyak makanan untuk memulihkan diri nya.
Terdengar suara ketukan dari luar yang mengetuk kamar kos nya.
"Iya sebentar" Ucap Dika yang beranjak dari tempat duduk nya dan langsung menuju ke luar untuk membuka pintu.
__ADS_1
Saat membuka pintu, terlihat Rafli yang ada di balik pintu itu.
"Eh tumben, ada apaan?" Tanya Dika ke Rafli.
"Gua kebetulan habis mengerjakan tugas kuliah dirumah teman gua. Sebenarnya gua ingin nginap di tempat dia. Tapi, cewek nya datang ke kosan dia. Jadi nya ya gua pergi dan gua putusin, untuk kesini" Ucap Rafli.
"Yaudah yuk masuk" Ucap Dika yang mempersilahkan Rafli masuk.
Beberapa menit kemudian, Dika membawa dua gelas kopi dan beberapa makanan lalu meletakkan nya di meja.
"Gini doang nih?" Tanya Rafli sambil cengar-cengir.
"Ada, nih kembang kantil mau?" Tanya Dika.
Rafli pun tertawa dan mereka mengobrol-ngobrol.
"Lu abis ngapain tadi?" Tanya Rafli ke Dika.
"Ha, emang ngapain?" Tanya balik Dika.
"Gua tau, sesuatu terjadi sama lu tadi" Jawab Rafli.
*Bersambung
__ADS_1