Indigo Story'

Indigo Story'
Part 43: Mantan (2)


__ADS_3

Beberapa pekan lalu, saat Reza naik ke kursi jabatan nya sebagai Menteri Keuangan.


"Arman, Panji. Berikan ini dengan adil dan merata" Ucap Reza sambil meletakkan koper di atas meja.


"Baik pak" Ucap Panji sambil mengambil koper tersebut.


"Dan ini, upah untuk kalian berdua" Ucap Reza sambil meletakkan dua koper di atas meja.


Panji dan Reza pun masing-masing mengambil koper tersebut dan pergi keluar dari ruangan Reza.


Beberapa hari setelah naik nya Reza, terjadi pertikaian di tengah aktivitas masyarakat. Karena, sebagian orang menganggap bahwa hilangnya 15 orang dalam beberapa minggu adalah ulah Reza. Karena, orang-orang yang hilang itu adalah orang yang mengetahui bukti kuat kecurangan Reza.


Beberapa pekan sebelum muncul rumor tsb.


"Keluarkan mereka" Ucap Reza.


Lalu, Arman, Panji dan beberapa junior nya pun membawa ke 15 orang yang di duga memiliki bukti kuat terhadap kecurangan Reza. Dengan mata tertutup, tubuh banyak memar akibat di pukuli, posisi duduk membungkuk.


"Buka" Ucap Reza.


Arman pun membuka penutup mata salah satu orang yang paling berpengaruh dalam bukti kecurangan.


"Gua dimana!" Ucap orang itu.


"Sshhhh, diam. Nanti, ada orang yang tahu, terpaksa kita harus ngubur kamu hidup-hidup" Ucap Reza ke orang itu.


"Manusia Iblis. Hukum Tuhan takkan pernah salah sasaran!" Ucap orang itu dengan nada tinggi sambil meludah ke wajah Reza.


Reza yang emosi karena di ludahi, memerintahkan Arman dan Juniornya untuk memukuli orang itu. Langsung lah, Arman memukuli orang itu beramai-ramai sampai akhirnya orang itu tewas.

__ADS_1


Panji yang sering kali melihat kejadian ini, tak pernah menyentuh tangan nya untuk memukuli orang-orang yang bersalah.


"Kenapa, apa yang kamu takutkan?" Tanya Reza ke Panji yang melihatnya berdiri di pojokan.


"Ah, tidak pak" Jawab Panji dengan nada gugup.


"Saya tahu selama ini, kamu menyembunyikan sesuatu Panji" Ucap Reza ke Panji.


"Tidak pak, tidak ada yang saya sembunyikan" Jawab Panji ke Reza.


"Lalu, ini apa?" Tanya Reza sambil menunjukkan bukti bahwa Panji pernah memiliki hubungan dengan salah satu sandera tsb.


Seketika Panji terdiam melihat bukti yang dimiliki Reza.


"Percuma, lu ga akan bisa sembunyi dari gua. Se pintar apapun main lu, gua lebih licik" Jawab Reza dengan tersenyum jahat.


Panji pun mencoba melihat situasi yang sekiranya mampu membantu nya melarikan diri. Saat Arman dan Junior lain nya masih sibuk memukuli sandera yang lain, ia menendang Reza dengan kuat, yang menyebabkan Reza terpental. Setelah menendang Reza, ia pun lari sejadi jadinya.


Panji berusaha melarikan diri dari kejaran anak buah Reza. Sekitar, 7 orang mengejar Panji.


Saat di tengah hutan yang gelap, mereka pun berhenti. Karena kebingungan dengan Panji yang berlari secepat kilat. Mereka pun lengah, satu persatu dari mereka di kalahkan oleh Panji


Saat sekiranya ada buah Reza telah dikalahkan, Panji masih mencoba terus melarikan diri.


Secara tiba, entah darimana Arman muncul di depan nya, yang membuatnga terhenti.


"Lo mau kemana. Lo kira, lo bisa lari?" Tanya Arman sambil berjalan mengelilingi Panji.


"Lo mau apa Man. Lo ga puas, ngebunuh orang yang ga bersalah demi uang?" Tanya kembali Panji ke Arman.

__ADS_1


"Panji, Panji. Kita ini orang miskin Ji, lu inget. Disaat kita susah, tak di hormati oleh orang sekitar, cuma Pak Reza yang peduli dengan kita sampai saat ini" Ucap Arman sambil memutar-mutar Keris di tangan nya.


"Gua ga peduli, gua mau akhiri ini" Jawab Panji.


Arman pun langsung melemparkan Keris nya ke arah Panji. Panji yang dengan sigap menunggu Arman akan menyerang, menghindar dan memegang Keris nya Arman, lalu melemparkan kembali ke arah nya.


Arman yang melihat Keris nya menuju ke arah nya dengan Ilmu Laduni itu pun, mencoba menahan serangan itu. Apalah daya, Arman pun terhempas karena aura dari Panji.


"Gua ga mau ngelawan lu Man" Ucap Panji.


Panji yang mengira Arman terkena serangan itu pun tak siaga, sehingga ia terkena tendangan Arman dari belakang nya. Seketika, Panji tertendang amat jauh.


"Lemah. Kaya gitu aja, lu masih bisa lengah" Ucap Arman sambul mengelap mulut nya.


Panji pun mencoba berdiri.


"Tetap Man, ilmu lu ga sebanding kalau disini" Ucap Panji.


Seketika mereka berdua beradu kekuatan satu sama lain. Serangan yang tiada henti nya tak bisa menentukan, mana yang menang dan mana yang kalah.


Sampai lag pada titik nya, kedua nya pun tersungkur lemah karena kehabisan tenaga.


Arman mengambil kesempatan dengan mengumpulkan seluruh tenaga terakhirnya di Keris miliknya. Dan seketika Keris itu di kelilingi oleh aura nya. Lalu, ia melemparkan Keris nya ke arah Panji. Keris yang terbang secepat cahaya pun hampir membuat Panji tak bisa mengambil kesempatan untuk mengelak.


"Duaaaarrrr" Suara ledakan dari Keris Arman menyebabkan tanah bergetar.


Arman berfikir ia telah mengalahkan Panji. Ternyata, Keris nya pun menancap di tanah, dan Panji menghilang.


"Sial, kita bakal bertemu lagi!" Ucap Arman dengan nada sombong sambil memegang perut nya yang kehabisan tenaga.

__ADS_1


Tanpa Arman ketahui, saat Keris nya menuju ke arah Panji. Ternyata, Panji telah menyiapkan Penghalang Ghaib untuk menahan serangan Arman dan disaat Keris serta Penghalang nya bertabrakan, Panji mengambil kesempatan untuk melarikan diri.


__ADS_2