
"Saat sebelum disini, gua di kosan kawan satu kampus gua si Panji. Dia juga orang yang sama seperti kita. Cuma, dia terlalu fanatik banget tentang hal Ghaib" Ucap Rafli.
"Oh terus. Kenapa lu bisa tahu?" Tanya Dika.
"Saat tadi. Gua sama Panji ada urusan dan kita masuk ke Alam Rogo. Disaat disana, gua sama Panji tadi nya mau selesaikan urusan dia. Tapi, keburu cewek nya dia Dateng" Jawab Rafli.
"Lah, terus hubungan nya sama gua apa Bapakkkk!" Ucap Dika dengan nada ngegas.
"Tar dulu sih. Lu mah ngegas melulu sih" Jawab Rafli.
"Lagi lama kebiasaan cerita bukan ke inti nya, malah meleber kemana-mana " Ucap Dika.
"Pas mau balik ke badan kita masing-masing, gua ngerasain aura lu di Alam Rogo. Gua mau nyari tadi nya, cuma kondisi nya ga tepat" Ucap Rafli.
Dika pun menceritakan kejadian yang ia alami dari dibawa ke Alam Rogo dan ke Alam Kematian.
"Emang siapa orang yang sampai segitu nya sama lu?" Tanya Rafli ke Dika.
"Ada. Orang itu dari partai gitu, cuma kaya tangan kanan Paslon" Jawab Dika.
"Oh, dari partau apa emang?" Tanya Rafli.
"Dari partai PMD" Jawab Dika.
"Wait deh. Lu berurusan sama orang dari partai PMD" Ucap Rafli.
"Iya, emang kenapa?" Tanya Dika.
"Jangan bilang lu berurusan sama anak buah nya Pak Reza, Arman" Jawab Rafli.
__ADS_1
"Kok lu tau?" Tanya Dika.
"Panji itu dulu nya orang dari partai itu juga pak. Dulu dia Timses nya Pak Reza. Pak Reza punya anak buah yang di percayai banget, si Arman" Jawab Rafli.
"Oh, terus terus?" Tanya Dika.
"Nah. Kebetulan, dulu Pak Reza punya dua anak buah yang dia percaya banget lah, sebutan nya tangan kanan lah ya. Si Arman sama Panji" Ucap Rafli.
"Waduh. Terus, kenapa si Panji keluar?" Tanya Dika.
"Wah kalau soal itu, gua kurang tahu. Karena gua ga nanya sih" Jawab Rafli.
"Iya. Si Arman ini pengin merekrut gua masuk ke Timses nya karena gua berhasil ngehalang Banaspati yang waktu itu mau ke tempat dia. Dan bodoh nya, Banaspati itu lewat kosan pas gua lagi di teras sama Adel lagi liat pemandangan Malam" Ucap Dika.
"Terus, kemana itu Banaspati sekarang?" Tanya Rafli.
Sementara Dika mengambil Keris tempat ia memindahkan segel Banaspati itu, Rafli mengabari Panji tentang apa yang terjadi dengan Dika.
"Nah, ini dia" Ucap Dika yang duduk dan meletakkan keris nya di depan Rafli.
Rafli melihat di dalam Keris itu, Banaspati nya mencoba berusaha untuk keluar dari segel nya.
"Coba pak, lu buka ini Keris nya. Biarin Banaspati itu keluar, tapi jangan di lepas segel nya" Ucap Rafli ke Dika.
Dika pun membuka Keris dari sarung nya dan Banaspati itu langsung muncul tetapi dalam keadaan tersegel.
"Lepaskan aku Manusia. Aku tak ada urusan dengan kalian!" Ucap Banaspati itu kepada Dika dan Rafli.
"Weh slow bos, lu mau gua pukul?" Tanya Dika ke Banaspati itu.
__ADS_1
"Lu santai Pak. Biar gua yang menghadapi ini Banaspati " Ucap Rafli ke Dika.
"Hiih, yaudah" Ucap Dika dengan angkuh.
"Kiriman siapa lu?" Tanya Rafli ke Banaspati itu.
"Kau tak perlu tahu dan tak ada hubungannya dengan kalian berdua Makhluk lemah" Ucap Banaspati itu dengan sombong.
Dika yang tersulut emosi dengan ucapan Banaspati itu mengencangkan segel yang berada di Banaspati itu sehingga membuatnya teriak kesakitan.
"Gua bisa langsung mengembalikan lu ke alam lu, kalo lu ga mau bekerja sama dengan kita" Ucap Dika ke Banaspati itu.
"Oh oke baik, baik. Tapi, tolong jangan kencangkan segel ini" Ucap Banaspati itu ke Dika.
Dika pun mengendurkan segel nya.
"Aku di kirim oleh partai sebelah untuk menghancurkan dinding Ghaib yang ada di rumah kemenangan Reza. Dan menghancurkan Arman serta Reza, begitupun Ki Kusumo" Jawab Banaspati itu ke Dika dan Rafli.
"Dinding Ghaib, mungkinkah Panji tahu soal ini" Ucap Rafli ke diri sendiri dan langsung mengecek handphone nya.
"Siapa yang ngirim lu?" Tanya Dika ke Banaspati itu.
"Lu kira gua bakal jawab?" Ucap Banaspati itu ke Dika.
"Oh oke. Kalau lu ga mau pulang ke Alam lu, suruh orang yang ngirim lu datang langsung ke gua" Ucap Dika ke Banaspati itu dengan emosi yang menahan-nahan.
"Kurang ajar!" Jawab Banaspati itu ke Dika.
"Udah, saatnya lu balik" Ucap Dika sambil mengencangkan segel nya dan memasukkan Keris nya ke dalam sarung.
__ADS_1