
Saat Dika masuk ke dalam, terlihat ayah Yuli yang sedang duduk sambil tertidur. Tanpa berfikir panjang, Dika pun tak menghiraukannya dan langsung pergi keluar. Tapi saat baru berjalan beberapa langkah, terdengar suara berbisik dari belakang Dika. Dika pun menengok ke belakang, tapi yang terlihat hanya Ayah Yuli yang sedang tidur.
"Dik, Lo gapapa" teriak Piyan sambil menggedor-gedor pintu.
Dika pun segara menuju keluar. Dan saat membuka pintu, Dika di kagetkan dengan sesuatu yang muncul dari atas pintu yaitu sosok Roh Halus Jahat (Dedemit) yang menggelantung di atas. Saking kagetnya, Dika pun terjatuh dan terus melihat ke arah atas pintu. Tapi, Roh tersebut menghilang seperti tidak terjadi apa-apa. Dika pun mulai berdiri dan menuju ruang tamu.
Saat di ruang tamu, terlihat kain putih yang menutupi sesuatu dengan jumlah banyak. Dika pun bingung apa yang terjadi sebenarnya. Yang ada di pikirannya saat ini adalah kemana teman-temannya pergi, dan kemana Yuli dengan Ibunya. Akan tetapi, ruang tamu itu berbau busuk. Hampir Dika tak tahan dengan bau tersebut dan karena penasaran apa yang ada di balik kain putih di depannya, Dika pun memberanikan diri untuk membuka kain tersebut. Saat membuka kain, Dika terkejut karena yang ada di balik kain tersebut adalah tubuh manusia yang sepertinya sudah menjadi mayat. Dan tidak lama kemudian, semua kain pun beterbangan sehingga membuka apa yang ada di baliknya. Dika amat terkejut karena semua mayat manusia yang ditutup kain tersebut. Dika bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana dia bisa berada disini. Siapa korban-korban ini dan mengapa mereka mati dengan menggenaskan seperti dibakar hidup-hidup. Saat sedang terdiam memikirkan apa yang terjadi, ada suara berbisik memanggil Dika dari belakang. Dika agak takut untuk menengoknya, tetapi suara itu semakin lama semakin dekat. Saat Dika menengok, Roh Halus Jahat yang tadi menggelantung di atas pintu berada di belakang Dika dengan wajah yang hancur dengan gigi tajam, mata memerah dan di mulutnya meneteskan darah yang mengejutkan Dika.
Dika pun terbangun karena itu semua ternyata hanya mimpi Dika. Piyan dan Riko masih duduk sambil memejamkan mata (Biasanya ada yang menyebutnya Lepas Raga/Rogo Sukmo). Dika masih bingung dengan mimpi yang ia alami barusan. Apa maksud dari mimpi itu?
__ADS_1
Waktu menunjukkan pukul 1 Malam. Dika dan kawan-kawan nya berpamitan dengan Yuli dan Ibunya.
"Tenang ya Mba, saya sudah meletakkan penjaga saya disini untuk menjaga sekaligus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan Mba dan sesuatu yang meneror mba" Kata Piyan.
Dengan wajah sedikit tenang dan tersenyum Yuli pun mengucapkan terimakasih dan Ibu nya pun juga tersenyum mendengar perkataan Piyan. Mereka bertiga pun pulang.
Saat di perjalanan, Dika menceritakan tentang mimpi yang ia alami tadi di sana ke Riko dan Piyan.
Dika pun terdiam dan Riko pun menceritakan hal yang sama.
__ADS_1
"Tapi nih ya, gua liat sesuatu yang aneh pas Lepas Raga" Kata Riko dengan wajah yang sedikit serius.
"Emang apa Ko" tanya Dika dan Piyan ke Riko.
Bersambung ke Part 8
Apa sih arti Lepas Raga/Rogo Sukmo?
Ragasukma (aksara Jawa: ꦫꦒꦱꦸꦏ꧀ꦩ; alternatif: ngraga sukma, meraga sukma; ejaan tidak baku: rogosukmo, ngrogosukmo) adalah sebutan untuk sejenis proyeksi astral yang dikenal dalam masyarakat Indonesia. Orang yang melakukan ragasukma dipercaya dapat mengeluarkan jiwa dari badannya tanpa menyebabkan kematian. Ragasukma dilakukan dengan tujuan perjalanan spiritual dan lain-lain. (Sumber diambil dari Wikipedia)
__ADS_1
Seperti yang terjadi di film Insidious, beberapa dari tokoh melakukan perjalanan ke dunia roh untuk mencari roh lain atau mencari petunjuk.