
setelah tanah terbelah menjadi dua, Ayah Yuli juga dibawa ke dalam oleh pasukan Iblis, dan kemunculan Sang Iblis pun, langit mulai berubah warna nya yang tadi gelap karena malam sekarang menjadi merah.
Saat Dika, Ghio dan Andi melihat ke langit tentang apa yang terjadi, Iblis itu pun mengangkat tangan nya ke atas. Seketika kawan-kawan Dika yang pingsan pun terbang menuju ke arah Iblis tsb.
"Tahan oi tahan" Ucap Ghio sambil memegang kaki Riko dan Piyan yang melayang menuju ke arah Iblis itu.
Saat Ghio menahan kawan nya yang terbang, tiba-tiba ia terhempas oleh angin yang datang dari arah Iblis tersebut. Ghio pun terpental ke Dika dan Andi.
"Dengan ini, takkan ada lagi yang mengganggu kita" Ucap Iblis tsb dan langsung melempar kawan-kawan Dika menuju ke penghalang Ghaib.
Seketika kawan-kawan Dika pun keluar dari penghalang Ghaib dan mereka bertiga dibawa ke tempat lain oleh Iblis tsb.
"Tempat apa ini?" Tanya Dika ke diri sendiri sambil melihat keadaan sekitar.
Tempat yang sangat panas dikarenakan api yang menyala-nyala di sekitar mereka. Dengan itu, mereka juga melihat beberapa orang teriak kesakitan meminta ampun.
"Inilah tempat yang akan kalian tempati setelah kematian menuju ke kalian" Ucap Iblis tsb ke Dika dan yang lain nya.
__ADS_1
Sementara itu di tempat lain. Piyan pun tersadar dan melihat penghalang Ghaib telah hilang. Dan keadaan menjadi normal seperti biasa. Yang terlihat dari kejauhan hanyalah Dika, Ghio dan Andi yang terbaring tanpa bergerak di dekat rumah Yuli.
"Dik" Ucap Piyan yang mencoba berjalan menuju ke arah mereka dengan terpatah-patah.
Piyan yang melihat kedua kawan nya terbaring mencoba mendengar denyut nadi dan detak jantung nya.
"Astaghfirullah, Dik, Ghio bertahan!" Ucap Piyan sambil menekan-nekan dada Dika.
Piyan yang mencoba terus menekan dada Dika karena Dika dan Ghio berhenti detak jantung nya pun mengeluarkan air mata. Riko dan Rafli yang siuman itu pun melihat Piyan menekan-nekan dada Dika dan menuju ke sana.
"Dika sama Ghio udah ga berdetak lagi jantung nya" Jawab Piyan ke Riko.
Riko yang mencoba sebisa nya pun mengikuti Piyan. Rafli mencoba masuk ke dalam rumah karena Yuli dan Nadia berada di dalam rumah.
"Apa yang terjadi di luar sana" Ucap Nadia ke Yuli.
"Entah, kenapa tiba-tiba jadi sunyi begini" Jawab Yuli.
__ADS_1
Selang itu pun, Rafli masuk ke dalam dan melihat Nadia dengan Yuli duduk di pojok ruangan.
"Kita keluar dari sini" Ucap Rafli ke Nadia dan Yuli.
"Apa yang terjadi mas, kenapa sunyi diluar sana?" Tanya Yuli ke Rafli.
"Sudah, kita keluar saja dulu Mba" Jawab Rafli ke Yuli.
Mereka bertiga pun keluar dari rumah. Yuli dan Nadia yang melihat Piyan dengan Riko menekan-nekan dada kawan nya pun bingung dengan apa yang terjadi. Yuli yang melihat Andi terbaring di samping Dika pun menghampiri nya.
"Kita harus bawa mereka bertiga ke rumah sakit Yan" Ucap Riko ke Piyan.
"Fli, hubungi Ambulans" Teriak Piyan ke Rafli.
Rafli pun menghubungi pihak Ambulans untuk membawa ketiga kawan nya.
Yuli yang melihat Andi tak bernafas menangis sejadi-jadinya sambil memeluk tubuh Andi.
__ADS_1